Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Permulaan Hari Yang Baru


__ADS_3

...Jingga menutup hari ku dalam kerinduan........


...Berharap esok terobati hadirnya yang tak terduga.......


Jeremy menghabiskan malam dalam kesendiriannya. Hanya ditemani sebotol minuman yang memabukkan yang menjadi teman sejatinya untuk melupakan luka dihatinya.


Sejak saat Senja melangkah ke Altar pernikahan, hatinya sudah tidak tenang. Tidak rela rasanya hanya bisa melihat dan menyaksikan Senja dibalut gaun pengantin yang begitu indah. Berjuta penyesalan yang kini menghujami hatinya.


Dan sekeras apapun, seikhlas bagaimanapun tetap saja sangat sulit baginya menerima kenyataan ini.


Seandainya saja dia tidak pernah meninggalkannya, seandainya dan seandainya. Hanya mampu berandai-andai.


Tak peduli seberapa banyak rintangan yang harus dihadapi, Jeremy sesungguhnya sanggup untuk bertahan dan berani untuk terus berjuang mendapatkan cinta Senja kembali. Dengan berbagai cara dia akan mencoba berjuang dan menghadapi setiap tantangan yang harus dilaluinya.


Namun hanya karena sebuah kesalahan kecil, Jeremy harus berani untuk menerima kekalahan.


Kalah dalam bercinta harus menemukan keyakinan bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi mereka yang tak berhenti berharap.


Malam pun seakan enggan untuk menyapa hati Jeremy yang sedang sepi dan luka, nampak terasa langit yang juga kesepian tanpa bulan dan bintang. Bahkan meteor pun tak menunjukkan keceriaannya seperti biasanya.


Malam yang sepi dan hening seakan-akan mewakili perasaan Jeremy saat ini, mendung dan berwarna kelabu.


Dan tentu saja berbeda halnya dengan situasi yang terjadi pada Senja dan Zein di saat yang bersamaaan. Kedua insan yang baru saja menyelesaikan ritual pernikahan mereka, dimulai dari janji ikatan suci di atas Altar Suci, sampai berakhirnya acara resepsi pernikahan yang begitu meriah dan mewah.


Semenjak pagi hingga malam, wajah keduanya selalu tersenyum sumringah memperlihatkan kebahagiaan yang sedang mereka rasakan. Karena mereka berharap kegembiraan dan suka cita yang mereka kecap saat ini juga dirasakan oleh orang-orang yang ada disekitar mereka.


Melihat kebahagiaan yang dirasakan oleh kedua pengantin membuat para tamu undangan yang ada di ruangan itu juga merasakan kebahagiaan yang sama. Mereka begitu bahagia melihat kedua pengantin juga berbahagia.


Jika kebahagiaan dapat ditularkan apa salahnya kita juga berbagi kebahagiaan tersebut.


Sepanjang acara resepsi Senja tak hentinya menunjukkan kebahagiaan dari dalam hatinya terpancar dari wajahnya yang cantik dan tersenyum manis.


Zein yang selalu setia disampingnya seperti bodyguard yang menjaga tuannya. Zein seakan tidak ingin melepaskan Senja dari sampingnya. Tak membiarkan Senja barang sedetikpun berpaling dari sisinya.

__ADS_1


Zein yang akhirnya tertular penyakit bucin tidak memberikan kesempatan kepada Senja untuk menemui tamu undangan sendirian. Apalagi jika tamunya adalah para pria yang cukup dikenalnya sepak terjangnya. Meski Zein bergaul dengan mereka, mengetahui sifat-sifat mereka yang tak jarang suka dengan pergaulan bebas bukan beraktivitas Zein juga termasuk diantara mereka.


Zein tahu batasan-batasan mana yang harus diikutinya. Berteman dengan siapa saja itu baik tetapi bukan berarti mengikuti sifat buruk dalam diri mereka.


Karena itu Zein sudah mewanti-wanti, kepada siapa Senja harus berteman dan dengan siapa dia harus menjaga jarak. Zein merasa karena Senja adalah seorang gadis yang sangat lemah lembut dan baik hati.


Dan mudah bergaul dengan siapa saja. Bahkan Zein tahu jika istrinya itu akan berteman dengan siapa saja tanpa memikirkan status atau latar belakang seseorang.


Bagi dia semua manusia itu sama. punya hati dan perasaan. Yang tak ingin dilukai atau disakiti. Itulah sebabnya Senja selalu menggunakan hati dan perasaannya saat bergaul dengan siapa saja.!


Sepanjang acara resepsi yang sangat melelahkan itu, Senja tak menunjukkan sedikitpun rasa lelah dan capek. Karena dia tak ingin mengecewakan para tamu undangannya.


Tapi Zein bisa merasakan jika istri kesayangannya itu sudah kelelahan. Maka Zein pun mengajak Senja untuk meninggalkan acara resepsi. Senja dibawanya untuk beristirahat sejenak di kamar pengantin yang sudah disediakan sebelumnya untuk kedua pengantin.


Senja yang terharu karena suaminya itu begitu perhatian. Banyak hal telah berubah dan perubahan itu membawa kebahagiaan bagi kehidupan percintaan mereka berdua.


