Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Dua Malaikat.


__ADS_3

Semenjak kecelakaan yang menimpa Zein dan Senja, Jeremy semakin akrab dan dekat dengan Zein. Setiap kali ada kesempatan dan Jeremy tak ada kesibukan dia pasti akan muncul di rumah Zein. Dan Zein sendiri yang dulunya tidak begitu senang jika Senja kembali dekat dengan Jeremy kini hanya merasa biasa saja. Rasa cemburu yang dulu mempropokasi dirinya untuk menjauhkan Senja dan Jeremy sepertinya sudah lenyap tak berbekas. Mungkinkah karena begitu setianya Jeremy merawat dan menjaga mereka berdua ketika saat berada di rumah sakit. Sehingga kontak batin mereka semakin kuat dan erat.


Sore hari ini nampak cerah berwarna jingga. Senja dan Zein sedang menikmati sunset dari atas balkon kamar tidur mereka. Senja yang membaringkan dirinya di atas tubuh Zein mencoba merasakan kedamaian alam semesta yang menawarkan keindahannya. Suasana yang romantis semakin menambah kemesraan bagi pasangan manapun.


" Ting...nong...Ting...nong ...! Bunyi bel rumah mengalihkan perhatian Zein untuk sejenak.


" Siapa yang bertamu sore begini? tanya Zein dalam benaknya. " Oh mungkin itu Jeremy! jawabnya sendiri. Tak lama kemudian terdengar suara pintu kamar diketuk dari luar.


" Tok...tok..tok...! Senja pun bangun dari atas tubuh Zein agar Zein bisa bangkit dari tempatnya dan pergi membukakan pintu untuk Jeremy.


" Hy bro! sapa Jeremy setelah Zein membukakan pintu untuknya.


" Ya bro! balas Zein. Kemudian mereka saling merangkul sejenak.


" Gimana kabarnya? tanya Jeremy. Padahal baru kemarin mereka bertemu.


" Semakin membaik. Seperti yang kamu lihat! jawab Zein memperlihatkan seluruh dirinya kepada Jeremy.


"Yuk masuk! ajak Zein.


Di ruang tamu khusus itu memang sebenarnya di peruntukkan Zein dan Senja untuk menghabiskan quality time bersama karena sepanjang hari mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Tapi karena Jeremy sudah dianggap seperti keluarga sendiri maka tempat itu juga diperuntukkan untuk Jeremy jika dia datang bertamu.


" Hy Jer! sapa Senja dari tempat duduknya.


"Yaa Senja! balas Jeremy.

__ADS_1


" Gimana pekerjaan kamu? tanya Senja lagi.


" Berjalan dengan baik.! jawab Jeremy optimis.


" Baguslah! balas Senja tak lupa memperlihatkan senyum manisnya.


Jeremy duduk di sofa kemudian Zein bergabung bersamanya.


" Kamu kelihatan lelah hari ini.! ujar Zein dengan perhatian.


" Ya, ada pekerjaan yang harus diselesaikan sore ini. Hanya tidak ingin mengecewakan klien bisnis saja jadi saya harus turun tangan langsung.! cerita Jeremy.


" Jadi kamu sudah memutuskan untuk fokus dengan perusahaan mu di Indo? tanya Zein. Selama ini Jeremy memang lebih fokus dengan pekerjaannya di luar negeri. Namun semenjak peristiwa itu dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus perusahaan keluarganya di Indo.


" Sepertinya aku akan melanjutkan bisnis keluarga disini saja. Aku sudah serahkan perusahaan ku di German kepada temanku disana.! jawabnya.


" Ya. Sangat yakin. Ditambah dengan peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini yang seakan menghalangiku untuk kembali ke sana. Mungkin sudah ditakdirkan kalau aku harus berada di sini untuk menjaga kalian.! jawab Jeremy dengan penuh keyakinan.


Mendengar perkataan Jeremy, Zein tersenyum lucu. Terdengar lucu memang tapi itulah faktanya. Lalu Senja ikut bergabung bersama mereka.


" Tapi sayang kalau kamu harus melepaskan perusahaan yang kamu rintis sendiri dari nol.! ucap Senja menyambung ucapan Zein.


" Tapi memang harus ada yang dikorbankan. Karena ternyata tidak semua bisa kita raih.! jawab Jeremy.


" Iya kamu benar. Dalam hidup ini ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki sekalipun kita menginginkan nya.! sambung Zein membenarkan ucapan Jeremy. " Tapi hingga saat ini aku sangat bersyukur karena apapun yang aku inginkan pasti bisa aku dapatkan! ucap Zein dengan bangganya. Menyombong sedikit tidak apalah.

