Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Canggung


__ADS_3

...Bercerita bersama hujan....


...Kujelajahi waktu dalam hening,...


...menembus batas-batas tak terbilang,...


...lalu berhenti di sudut tak berujung,...


...mencari asa diantara lalang....


...Hujan bercerita tentang resahnya,...


...lara cinta yang telah membara,...


...seperti sengat perih terbungkus duka....


...Bercerita bersama hujan dalam sepi,...


...mendengar kisah yang tersirat dari hati,...


...membawa resah jauh berlari....


...Hujan pun ingin berkisah hanya terkadang jiwa enggan untuk mendengar....


Sulit bagiku untuk mengungkapkan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Pikiranku berkecamuk ruwet seperti benang kusut yang sulit sekali untuk diurai. Perjumpaan yang tak terduga dengan Jeremy di senja itu adalah suatu perjumpaan yang tak pernah aku bayangkan ataupun kuharapkan sama sekali.


Senja merapikan barang-barangnya yang berserakan di dalam pondok. Hujan yang sepertinya sudah lelah turun tak lagi menunjukkan keriuhannya. Senja pun memutuskan untuk kembali pulang ke kediamannya. Namun beberapa langkah saja kakinya melangkah dari tempat itu, kakinya harus terhenti tiba-tiba. Ketika sesosok pria yang cukup familiar dalam ingatannya muncul dihadapannya.


Wajah itu, wajah yang sudah lama menghilang dari kehidupannya, hilang dan lenyap tanpa jejak kata ataupun ucapan perpisahan. Lalu entah muncul dari mana dia sudah berdiri tegak dihadapannya kini. Sosoknya muncul seperti hantu yang muncul tiba-tiba saja. Senja terdiam seribu bahasa. Dia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Apakah dia harus senang atau bahagia? Ataukah dia tetap cuek saja dan tidak perlu peduli?


" Hai, ! pria itu menyapa terlebih dahulu.


Karena Senja hanya terdiam mematung saja.


" Apa kabarmu? Tanya pria itu kembali.

__ADS_1


Dan Senja sama sekali tidak menjawabnya.


Melihat Senja yang diam mematung, pria itu mendekat dan jarak diantara mereka kini hanya tinggal beberapa centimeter saja.


Senja hanya bisa menatap wajah itu tanpa berkata-kata. Wajah yang pernah mewarnai hari-harinya. Wajah yang pernah menyempurnakan kehidupannya. Wajah yang pernah bersemayam didalam lubuk hatinya yang terdalam.


Mungkin saat ini Senja merasa jika dia sedang bermimpi. Tapi Senja juga tidak mampu membedakan apakah ini hanyalah mimpi atau kenyataan.


Pria itu tersenyum. Masih dengan senyum yang sama di masa lalu. Tidak ada yang berubah. Tatapannya, senyumannya, suaranya dan gerak tubuhnya masih sama dengan beberapa tahun yang lalu. Membuat memori Senja bernostalgia ke masa lalu. Masa dimana cinta pertamanya bersemi indah. Tapi juga mengingatkannya akan masa yang begitu menyedihkan di dalam hatinya.


Senja tidak tahu harus memulai kata dari mana. Speechless. Mereka duduk bersebelahan. Tidak saling memandang. Karena pandangan mereka hanya tertuju lurus jauh tak berujung.


Jeremy mencoba mencairkan kebekuan di antara mereka saat ini dengan memulai suatu percakapan.


" Bagaimana kabarmu selama beberapa tahun ini? Aku harap kau baik-baik saja! Tapi aku yakin kalau kamu baik-baik saja bahkan mungkin sangat baik. Aku lihat kamu semakin cantik dan manis!


Mendengar kata-kata Jeremy, Senja tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Karena hatinya seperti tidak merasakan sesuatu yang menggetarkan saat seperti dulu ketika mereka masih punya hubungan.


Tapi Senja berusaha untuk menghargainya dengan tersenyum simpul. Untuk menunjukkan jikalau dirinya ada disana dan mendengarkan Jeremy. Tapi tak lebih dari sekedar sebuah senyuman.


