Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Bulan Berwarna Cinta


__ADS_3

...Bulanku berwarna cinta......


...Coba kau pandang ke langit,...


...saat awan menghilang dari cakrawala,...


...saat angkasa berwarna biru pekat,...


...saat bintang bertabur cahaya....


...Pergilah ke puncak gunung pengharapan,...


...berbekal iman meski sebesar biji sesawi,...


...rebahkan raga dan jiwamu beralaskan hamparan kebahagiaan,...


...meski penderitaan datang silih berganti....


...Hariku harimu adalah hari kita,...


...meraih mimpi bukan hanya untuk menggapai sukses,...


...bukan ambisi dan ego yang kita puja,...


...hanya berbagi bahagia dan harapan yang kita retas....


...Matahari memberi warna jingga dengan sinar hangatnya,...


...bintang memancarkan kilaunya dengan bias indahnya,...


...bulan memantulkan cahayanya dengan pantulan damainya....

__ADS_1


...Bulanku berwarna cinta,...


...bukan biru, merah atau putih,...


...jangan pandang dengan mata,...


...tapi rasa dengan hati....


...Bulanku berwarna cinta....


Senja merenung dalam bilik pribadinya. Merenungkan kisah cintanya yang naik turun bagaikan bianglala. Kadang berada dipuncak kasmaran, berbunga-bunga, mekar berseri di musim semi. Atau terkadang berada di bawah di dasar lubuk terdalam yang dingin dan gelap. Namun bukan berarti dirinya tidak bersyukur. Karena semua itu menjadikan dirinya menjadi pribadi yang lebih matang dalam menilai dan menghadapi persoalan hidupnya.


Seperti saat ini, seharusnya dia sangat bersyukur dicintai oleh seorang Zein. Pria yang menjadi idaman setiap wanita. Tidak hanya berwajah tampan, kaya raya, tubuh yang perfect yang terpenting lagi hatinya yang lembut dan penyayang. Meski terkesan sebagai sosok pria yang berkarakter dingin dan angkuh tapi disaat dia telah mencintai seorang wanita maka karakter tersebut berbalik 360 derajat. Bersamanya Senja tidak pernah mengalami kesepian ataupun merasa diabaikan. Karena setiap saat Zein akan selalu berusaha memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada Senja.


Senja tidak akan pernah merasakan haus kasih sayang. Dengan berbagai cara dan upaya Zein akan berusaha menyenangkan hati Senja. Sebagai ungkapan rasa cintanya yang begitu tulus.


Tapi entah mengapa saat ini Senja merasa sesuatu yang kosong dalam dirinya. Senja tidak bisa membohongi hati dan perasaannya. Untuk sementara ini Senja seakan tidak merindu cinta. Dari Zein atau dari siapapun. Seolah-olah yang diinginkannya saat ini adalah sendiri dan menyepi. Bukan karena dihatinya tidak ada lagi cinta. Tapi cinta yang dirasakannya saat ini adalah sebuah cinta yang universal.


Cinta antara pria dan wanita yang terjalin selama ini bagaikan menguap bersama angin. Dan haruskah dia jujur kepada Zein? Bukan bermaksud untuk mengakhiri hubungan, akan tetapi hanya ingin mengungkapkan kejujuran. Terserah bagaimana penilaian Zein dan apa yang akan menjadi keputusannya. Senja hanya tidak ingin menjalin hubungan yang dibumbui kebohongan.


Tapi apakah Zein bisa mengerti dan memahami maksudnya? Senja tidak mau jika harus berpura-pura mencintai layaknya cinta sepasang kekasih, cinta dua insan manusia yang membara dan menggetarkan jiwa. Mungkin hal ini bisa terjadi karena sebelumnya Senja memang menerima cinta Zein dengan tulus tetapi hatinya sendiri belum seutuhnya mencintai Zein. Bukan juga karena cintanya yang masih tersisa untuk Jeremy. Karena Jeremy baginya hanyalah masa lalu.


Ataukah ini merupakan ujian bagi cintanya kepada Zein? Ujian kesucian cinta mereka berdua. Apakah mereka akan bertahan dengan cinta yang mereka percayai selama ini sebagai cinta sejati? Ataukah memang Senja masih belum menemukan cinta sejatinya yang pantas untuk menempati ruang dihatinya.


Senja ingin berterus terang kepada Zein tetapi ada perasaan takut di dalam hati kecilnya. Takut pria itu tidak terima dan menjadi marah. Melihat temperamen Zein yang gampang meluapkan amarah. Ditambah kejadian yang terakhir bersama dengan Jeremy di restaurant. Bisa-bisa nanti dia menyimpulkan jika semua ini adalah karena kehadiran Jeremy.


Apakah Senja harus menunggu waktu yang tepat? Untuk sementara membiarkannya saja dulu seperti ini. Ya siapa tahu mungkin saja ini hanyalah perasaan sesaat karena sikap Zein yang terlalu possesif dan overprotektif terhadap dirinya. Dan bisa saja berubah kembali menjadi cinta yang sama seperti yang pernah dirasakannya dulu.


