Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Belajar Untuk Mencinta.


__ADS_3

"Terdiamku dalam riuhnya benak yang ingin terucap.


Huruf demi huruf terajut tanpa bermakna terkurung senyap.


Akhirnya hilang bersama resah yang tak kunjung lenyap.


Inginku bertutur dengan kejujuran yang bersembunyi dalam gelap."


Tuhan sayang.


Senja bangun dari mimpi indahnya. Malam ini tidurnya begitu lelap.

__ADS_1


" Ahhh, malam ini tidurku begitu nyenyak sekali. Dan mimpiku juga indah. " Senja tersenyum padanya dirinya sendiri.


" Mengapa ya, hatiku gembira sekali? Rasanya hari ini aku akan merasakan kebahagiaan.


Aku segera bangkit dari tempat tidurku, kemudian membasuh diri agar lebih segar dan semangat. Setelah itu menyiapkan sarapan kesukaanku. Karena perutku sudah meronta kelaparan sejak tadi.


Aku membayangkan hari-hari terakhirku melakukan hal-hal yang biasanya kulakukan seorang diri. Kelak nanti aku akan menikah, aku tidak sendiri lagi. Seseorang akan menemaniku melewati hari-hari bersama. Meski aku tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan kami lalui.


Sebelumnya aku sudah berdiskusi dengan si boss terlebih dahulu dan untungnya beliau mendukung akan keputusanku. Meski sebenarnya berat untuknya melepaskan diriku. Karena selama ini beliau selalu merasa bangga dan puas dengan pekerjaanku.


Tapi demi masa depanku beliau tidak pernah menolak permintaanku. Yang penting aku bahagia dengan keputusanku.

__ADS_1


Dengan langkah yang lebih ringan dan gembira, aku berangkat ke kantor. Sepanjang perjalanan menuju kantor tak henti-hentinya senyum merekah dari bibirku. Cuaca pagi ini begitu cerah dan hangat. Menambah suasana gembira dia dalam hatiku. Entah mengapa, meski aku sadar untuk apa aku menikah, aku seakan tidak merasa sedih atau kecewa. Aku tahu benar jikalau kami tidak saling mencintai satu sama lain lalu, namun seperti ada keyakinan bahwa cinta akan datang pada masanya.


Mungkin diriku terlalu berpikir optimis tapi aku hanya mencoba untuk percaya bahwa selama kita masih punya harapan, mimpi dan cita-cita pasti akan kita bisa raih.


Langit biru, awan putih, sinar cerah mentari menambah semarak indahnya hari ini. Bayang-bayang hitam masa lalu yang selalu menghantui perlahan-lahan kucoba halau dari hidupku. Aku ingin segalanya menjadi lebih baik. Berusaha menjadi yang terbaik bukan hanya untukku tapi juga untuknya.


Sekalipun kelak hubungan ini harus berakhir ketika tidak ada kebahagiaaan didalamnya, aku akan tetap menjalaninya dengan keikhlasan hati.


Kusapa alam semesta yang senantiasa bersahabat dengan diriku. Semilir lembut yang menyapa kulitku dan siulan burung-burung kecil diantara pepohonan seolah menghibur jiwa dan ragaku. Sudah terlalu lama aku berkubang dalam kesepian, terbelenggu dalam luka bathin, terpenjara dalam penantian yang hampa. Dan kini ada kesempatan bagiku untuk menikmati anugerah kehidupan. Mengecap sedapnya berkat Sang Pemberi Rahmat.


Dengan ramah dan santun aku menyapa setiap orang yang aku temui. Memberikan senyuman manis dan terindah dari hatiku. Sungguh kebahagiaan hari ini adalah kebahagiaan yang istimewa dalam hidupku. Aku seperti merasakan dicintai oleh mereka-mereka yang sekalipun tidak aku kenal.

__ADS_1


Dalam alam pikiranku saat ini, aku seakan sedang berada disebuah negeri yang indah, penuh dengan bunga warna warni yang sedang bermekaran. Simphoni alam mengalunkan nada penuh kedamaian. Sungguh. Tuhan benar-benar sayang. Aku melompat-lompat menari kecil mengekspresikan suasana gembira di hatiku.


__ADS_2