
Setelah perdebatan yang cukup sengit antar Jeremy dan Zein, akhirnya Jeremy memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat itu.
Karena memang Jeremy tidak ada urusannya dengan Senja sama sekali.
Mereka berdua sudah tidak punya hubungan apapun lagi. Sudah selayaknya dia tidak ada di tempat itu.
Sebelum meninggalkan toko itu, Jeremy melangkah mendekati Senja, kemudian berkata kepadanya,
" Kamu sangat cantik hari ini dan aku suka. Terima kasih ya sudah memperlihatkan kecantikanmu untukku. Dan kamu sepertinya harus menunggu aku datang menjemputmu. Karena aku telah terjatuh untuk kedua kalinya karena kamu.!! Jeremy bersikap seakan tak peduli jika Zein ada disana.
Senja yang semakin serba salah tidak tahu harus bersikap bagaimana. Jeremy memang sepertinya sengaja untuk memancing amarahmua Zein.
Tapi syukurlah Zein tidak menggubrisnya. Meski Senja bisa merasakan amarahnya, tapi Zein tetap berusaha menjaga sikapnya di depan Senja. Karena Zein tidak ingin jikalau Senja menilainya dengan negatif. Dan Senja senang dengan sikap Zein yang mau menahan emosinya untuk tidak terpancing oleh perkataan Jeremy.
Setelah Jeremy pergi, Senja mencoba beberapa gaun pengantin untuk diperlihatkan kepada Zein. Senja mencoba gaun yang terakhir. Dan Senja kelihatan sangat cantik dengannya gaun yang terakhir ini.
Zein terpesona memandang Senja di balut gaun pengantin putih itu.
Jantung Zein pun berdebar-debar ketika menatap Senja begitu dalam. Sungguh membuat hati Zein semakin mencinta.
" Ya Tuhan, mengapa dia begitu cantik memakai gaun itu? puji Zein dalam hatinya.
" Zein, bagaimana? Tanya Senja membuyarkan pandangan Zein yang terpesona dengan kecantikannya.
" Ee... e... cantik... sangat cantik...! Puji Zein dengan tulus.
" Aku mencintaimu! ucap Zein tanpa ragu sambil menunjukkan tanda love dengan jarinya. Bibirnya tak hentinya tersenyum. Karena hatinya sangat bahagia sehingga dia tidak bisa menahan diri untuk mengungkapkan apa yang sedang dirasakannya saat ini.
Senja pun tersanjung mendengarkan pujian serta ungkapan cinta dari Zein. Pria itu memang paling bisa diandalkan dalam urusan memuji wanita.
__ADS_1
Gaun pengantin untuk Senja sudah dipilih. Sesuai dengan puluhan hati mereka berdua. Setelah itu mereka berdua melanjutkan rencana berikutnya. Makan siang di restaurant.
Zein membawa Senja ke sebuah restaurant mewah dan mahal yang berada di sebuah hotel bintang lima.
Senja yang tidak terbiasa dengan pelayanan serba lux kadang merasa canggung sendiri.
Tapi untunglah masih bisa beradaptsi dengan baik sehingga tidak membuatnya malu atau mengecewakan. Namun bukan berarti Senja seorang gadis yang memalukan. Karena walau bagaimanapun, Senja yang selalu tampil apa adanya selalu bisa diandalkan. Dia tidak perlu mengubah dirinya sendiri seperti orang lain untuk memenuhi keinginan orang lain atau demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Itulah yang istimewa dari diri Senja. Dia selalu bersikap apa adanya. Sederhana dan bersahaja. Meski terkadang dia harus mengalah pada sesuatu yang menurutnya bisa membahagiakan orang lain walaupun hatinya sendiri yang terluka.
Senja begitu menikmati kebersamaannya dengannya Zein pada kesempatan ini. Untuk membayar kejadian yang kurang mengenakkan tadi ketika berada di butik. Senja berpikir bagaimana caranya supaya Zein tidak merasa kecewa atau marah karena kehadiran Jeremy yang tidak seharusnya.
Untuk mencairkan suasana agar terasa lebih hangat dan intim, Senja berusaha menyenangkan hati Zein dengan ketulusan cintanya bukan sekedar berpura-pura hanya untuk menyenangkan semata-mata.
Sambil menikmati hidangan lezat yang ada dihadapan mereka, Senja tak lepas senyum manis dari bibirnya.
" Zein, terima kasih ya, untuk hari ini sangat menyenangkan! ucap Senja.
" Cukup kamu tunjukkan kasih sayang dan cinta lewat tindakan dan perbuatan saja. Sehingga kita bisa saling merasakannya.! ucap Zein cukup bijaksana hari ini.