__ADS_1


" Hemm.. yalaah... Untuk saat ini kamu memang cukup beruntung. Tapi jangan lupa kamu hampir saja kehilangan semuanya! ujar Jeremy mengingatkan Zein.


" Ya. Aku pasti tidak akan melupakan itu. Dan satu hal yang pasti aku berhutang budi padamu bro. Mungkin ini adalah hutang yang takkan bisa aku bayar seumur hidupku. Thanks bro kau memang malaikat! Zein terlihat sangat serius sekali. Kata-kata nya memang benar. Jeremy yang sudah melakukan banyak hal untuknya dan juga Senja selama mereka berdua koma. Pengorbanannya sangat besar dan mungkin memang tak bisa di balas dengan apapun.


" Ahh, aku tidak melakukan apapun. Sudah seharusnya aku melakukannya.! ucap Jeremy merendah.


" Tapi kami sungguh bersyukur Jer, karena kamu hadir dalam hidup kami. Terlebih diriku. Kau memang malaikat. Bagiku kalian berdua adalah malaikatku! ucap Senja menambah keharuan ditengah percakapan mereka malam ini.


" Kalian terlalu berlebihan. Apa yang kulakukan itu hanya hal biasa. Siapapun bisa melakukannya! ucapnya bukan bermaksud untuk menyombongkan diri.


" Tapi tidak semua orang bisa melakukannya dan dari mereka yang bisa melakukannya tidak banyak yang mau melakukannya! ucap Senja layaknya seperti orang bijak.


" Wahh... ternyata istriku semakin bijaksana sekali! puji Zein memberi reaksi. Lainnya hal nya Jeremy yang menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tanda rasa kagumnya.


" Eiih.... kalian berdua jangan membuat saya jadi malu! ujar Senja menjadi malu.


" Kenapa malu sih sayang. Sama suami sendiri malu. Jeremy juga bukan orang asing. Sebagai suami tidak salah kan memuji dan mengagumi istrinya! ucap Zein.


" Yup.... Benar kata Zein. Sebagai sahabat sekaligus mantan kekasih, aku juga kagum sama kamu! Jeremy turut menyambung perkataan Zein.


" Ya ....ya..ya... Baiklah...baiklah. Dalam hal ini kalian berdua selalu kompak. Jadi aku tak perlu berdebat. Aku pasti kalah! balas Senja. Lalu keduanya tertawa setelah mendengar perkataan Senja.


Betapa bahagianya melihat kedua pria dewasa itu begitu dekat dan akrab. Peristiwa demi peristiwa ternyata mampu mendewasakan sikap dan karakter seseorang ke arah yang lebih baik. Meski dulu mereka pernah bersaing demi memperebutkan cinta seorang wanita yang sama-sama mereka sukai. Tapi lihatlah kini mereka berdua dengan begitu akrab dan hati yang penuh persaudaraan, seakan mereka sedang bersepakat untuk selalu menjaga dan melindungi wanita yang mereka sayangi dengan cara mereka masing-masing.


Mungkin bagi pemikiran sebagian orang mengenai hubungan diantara mereka bertiga adalah sesuatu yang berbeda dengan hubungan pada umumnya. Tentu saja menimbulkan beberapa reaksi yang sulit untuk dipercaya atau dimengerti. Bayangkan persahabatan diantara mereka yang cukup unik itu bisa berjalan dengan begitu baik. Antara mantan kekasih dan rival cinta yang tidak mungkin untuk dipersatukan. Mengingat persaingan yang pernah ada diantara mereka. Bagi kebanyakan orang itu adalah hal yang mustahil. Bagaimanapun perasaan yang pernah ada tak sepenuhnya itu terhapus dari dalam hati.

__ADS_1


Bagaimana jika mereka sedang bercanda dan tak sengaja rasa itu kembali muncul dan terungkap dihadapan yang lain, bagaimana mereka bisa mengatasinya? Karena sangat jelas hati, perasaan dan cinta adalah hal yang tidak dapat dipaksakan atau pun ditolak kehadirannya. Tapi untuk saat ini beginilah hubungan yang sedang mereka jalani untuk saat ini. Dan tentunya hal ini memberikan kebahagiaan bagi mereka. Dalam hidup ini bukankah kebahagiaan yang kita cari. Tapi tak selamanya kebahagiaan yang kita harapkan dan kita rasakan adalah kebahagiaan yang sejati.


__ADS_2