Senja mendesah berat. Sepertinya beban pikirannya begitu berat. Ingin rasanya dirinya bercerita dengan seseorang tetapi dengan siapa? Siapa yang bisa mengerti dan memahami kegelisahan hatinya saat ini.?


Yang ada teman-temannya akan mengguruinya, menyebutnya gadis yang tidak tahu bersyukur. Bagaimana tidak? Sudah punya pacar yang sempurna seperti Zein, tapi malah merasa jual mahal. Semuanya akan menjadi serba salah.

__ADS_1


Tapi Senja adalah Senja. Dia lebih tahu apa yang sedang dialaminya, apa yang sedang dirasakannya? Dia bukan gadis yang harus di dikte untuk memutuskan apa yang ada dalam pikirannya.


Mungkin dengan jujur akan terasa pahit dan perih. Tapi lebih baik dari pada harus berpura-pura kalau semuanya baik-baik saja.


Senja sudah memutuskan. Diliriknya arloji di pergelangan kirinya. Masih pukul 19.15 . Zein pasti sudah di rumah saat ini. Jadi dia akan menemuinya langsung. Diraihnya sweater biru favoritnya, rambutnya digerai dengan topi French Beret menghias di kepalanya. Terlihat imut tapi tetap elegan.


Taxi online pesanannya sudah menunggu di gerbang. Hanya butuh waktu 15 menit taxi sudah tiba di tempat tujuan.


Senja turun lalu ditekannya bel pintu rumah mewah itu.


5 menit kemudian pintu terbuka. Salah seorang asisten rumah tangga langsung mempersilahkan Senja masuk. Karena sudah mengenal Senja dengan baik dan bukan yang pertama kalinya Senja datang ke rumah Zein.


Senja langsung menuju ke kamar pribadi Zein. Zein sudah mengingatkan Senja, jika dia datang ke rumahnya dia tidak perlu menunggunya di ruang tamu tapi langsung datang ke kamarnya.


Maka Senja pun langsung menuju ke kamar Zein. Senja menarik napas sejenak sebelum dia mengetuk pintu kamar itu.


Senja mengetuk tiga kali. Satu menit kemudian pintu terbuka. Ketika melihat Senja yang berada dibalik pintu, Zein langsung memeluknya dengan perasaan bahagia dan senang.


" Sayang, kenapa tidak hubungi aku dulu bilang kalau mau datang ? Ditariknya tangan Senja dan didudukkannya di tepi tempat tidurnya.


" Maaf karena aku datang mendadak! ucap Senja seperti biasanya.


" Kamu kangen aku ya? goda Zein dengan senyuman nakalnya namun sangat manis.


Senja tersenyum senang. Zein memang selalu berusaha untuk menyenangkan hatinya.


Melihat binar cinta dan bahagia dalam sorot mata Zein membuat hati Senja seakan tidak berani untuk mengatakannya maksudnya dan tujuan sebenarnya kedatangannya malam ini.


Bagaimana mungkin dia tega melukai hati Zein yang tulus dan bahagia itu? Tidakkah dirinya begitu jahat jika sampai ia mengatakan apa yang sedang dirasakannya saat ini?


Tentu yang ada hanyalah perasaan bersalah. Senja pun langsung memeluk Zein. Dipeluknya dengan penuh hangat. Dicurahkannya perasaan dalam hatinya dengan pelukan kehangatan. Dia mencoba untuk menemukan kembali rasa cintanya yang sedang mengembara itu. Senja berharap dengan pelukan itu rasa cinta dalam hati Zein mengalir kembali ke dalam jiwa dan raganya. Lalu memenuhi isi hatinya. Agar dirinya tidak perlu menyampaikan kata-kata yang tidak baik untuk disampaikan karena akan menyakiti hati seorang pria baik seperti Zein.

__ADS_1


Zein yang sedikit kebingungan dengan sikap Senja yang tidak biasanya membuatnya bertanya-tanya apa gerangan yang sedang dirasakan oleh wanitanya itu. Zein membalas pelukan Senja dengan lebih hangat dan penuh kasih sayang. Dicurahkannya rasa cinta dan sayangnya yang begitu mendalam lewat pelukannya itu. Senja pun memejamkan matanya mencoba merasakan getaran cinta yang sedang dialirkan oleh Zein kepadanya. Senja pun tidak membiarkan pintu hatinya tertutup. Dengan sepenuh hatinya dibukanya lebar-lebar pintu hatinya, agar cinta Zein bebas memasuki ruang hatinya. Sembari memeluk Senja, Zein mengecup pucuk kepala Senja dengan mesranya. Sungguh Zein pria romantis yang tahu cara memberi kenyamanan dan kasih sayang kepada pasangannya. Meski agak perlahan dan lambat tapi laun lambat laun Senja seakan merasakan getaran -getaran kecil yang menggetarkan hatinya. Tidaklah sulit untuk menemukan getaran cinta itu asalkan hati kita bersedia untuk membukanya dan menerimanya dengan ikhlas. Dekapan itu semakin erat, semakin hangat dan semakin dalam penuh cinta.


__ADS_2