
Pada pandangan yang pertama, mataku bagai tersihir. Mahluk Tuhan yang begitu sempurna itu kini berdiri tepat dihadapanku. Mungkin saja saat menciptakannya hati Tuhan sedang bahagia sekali. Sehingga terciptalah mahluk yang sempurna ini.
Untuk beberapa detik aku hanya terdiam terpaku. Jujur mataku seakan tak ingin berpaling dari wajahnya.
" Ahhh, Tuhan mengapa ciptaanMu ini begitu sempurna." pujiku dalam hati.
Dalam ketidaksadaranku pria itu mendekat ke arahku.
" Selamat datang Nona Aurora. Silahkan duduk." pria itu mempersilahkan diriku untuk duduk di kursi tersebut. Namun karena aku masih dalam keadaan pause, aku tidak mendengarkannya sama sekali. Aku berdiri tanpa reaksi dan hanya terbengong-bengong seperti orang linglung. Otakku seperti berhenti berpikir dengan normal.
Melihat ekspresiku yang datar dan beku, entah sudah berapa kali dia memanggil namaku dan mempersilahkan diriku untuk duduk.
Hingga akhirnya dia mengguncang-guncang bahuku dan membuatku tersadar dari pikiran kosongku. Sampai-sampai aku tergagap dan gugup. " Ehhhh...i..i.. ya Pak " jawabku terbata-bata. Betapa memalukan sekali.
Kini kami berdua duduk saling berhadapan, dan dihadapan kami terhidang makanan yang sama sekali belum pernah aku nikmati. Namanya saja aku tidak tahu. Tapi yang terpenting bagiku rasanya enak dan perutku kenyang.
Sambil menikmati makanan aneh yang ada dihadapanku ini, aku hanya menjadi pendengar yang setia. Pria itu asyik berbicara dan berkata-kata yang bagiku sedikit tidak kumengerti.
Hingga aku tersedak ketika mendengar kata-katanya.
" aku sudah lama mencari tahu keberadaanmu sejak kamu kabur dari rumahku tanpa pamit."
__ADS_1
Aku kabur dari rumahnya tanpa pamit?
(Tapi yang namanya kabur kan tentu saja tidak pakai pamit segala. Kabur yaaa kabur dong.)
Aku jadi tersadar dan mengerti sekarang, siapa pria yang ada dihadapanku ini. Dia yang telah menolongku waktu diriku pingsan tempo hari.
Tapi selain itu, hatiku juga merasakan sesuatu yang lain. Suatu perasaan yang sulit untuk kuterjemahkan.
Akupun berusaha untuk bersikap lebih sopan.
" Jadi bapak yang menolongku waktu pingsan tempo hari dan membawaku ke rumah anda untuk beristirahat. Terima kasih banyak atas pertolongan anda waktu itu." ucapku sambil membungkukkan setengah badanku sebagai bentuk kesopanan dan penghormatan kepadanya.
Tapi ekspresi wajahnya menunjukkan sikap yang berbeda.
" I... iya kan. Waktu saya pingsan di jalan waktu itu bapak yang sudah menolong saya." ucapku dengan yakinnya.
" Sebelum-sebelumnya kamu tidak ingat kalau kita pernah bertemu? tanyanya lagi.
Akupun menghentikan acara makanku. Mencoba menelaah maksud dari perkataannya itu.
" Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? pertanyaan itu muncul dalam benak pikiranku.
__ADS_1
" Kamu tidak ingat sama sekali kejadian di malam itu? ucapnya membuatku semakin penasaran sekaligus juga terkejut.
"Kejadian di malam itu?
Dan pikiranku langsung terbang mengingat peristiwa di malam itu, saat aku pingsan karena kelelahan dan pagi harinya aku terbangun dengan tanpa sehelai pakaian pun membalut di tubuhku.
" Apa maksud anda kejadian di malam itu? Apa yang terjadi dimalam itu? Apakah anda tahu apa yang terjadi malam itu? cecarku dengan tidak sabar.
Pria didepanku ini malah tersenyum. Senyum yang begitu mempesona, tapi karena hatiku yang sedang gundah dan penasaran, senyum itu sedikit terabaikan.
" Aku tidak menyangka ternyata kamu sama sekali tidak mengingat kejadian di malam itu. Padahal malam itu adalah malam yang paling indah yang pernah aku alami dalam hidupku. " ucapnya dengan senyuman senang namun terkesan mesum.
Hatiku menjadi tidak senang. Ada sesuatu yang sepertinya tidak mengenakkan bagiku.
" Aku tidak mengerti apa maksud perkataan anda Pak, tetapi saya menangkap ada sesuatu yang telah terjadi di malam itu! ucapku dengan penuh kecurigaan pada pria dihadapanku ini.
"Jadi ternyata kamu tidak mengingat apa yang terjadi pada malam yang indah itu? ujarnya sambil manggut-manggut.
Pria aneh ini kemudian bangkit dari tempat duduknya. Berjalan santai ke arahku. Dipegangnya wajahku, dia lalu menunduk dan kini wajah kami begitu sangat dekat. Jantungku seakan berdetak seratus kali lipat dari biasanya. Wajah tampan ini benar-benar menggoda dan menggairahkan. ******* nafasku semakin tidak teratur. Bola matanya yang menatap tajam seakan menancap dalam penglihatanku. Hembusan nafasnya yang menyentuh kulitku membuat bulu kudukku berdiri.
" Selama ini banyak wanita yang ingin menjadi milikku, mereka rela menyerahkan diri mereka asal bisa bersamaku walau hanya untuk cinta satu malam saja. Dan kamu adalah wanita pertama yang berani-beraninya mengabaikan diriku bahkan sama sekali tidak terpengaruh meskipun sudah melakukannya dengan diriku. Ahh.... rasanya aku seperti pria yang dicampakkan oleh seorang wanita. Dan wanita itu adalah kamu. Sangat tidak bisa saya terima." Pria ini mengucapkan kata-kata yang sulit untuk ku mengerti dan membuatku semakin penasaran dan bertanya-tanya.
__ADS_1
Pria yang tampan tapi sangat aneh dan misterius.