Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
part 5


__ADS_3

Part 5


"Uhuk ...!!" Alina langsung menyeburkan makanan yang baru saja masuk ke mulutnya .


Pria ini benar-benar , rutuknya kesal dalam hati .


Andrew dengan sigap mengambilkan air untuk Alina , dan menyodorkannya pada gadis itu supaya meminumnya segera


"Kenapa... ? Aku hanya bertanya , kenapa reaksimu berlebihan sekali " ujar Andrew enteng saat melihat Alina telah menandaskan air minumnya , dan meletakkan gelas itu pelan di atas meja


Tersenyum melihat rona merah di pipi mulus Alina ,, ya ampun Andrew ingin mencium pipi itu !!


Menggemaskan sekali . Pikirnya


"Bu ... Bukan begitu , saya minta maaf karena memakai pakaian anda .. hanya saja____" ucapnya , kemudian menghentikannya ia ragu untuk melanjutka. . . Alina menunduk malu kerena pertanyaan sederhana Andrew.


Rasa panas menjalari pipinya , tak berani menatap Andrew


"Hanya saja saya tidak tahu kemana pakaian saya" lanjutnya dengan satu tarikan nafas .


Berusaha setenang mungkin saat mengucapkannya , padahal ia malu setengah mati saat mengatakan itu .


"Ahhh ... Aku lupa mengatakannya padamu ! Kalau aku membuang pakaian mu itu " balas Andrew tanpa merasa bersalah sedikitpun


Alina membelalakkan matanya terkejut .


Bagaimana dia akan pergi dari sini kalau begitu?


Ya ampun pria ini benar-benar menguji kesabaran Alina , namun Alina tak mampu memberikan banyak perlawanan .


Selain tatapan tajam pria itu yang membuatnya takut , pria ini begitu mengintimidasi diri Alina hingga nyalinya menciut seketika saat ingin melawan dan memberontak.


"Sam ... Siapkan baju untuk Alina sebanyak mungkin , siapkan dari yang paling detail !" Ucap Andrew pada sambungan telponnya di sebrang sana


Alina mendongak menatap Andrew , di liriknya pria itu saat sedang memegang ponselnya dan berbicara dengan nada memerintah yang kental.


Benar-benar pria ideal untuk di jadikan pasangan kalau saja dia tak berbuat jahat .


Sayang sekali , padahal dia pria yang sempurna


Pikiran Alina berkelana sambil melirik Andrew yang masih memegang ponselnya kendati sambungannya telah terputus sejak tadi .


Diliriknya Andrew takut-takut


"Tuan ... Saya harus pulang , bagaimana caranya saya pulang ?" Tanya Alina pelan tanpa menatap Andrew


"Pulang?" Andrew bertanya balik sambil menaikan alisnya


"Y..Yaa" jawab Alina


Suara Alina begitu lembut di pendengaran Andrew membuat Andrew berpikiran kalau saja suara itu mendesakkan namanya pasti akan sangat indah .


Pikirannya benar-benar !


Andrew menggeleng pelan mengenyahkan pikiran liar dari otaknya.


Lalu berdehem .

__ADS_1


"Untuk apa kau pulang?"


"Kau akan tinggal disini , dan besok kita akan menikah Alina .. dan aku sudah mengirim surat pengunduran dirimu ketempat kerja mu dan mengajukan izin cuti untuk kuliahmu " jelas Andrew panjang dalam satu tarikan nafas , lalu meraih gelas dengan gaya elegan dan menyesapkan air minum ke mulutnya


"Dan ... Tentu saja memusnahkan habis tempat tinggalmu yang kumuh itu , jadi kau tidak punya pilihan " Lanjut Andrew tanpa melihat reaksi kaget Alina .


Alina menganga tak percaya dengan penjelasan pria di depannya ini .


Seenaknya dia berkata , dan apa ... Memusmahkan habis kontrakan kecilnya , apa maksudnya itu ... sementara barang-barangnya masih di dalam sana . Entah apa jadinya !!


Lalu Alina berdiri dengan gerakan keras


"Kau ... !!! Apa hakmu melakukan itu?"


"Kau pikir apa yang kamu lakukan huh ?"


"Pria macam apa kau ?" Alina tersulut emosi dan lupa akan rasa takutnya , lalu meluapkannya begitu saja .


Pria di hadapannya ini benar-benar membuatnya marah.


Sejenak Alina menyadari sikapnya sendiri yang terbawa emosi dan meluap-luap .


Diliriknya Andrew yang menatapnya tajam tanpa ekspresi .


Nyalinya menciut seketika , merutuki kebodohannya sendiri yang terbawa amarah .


Lalu bergerak mundur saat Andrew bangkit dari duduknya dan menuju kearahnya .


Matanya yang tajam menatap lekat Alina.


Menyapu pandangannya ke tubuh gadis itu , dari atas hingga bawah .


"Lepas ...!!" Alina meronta , mendorong dada bidang Andrew namun usahanya sia-sia . Kedua lengannya di cekal Andrew dengan kuat hingga mungkin akan menimbulkan bekas nantinya .


