
Hari ini genap 25 tahun yang lalu, ayah dan ibu pergi meninggalkanku sendiri di dunia yang fana ini. Ku buka album foto usang sebagai kenangan yang tertinggal antara aku, ayah dan ibu. Kecelakaan mobil yang merenggut nyawa kedua orang tuaku meninggalkan luka yang begitu dalam. Namun Tuhan memberiku hati yang kuat dan tegar sehingga aku mampu melewati penderitaan ini dengan tabah. Sedangkan kakakku satu-satunya yang ikut dalam kecelakaan hilang tanpa jejak. Dan hingga saat ini, mayatnya tidak pernah ditemukan.
Untuk mengenangkan mereka yang telah meninggalkan dunia ini, kugoreskan tinta penaku diatas kertas putih kosong ini,
"Saudara maut datang tanpa memberi pesan....
Lalu pergi hanya meninggalkan duka dan tetes air mata...
Raga yang fana pun lenyap terkubur dalam tanah...
Ada yang menjadi abu dibakar dalam kremasi...
Kemana saudara maut membawa jiwa-jiwa yang rapuh....
Tak sekalipun ada jiwa yang kembali dan memberitahu tempat akhir kehidupan ini...
Menutup mata dan tak pernah terbuka lagi...
Kehidupan di dunia ini hanyalah sesaat...
Aku tak peduli surga dan neraka...
Sekarang adalah waktuku...
Dan jika waktu ini habis ada waktu lain yang mungkin telah disediakan bagi diriku...
Mozaik kehidupan telah dirangkai sedemikian rupa tapi apakah aku telah melukisnya dengan sesuatu warna yang indah...
Aku tak peduli surga dan neraka...
Bagiku adalah waktuku untuk bahagia...
Bahagia bersamamu, bersama dia, bersama mereka...
Sekalipun kita tak saling mengenal...
Kata mereka cinta adalah perekat kebahagian tak mengenal perbedaan...
Cinta membinasakan angkuh dan sombong...
__ADS_1
Cinta menghadirkan senyum yang ikhlas...
Bahkan cinta lebih kuat dari saudara maut...
Saat saudara maut membinasakan raga...
Cinta takkan pernah mati dan binasa...
Dia abadi dan selamanya akan demikian...
:-|
Manusia datang lalu pergi..singgah sejenak kemudian beranjak lagi...ada yang berkesan ada tanpa kenangan...ada yang menggores luka ada yang mengukir cinta...tapi semua akan hilang tak ada yang abadi...pandangi setiap yang berlalu meski terkadang tanpa arti...
Hanya Dia Sang Pemberi dan yang Empunya... Abadi selamanya.
Ku baca berulang-ulang goresan tinta ini. Membuatku memaknai hidup. Setelah kemarin malam berbincang-bincang akrab dengan Romo Paul, hari ini aku akan bertemu dengan si dia. Untuk membuat suatu kesepakatan dan komitmen. Komitmen seumur hidup. Mungkin saat ini kami tidak saling mencintai, hanya sekedar memenuhi sebuah tanggung jawab. Jika Tuhan memang menghendaki aku hanya bisa berpasrah.
Gelap itu hadir karna tiada cahaya disana dan kejahatan itu ada karena tidak ada kebenaran disana.
Tetapi cinta itu bisa hadir dimana saja bahkan saat kebencian yang muncul cintapun ada disana.
Dia yang tidak pernah bertanya tetapi berbuat. Memberi tanpa menerima. Mencintai kekurangan bukan kelebihan. Melindungi sekalipun lemah. Menuntun ke arah yang baik dengan kesabaran. Memotivasi dalam keterpurukan. Dia hadir bukan hanya saat bibir tertawa tetapi saat air mata juga menangis.
Kata-kata ini memang terdengar sempurna. Dan betapa sempurnanya hidup jika setiap pribadi melakukannya dalam kehidupannya. Tapi tidak semua yang sempurna dan indah terjadi dalam dunia ini.
Ku lihat ponselku sejenak, 5 detik kemudian kutekan nomor yang ingin kuhubungi saat ini. Ponsel berdering tanda aktif. Tapi tidak ada jawaban. Kusimpan kembali ke dalam kantong celana yang kupakai.
Entah mengapa hari ini otakku penuh inspirasi. Kugoreskan kembali tinta hitam penaku dikertas buku harianku.
"Tak ku nanti hujan ketika panas menyengat ragaku..karena senyuman telah menyejukkannya untukku..
Tak kunanti hangat mentari ketika guyuran hujan memilukan hati yang lara....karena tawamu menghangatkan suasana sendu di kalbu...
Biarkan musim berganti mengikuti aturan alam...
Jangan paksa hujan turun di musim panas atau menuntut panas mentari di musim hujan...
Suatu keterpaksaan hanya akan membawa kekacauan dan kerumitan....
__ADS_1
Dan bila itu terjadi maka jangan harap akan kembali seperti semula...
Sesuatu yang telah berubah takkan pernah sama sedia kala...sekalipun engkau menggunakan kekuatan sihir..
Mungkin akan terlihat sama tetap saja ada yang berbeda..
Biarkan ku mencari jiwaku yang hilang bersama cintamu.
Bila hasrat kita menyatu bersama hati dan mimpi kita?
Sejak pelangi hilang setelah hujan tak lagi warna-warni mencerahkan duniamu dan duniaku.
Jejak malam ini ingin kutempuh beriring dalam genggaman jemari.
Namun, pandangan hati kita terhalang kabut ego diri.
Dan langkahmu memilih untuk sendiri.
Tanpa berpaling menatap cintamu yang kau titip di hatiku.
Cinta yang mana kini kau bawa?
Karena cintamu yang dulu masih terkurung di bilik hati yang rapuh.
Pejamkan mata mengenang memori terindah yang terbingkai indah dalam ingatan.
Tiada kata akhir untuk menutup kisah cinta tanpa batas.
Meski waktu telah mengakhiri nya hanya lewat ucapan bisu antara kita.
Sejenak aku terdiam. Lalu bunyi ponselku berdering. Ternyata dia menghubungiku kembali.
" Halo." jawabku.
" Halo, Nona Aurora. Tuan Muda berpesan, kalau Nona diminta datang ke rumahnya sore ini. Tuan Muda sudah menunggu anda disana. " ucap si penelpon dari seberang.
"Dari mana dia tahu kalau aku ingin bertemu dengan orang tersebut? tanyaku pada diriku sendiri.
" Baiklah Pak." akhirnya jawabku mengiyakan.
__ADS_1
Dan kini aku harus mempersiapkan diri untuk pertemuan ini. Pertemuan untuk masa depan.