" Ini mungkin mengejutkan bagimu, karena semuanya begitu tiba-tiba. Aku yang tiba-tiba menghilang dan muncul tiba-tiba. Semoga saja kamu tidak berpikiran yang terlalu buruk tentang diriku. Meski aku sadar jika perbuatanku bukanlah suatu hal yang bisa dimaklumi begitu saja.!


"Apakah dia sedang berusaha untuk menjelaskan kejadian di masa lalu dimana dia menghilang tiba-tiba tanpa sepatah katapun?


" Untuk apa dan mengapa baru sekarang?


"Setelah sekian lama hatiku diliputi perasaan cemas, takut dan sakit karena dirinya!


Jeremy menoleh ke arah Senja yang terus saja memandang ke arah lain.


" Aku mengerti apa arti dari diammu. Dan aku bisa memahami perasaanmu. Karena aku sadar jika perbuatanku itu sangatlah tidak baik.


Tidak seharusnya aku datang tiba-tiba seperti ini seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa.! Ucap Jeremy dengan nada yang penuh penyesalan.


Tersirat duka yang mendalam dalam tiap kata-kata yang keluar dari bibirnya saat ini.

__ADS_1


Namun meski demikian entah kenapa kata-kata itu sama sekali tidak mampu menggetarkan perasaan Senja sedikitpun.


Mungkin sesaat tadi Senja terkejut melihat kehadiran Jeremy di tempat itu. Tapi itu hanyalah sekedar perasaan terkejut biasa saja.


Tidak mendebarkan sama sekali.


Entah kemana perginya rasa yang dulu pernah singgah di hatinya itu. Ataukah mungkin karena sekarang telah ada seseorang yang lain yang telah mengisi hatinya itu. Seseorang yang mampu memberinya kenyamanan, menyembuhkan luka hatinya yang sempat terluka akibat kepergian Jeremy.


Dan rasa-rasanya itu adalah hal yang lumrah. Itu bukanlah suatu kesalahan memberikan ruang dihati yang telah lama kosong untuk dihuni oleh seorang insan yang benar-benar mencintainya dengan sepenuh hati.


Jeremy kemudian berkata lagi,


" Aku datang membawa sebuah penjelasan akibat perbuatanku di masa lalu. Mungkin tak ada gunanya lagi aku memberikan penjelasan tetapi setidaknya aku bisa merasa lega dan menerima kesalahanku dengan ikhlas.!


Senja hanya membalas dengan anggukan, menarik napas lega.


Rasa canggung yang muncul dalam diri Senja membuatnya seperti orang yang tidak bisa berpikir jernih. Tapi sebagai wanita normal, Senja mengakui jikalau wajah tampannya Jeremy sekilas membuatnya sedikit terpesona.


Ternyata ada juga yang yang bisa dikagumi dari seorang Jeremy untuk saat ini.


" Aku ingin mengajak kamu makan malam, dan aku ingin berbincang lebih banyak lagi denganmu! Apa boleh? ucap Jeremy berusaha meminta persetujuan Senja.


Senja berpikir untuk sejenak.


Bisa saja dia memenuhi permintaan tersebut, atau bahkan mungkin menolaknya. Karena mereka bukan lagi sepasang kekasih.


Atau mungkin dia akan pergi memenuhi: permintaannya Jeremy akan tetapi tidak sendirian. Senja ingin mengajak Zein tentunya.


Walau bagaimanapun Senja sudah memutuskan untuk tidak akan lagi mengubah hatinya untuk orang lain.


Entah mengapa Jeremy harus muncul disaat yang kurang tepat. Setelah semua luka sudah terobati. Setelah semua kenangan indah sudah terkubur jauh di dasar dunia yang tak berujung.


Pertemuan yang tiba-tiba ini dan mengejutkan semoga tidak membawa permulaan hari yang akan mengubah situasi saat ini. Karena Senja sudah memutuskan dalam hatinya jikalau dia tidak akan menyia-nyiakan waktu saat ini. Disaat dia sudah membuat pilihan yang terbaik baginya. Dia tidak ingin dihantui oleh ragu ataupun bimbang.


Senja mendesah pelan. Sembari menatap langit sore. Jingga dan cerah setelah turun hujan.

__ADS_1


Langit sore memang selalu istimewa. Jingganya yang keemasaan menambah suasana romantis. Sayangnya Zein belum bisa. menikmatinya.


Saatnya untuk mendengarkannya.


__ADS_2