Mungkin benar kata orang, jika cinta akan datang pada waktunya dan pada orang yang tepat maka pada saat itu kebahagiaan akan menjadi jaminannya. Bukan karena materi atau kenikmatan duniawi tetapi karena cinta sejati.


Tak bosan-bosannya Senja memandangi wajah tampan suaminya itu.


Keduanya saling memandang, saling mengagumi, saling memuja dan saling mensyukuri betapa indahnya karunia Tuhan yang telah mereka nikmati hingga saat ini.




Dan rasa syukur ini tak cukup hanya diungkapkan dengan kata-kata semata.


Tidak hanya mata mereka yang saling berbicara, tetapi hati mereka juga saling bersuara menyampaikan kebahagiaan yang memenuhi hati dan jiwa mereka saat ini.


Zein semakin mendekat kepada Senja yang duduk di tepi tempat tidur. Senja pun yang mengerti akan bahasa tubuh sang suami juga turut mendekatkan raganya.


Cukup lama mata mereka saling menatap dalam dan hangat. Wajah keduanya semakin mendekat. Senja pun menutup kedua matanya mengisyaratkan kepada Zein untuk bertindak, melakukan apa yang hendak ingin dilakukannya.

__ADS_1


Zein yang memahaminya tak menunggu lebih lama lagi. Bibirnya pun tak sabar lagi untuk ******* mesra bibir Senja yang mungil berwarna merah muda menggoda itu.


Keduanya pun saling melepaskan hasrat hati mereka yang sudah lama tertahankan sepanjang pesta pernikahan tadi. Zein mencium Senja dengan penuh hasrat. Bibir Senja bagaikan candu baginya. Senja pun turut bermain membalas kecupan demi kecupan dari suaminya itu.


Dan ciuman itu semakin dalam dan dalam. Raga mereka pun tak mampu lagi menahan gelora di dalam jiwa yang sudah mulai memberontak untuk menyalurkan hasrat mereka yang mulai panas membara.


Jari jemari mereka pun tak mau hanya diam saja. Sentuhan demi sentuhan menjelajahi tubuh mereka. Belaian kasih sayang menjelajahi setiap senti raga mereka yang mulai bergairah.


Perlahan-lahan Zein mulai menanggalkan pakaian yang membalut di tubuh Senja. Dengan sentuhan lembut, tangan itu mulai melepaskan helai demi helai busana indah itu karena ada yang lebih indah yang tersembunyi dibaliknya.


Zein begitu berhasrat, napasnya semakin mendesah berat, gairah nafsunya yang dibangkitkan oleh rasa cintanya semakin menggebu-gebu. Detak jantungnya semakin memacu dengan kencang dan tak beraturan.


Jiwanya raganya yang mulai panas seakan hendak mendidih. Dan hasrat itu harus segera disalurkan jika tidak juganya pasti akan merasa tersiksa dan menderita.


Senja pun mulai tergoda merasakan setiap sentuhan demi sentuhan yang diselancarkan oleh suaminya itu. ******* napas Zein yang bernafsu juga membangkitkan gairah nafsunya yang selalu di tahannya selama ini.


Tapi kini dia tak perlu lagi menahan hasrat di dalam jiwanya. Pria itu adalah suaminya. Dan sebagai seorang istri adalah kewajibannya untuk melayani suaminya.


Dan melayani suaminya bukan hanya sekadar kewajibannya semata tetapi juga memuaskan hasratnya yang ingin merasakan kebahagiaan dan kenikmatan percintaan dengan suaminya itu.


Kecupan demi kecupan mulai dari wajah kemudian menjelajahi seluruh tubuh. Tubuh Senja yang semakin memanas karena mendapat perlakuan intim dari Zein tak mampu lagi menahan gejolak asmara dalam hatinya.


Kini dia hanya berpasrah dan menikmati ungkapan cinta sang suami. Malam ini kedua insan Tuhan itu saling melepaskan hasrat cinta mereka dalam penyatuan yang begitu indah dan nikmat.


Penyatuan dua insan manusia bukan sekedar penyatuan dua raga untuk menghasilkan sebuah ciptaan baru tetapi penyatuan dua hati menjadi sehati sejiwa sehingga kelak mereka mampu saling memahami satu sama lain. Saling merasakan apa yang dirasakan oleh pasangan mereka sehingga mereka mampu saling mengerti, sepenanggungan dalam suka dan duka dan rasa cinta mereka semakin tumbuh dalam hati masing-masing. Tidak hanya tumbuh di hati mereka tetapi juga meresap di hati pasangan mereka.


Malam yang indah, meski bulan dan bintang hilang dari peraduannya malam ini. Tapi simphoni malam bersenandung nada cinta nan romantis yang membangkitkan gairah para pasangan yang sedang bercinta.


Terima kasih kepada Sang Maha Cinta yang telah menganugerahkan cinta kepada setiap insan sehingga mereka bisa merasakan kenikmatan cinta yang sangat menggairahkan dan membahagiakan.


Itu adalah anugerah terindah yang diberikan oleh Tuhan bagi umat manusia.


Dan semoga malam yang bahagia ini menjadi permulaan kebahagiaan yang akan mengawali kehidupan berumah tangga bagi Zein dan Senja.

__ADS_1


Karena mulai malam ini kehidupan mereka akan dimulai dengan awal yang baru dan menciptakan kehidupan yang baru pula.


__ADS_2