Andrew tak perduli dengan rontaan Alina , ia masih menatap Alina tajam , menyunggingkan bibirnya saat rambut lembut Alina jatuh menutupi sebagian wajahnya karena gadis itu terlalu banyak bergerak.


Lalu tangannya bergerak kepinggang Alina dan menarik gadis itu untuk merapat ke tubuhnya , Alina memekik saat tubuhnya di tarik hingga tak ada batas antara keduanya .


Tangannya ia tahan di atas dada bidang Andrew untuk menahan supaya ia tak terlalu dekat dengan pria itu .


Lalu tangan kanan Andrew menyibak rambut lembut Alina yang menutupi wajah gadis itu .


Digenggamnya rambut itu lalu menciumnya , merasai aroma harum manis rambut Alina .


Matanya terpejam menikmati sensasi itu .


"Ya ampun ini baru rambutnya saja sudah membuatku begini gila" gumam Andrew


Namun Alina mendengar jelas gumaman Andrew , ia bergidik ngeri dengan mulut frontal Andrew yang tak tahu malu .


Menarik rambutnya dari tangan Andrew dengan keras hingga ia merasakan sakit sendiri .


Andrew langsung membuka matanya , dan matanya menatap langsung ke mata almond milik Alina menghunus tajam kedalam mata gadis itu.


Alina menelan ludahnya kasar , ia takut !


Jantungnya berdetak lebih cepat dan kembali mendorong Andrew dengan kedua tangannya,

__ADS_1


Namun lagi-lagi usahanya hanya sia-sia belaka .


Andrew malah semakin menekan pinggang Alina dan menariknya untuk semakin dekat .


Lalu tanpa basa-basi meraih tengkuk Alina dan mencium bibir gadis itu.. hanya sekedar kecupan ,


Dan Alina membelalakkan matanya terkejut , jantungnya berdebar kencangn karena takut.


Ia memundurkan wajahnya dari jangkauan Andrew , menunduk agar Andrew tak melihat rona merah di wajahnya.


Andrew menarik kembali tengkuk Alina , namun Alina berusaha melawan dengan memalingkan wajahnya.


"Tuan ____" bisik Alina ,,, tak mampu kembali bersuara ia takut , kembali membuat pria itu marah dan lepas kendali , ia tak ingin jatuh ke lubang yang sama untuk ke dua kali .


"Panggil aku Andrew , Alina !"desis Andrew tepat di telinga Alina , lalu meniup telinga itu pelan membuat Alina berjengit geli


"Tapi Tu ...."


"Aku tidak pernah suka ada yang membantahku Alina " ucap Andrew memotong ucapan gadis itu .


Alina sudah banyak memberi perlawan untuknya dan Andrew tidak ingin gadisnya terus-menerus melawan dan mberontak .


Lalu dengan gerakan cepat Andrew menangkup wajah Alina dan mendekatkan bibirnya ke bibir Alina .


Dengan tak sabaran ******* habis bibir Alina.


Alina terkejut dengan ciuman liar Andrew yang menguasai , jantungnya semakin menggila dan darahnya berdesir tak terkendali saat Andrew mengekspor lidahnya di mulut Alina .


Setelah sebelumnya Andrew menggigit kecil bibir Alina supaya terbuka , dan dengan cepat Andrew melesakan lidahnya di dalam sana.


"Emmmphh ...." Gumam Alina di tengah Pagutan bibir mereka


Andrew terus merasai bibir manis Alami Alina tanpa jeda . Membuat Alina mencengkram baju Andrew ,saat pria terus memasukan lidahnya .. membelit lidah Alina ...


dengan deru nafas Alina yang semakin pendek membuat Andrew terpaksa harus menghentikan pagutan bibir itu .


Ia tak ingin Alina kehabisan nafas karena ciumannya , Aliana begitu polos dan tak berpengalaman sama sekali , ia tak mampu membalas apa yang Andrew lakukan pada bibirnya.


Andrew menempelkan keningnya di kening Alina yang tengah meraup udara dengan cepat , dadanya sesak akibat ciuman liar Andrew yang tak mrmberinya kesempatan untuk bernafas .


Belum sempat pikirannya kembali jernih , juga deru nafas yang belum stabil Andrew mengangkat tubuh Alina dan mendudukkannya di atas meja makan .


"Akhhh .. " Alina memekik kaget saat Andrew mengangkat tubuhnya hingga otomatis ia mengalungkan tangannya ke leher Andrew .


"Tuan ....!" Alina memohon takut , menatap Andrew dengan air mata yang menggenang di sudut matanya


Entah kenapa ia ingin menangis namun hati dan tubuhnya tak sejalan dengan pikirannya.


"Andrew ! Panggil aku Andrew Alina !" Ucapnya tegas tak ingin ada bantahan


"Akhhh ..." Desis Alina parau.


.


.


.

__ADS_1


By___flyingdream


__ADS_2