Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Kejujuran Hati.


__ADS_3

Zein sedang memasuki sebuah ruangan kantor tempat Senja bekerja. Pagi ini sebenarnya dia ada janji meeting dengan Direktur perusahaan WO. Tatapannya tidak lupa melirik ke arah Senja yang sudah duduk manis diruangannya. Selain bertemu dengan sang direktur, Zein memang bermaksud untuk menjumpai Senja. Senja terlihat begitu sibuk dengan tanggung jawabnya. Ya karena ini adalah hari-hari terakhirnya bekerja di perusahaan.


Zein membuka pintu lalu masuk ke ruangan si boss dan menutupnya kembali. Urusan bisnis dan kerja sama yang sebelumnya telah disepakati bersama perlu beberapa hal yang harus diselesaikan. Sehingga kerja sama tersebut dapat berjalan dengan lancar dan saling menguntungkan kedua belah pihak.


Kurang lebih 45 menit Zein bersama dengan si boss keluar dari ruangan itu. Si boss nampak melangkah ke arah meja kerja Senja. Senja yang masih sibuk dengan pekerjaannya tidak memperhatikan kedatangan si boss.


" Senja! panggil si boss.


Senja pun menjawab dan menoleh ke arah si boss. " Iya pak? pandangannya tak sengaja melirik ke arah sosok di samping si boss. Sedikit terkejut dia tidak menyangka jika sosok tersebut adalah Zein.


" Tuan Zein meminta saya untuk mengijinkan kamu untuk keluar menemaninya sebentar. Ada yang mau dibicarakan tentang masalah pekerjaan dan beberapa hal penting lainnya! ucap si boss.


Senja mengangguk tanda setuju. Segera dibereskannya pekerjaannya. Setelah semua terlihat rapi Senja pun beranjak dari sana dan mengikuti langkah Zein dari belakang.


" Kenapa tiba-tiba dia bisa muncul disini ya? Bukannya tadi dia bersama seorang wanita cantik? tanyaku pada diriku sendiri.


Aku hanya terdiam dan membiarkan kakiku mengikuti langkah Zein. Karena dia juga sepertinya tidak ada minat untuk berbicara untuk saat ini.


" Kira-kira tadi dia dan si boss membicarakan tentang apa ya? Aku jadi penasaran nih! benakku terus bertanya-tanya karena penasaran dan rasa ingin tahu.


Zein terus saja melangkah tanpa menoleh sedikitpun ke arahku.


Aku seperti seseorang yang sedang mengekor dari belakang. Tubuhnya yang tinggi besar menutupi tubuhku yang kecil sehingga tidak kelihatan dari depan. Langkah kakinya yang panjang membuat kakiku harus berlari kecil agar tidak ketinggalan jauh di belakang. Tiba-tiba saja dia berhenti dan membuat tubuhku tidak bisa berhenti dengan refleks. Yang pada akhirnya aku harus menubruk punggungnya yang tegap.

__ADS_1


" Aduhhhh,! ringisku mengaduh kesakitan karena benturan yang cukup keras.


Zein pun berbalik, lalu diraihnya tanganku dan digenggamnya lembut. Wajahnya yang masih datar dari tadi berubah jadi tersenyum hangat dan mesra.


"O.. o.. ada apa gerangan? seru dalam hatiku.


Tanpa kata-kata dia menarik tubuhku dalam pelukannya.


"Oopss!! jantungku berdegup tak menentu.


Tubuh itu terasa hangat. Dada bidangnya begitu perkasa namun terasa lembut dan hangat. Kepalaku dibenamkannya dalam pelukannya. Detak jantungnya yang terdengar lemah berdetak dengan cukup kencang. Baru kali ini aku mendengarkan detak jantung seseorang dengan begitu jelas.


Setelah mungkin merasa puas memeluk, dia pun melepaskan pelukannya dan menarik tanganku untuk berjalan disampingnya. Kami pun berjalan beriiringan keluar dari kantor menuju mobil yang ada diparkiran.


Mudah-mudahan saja tidak ada mata yang salah pandang ketika kami beradegan peluk-pelukan seperti teletubies.


Ketika berada di dalam mobil pun, kami hanya membisu. Tidak ada satu patah katapun keluar dari mulut kami berdua. Kami seperti sedang berlomba diam.


Aku tidak tahu kemana arah tujuan kami sekarang. Aku hanya pasrah saja kepada sang sopir yang mengendarai mobil.


Selang beberapa menit mobil berhenti disebuah pertokoan. Toko Desain Pakaian Pengantin!


"Toko pakaian pengantin ? tanyaku sedikit heran dalam benakku.

__ADS_1


Zein keluar dari mobil terlebih dahulu, kemudian dia membukakan pintu untukku. " Ternyata dia romantis juga! pujiku dalam hati.


Kami memasuki toko tersebut. Sepertinya toko itu cukup high class. Pakaian pengantin yang dipajang disana terlihat sangat mewah dan bermerek. Diriku agak sedikit canggung dan malu. Karena tidak terbiasa dengan lingkungan seperti ini.


Dua orang wanita pelayannya segera menjumpai kami dan menyambut kami dengan sangat ramah.


Zein langsung meminta kedua wanita itu untuk menunjukkan padaku model desain baju pengantin yang bagus dan indah.


Kedua wanita itu langsung membawaku masuk ke sebuah ruangan lain di dalam ruangan itu. Dan ternyata didalamnya terpajang model baju-baju pengantin yang sangat-sangat indah dan mewah.


Aku yang masih terkejut dengan tindakan Zein yang tiba-tiba mengajakku fitting baju pengantin, semakin terkejut melihat baju-baju pengantin yang pastinya harganya sangat tidak murah.


Aku jadi bingung sendiri untuk apa aku ada di tempat ini. Sedangkan kedua wanita pelayan toko itu tak henti-hentinya menawarkan kepadaku berbagai macam model pengantin mana yang aku sukai.


Dalam kebingunganku, Zein datang menghampiriku dan membisikkan sesuatu ditelingaku.


" Kamu tidak perlu ragu untuk memilih baju yang harus kamu pakai untuk pesta pernikahan kita nanti. Kamu terlihat cantik memakai baju model apapun!


"Ohhhhhh... hati siapa sih yang tidak meleleh dipuji seperti itu!


Aku tersipu malu, wajahku terasa sedikit panas dan memerah karena malu. Apakah itu benar-benar pujian atau hanya sekedar basa-basi tidak perlu kuhiraukan.


Zein pun berkata lagi dengan suara pelan dan lembut sambil memegang kedua pundakku dari belakang, " Aku berkata jujur, kamu tidak hanya cantik tapi juga manis. Dan hatimu juga baik. Itulah mengapa aku memilih kamu untuk menjadi pendampingku. Kesalahan yang terjadi diantara kita mungkin itu adalah jalan Tuhan untuk mempertemukan kita dan menyatukan kita."

__ADS_1


Jujur sejujurnya, hatiku tidak dapat mengungkapkan betapa bahagianya aku saat ini. Hanya rasa syukur dan terima kasih kuungkapkan lewat doa dalam hati kepada Sang Khalik yang memberiku anugerah terindah ini dalam hidupku.


__ADS_2