Senja pun mengangguk bahagia dengan senyuman merekah di bibirnya yang ranum itu.
Zein meriah jari jemari Senja. Menggenggamnya dengan erat dan hangat. Senja bisa merasakan betapa pria dihadapannya saat ini telah berusaha menunjukkan rasa cintanya
kepadanya. Dan tentu saja hal itu sangat membahagiakan hati Senja.
Dan Senja telah berjanji dalam hatinya tidak akan menyia-nyiakan perhatian dan kasih sayang dari Zein.
Sedangkan Jeremy sedang termenung dan merenung di dalam kamarnya. Bayangan Senja dengan gaun pengantin yang dikenakan olehnya tadi benar-benar menggoda hatinya. Tidak disangkanya Senja kembali berhasil memporak-porandakan hatinya.
__ADS_1
Padahal seperti yang sudah diketahuinya hubungan antara Senja dan Zein bukan sekedar hubungan kekasih semata.
Beberapa hari ke depan Senja akan menikah dengan Zein. Tapi entah mengapa tidak ada kerelaan di hatinya. Dia tidak ikhlas untuk melepaskan Senja. Dia sudah melakukan kebodohan dua kali. Melepaskan Senja tanpa berusaha untuk memperjuangkanya.
Dan kini dia malah semakin tidak rela melihat Senja akan bersama dengan pria lain di pelaminan. Semakin tidak rela mengetahui jika Senja akan mengikrarkan janji pernikahan di altar suci.
Hatinya yang terdalam seakan memberontak. Dan juga menyalahkan kebodohannya sendiri yang telah melukai hati Senja tanpa sengaja.
Jika dia merasa frustasi untuk saat ini itu adalah hal yang wajar.
Lalu bagaimana selanjutnya? Apa yang harus diperbuatnya? Meski dia sudah menabuh genderang perang untuk bertarung melawan Zein untuk mendapatkan cinta Senja kembali, bukanlah suatu hal yang mudah.
Karena dia paling mengetahui seperti apa karakter seorang Senja. Dia tipe wanita yang setia dan bertanggung jawab. Hatinya yang lemah lembut tidak bisa melukai orang lain. Jadi mana mungkin Senja akan dengan mudahnya melepaskan Zein demi dirinya.?
Senja pasti akan lebih memilih untuk setia kepada Zein. Tapi setidaknya dia ingin berusaha untuk yang terakhir kalinya. Cerita cinta diantara mereka dulu sangat mendalam dan membekas. Mungkin masih ada jejak-jejak cinta yang tersisa di hati Senja.
Jeremy pun bangkit dari tempatnya. Dia sudah memutuskan untuk menemui Senja lagi. Apapun yang terjadi. Tidak lah salah memperjuangkan cinta yang kita rasakan sebagai cinta yang sejati. Bila nantinya memang cinta itu tak lagi bisa kembali seperti dulu lagi maka barulah dia akan menyerah.
Sebelum janur kuning melambai, sebelum janji suci di ikrarkan di atas altar yang suci maka masih ada kesempatan baginya untuk memperjuangkan cintanya. Jeremy mengganti pakaiannya dan segera bergegas untuk menemui Senja. Kesempatan yang terakhir tetapi bukan akhir dari segalanya. Meski keyakinannya untuk mendapatkan cinta Senja kembali tidak lagi penuh seratus persen.
" Jangan menyerah sebelum berjuang Jeremy. Setidaknya Senja bisa melihat ketulusan cintamu. Berdoalah semoga Tuhan masih memberimu kesempatan kedua untuk menjadi kekasih Senja. Yang akan mencintai dan menyayanginya dengan sepenuh hatimu.! Jeremy berbicara dan memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Dengan percaya diri Jeremy melangkahkan kakinya. Tetapi dia juga sudah menyiapkan dirinya untuk menerima kenyataan jika nantinya cintanya akan ditolak kembali oleh Senja. Untuk itu Jeremy sudah menguatkan hatinya.
Jeremy pun menghubungi Senja lewat ponselnya. Dia mengirimkan pesan kepada Senja agar bersedia menemuinya. Jika berkenan mungkin ini adalah pertemuan yang terakhir kalinya. Jeremy berharap Senja bersedia menjawab dan mau menemuinya. Setelah pesan terkirim, Jeremy mulai harap-harap cemas. Dia tahu Senja tidak akan tega untuk menolaknya. Tetapi dia juga ragu Zein akan mengijinkan Senja untuk menemuinya lagi.
Dia tahu pria itu tidak menyukainya sama sekali.
Dengan penuh kepasrahan Jeremy melangkahkan kakinya. Sekarang semuanya berserah kepada kehendak sang Maha Kuasa. Berharap pada restu semesta.
__ADS_1
Tuhan sayang.