Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Part 2


__ADS_3

Part 2


Alina memaksa ingatannya kembali sebelum ia terdampar di ranjang mewah itu.


Sebelumnya Alina sedang berada di tempat kerjanya Di sebuah cafe kecil dekat dengan tempat kampusnya .


Lalu manager cafe tempatnya bekerja menyuruh mengantarkan pesanan untuk seorang di hotel tidak jauh dari tempatnya bekerja , hanya berjarak beberapa blok saja .


Hingga ia benar benar lupa bagaimana ia telah berakhir disini dengan pria ini .


"Namaku Endrew .." suara berat yang terdengar manis itu mengalun memenuhi pendengaran Alina , pria itu sedang menatapnya lembut namun entah kenapa Alina takut padanya , Alina merenggut tubuhnya mundur dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal .


Pria itu memicingkan matanya melihat tingkah gadis nya .


"Jangan takut padaku .. aku menginginkanmu " ucapnya kemudian menarik ujung rambut gelombang Alina dan menciumnya ringan .


"Jangan menyentuhku .. " Gertak Alina saat Andrew menyapukan rambut kehidungnya .


"Kenapa , kau milikku apa yang salah dengan aku menyentuhmu sayang?" -Andrew


"Aku bukan milikmu dan tidak akan pernah menjadi milikmu ,, ingat itu tuan !" Bentak Alina pada Andrew merasa frustasi dengan apa yang di hadapinya sekarang , ia hanya punya dirinya sendiri dan kehormatan yang ia jaga kini telah direnggut paksa oleh pemuda yang bahkan ia tidak kenali


"Tidak , jangan menolakku .. aku tak menerima penolakan dalam bentuk apapun "tegas Andrew


"Ceh .. aku tidak peduli__" tantang Alina berusaha memberanikan diri menatap pria di sampingnya dengan tajam .


Ia akui pria yang mengaku bernama Andrew itu lebih dari tampan , tubuhnya yang tegap dengan Proporsi badan yang amat sangat bagus . Tinggi badanya yang berbanding terbalik dengannya yang kecil dan mungil . Namun Alina menutup seluruh Indra perasa dalam diri dan hatinya terhadap Andrew, bagaimana pun Andrew telah merusak dirinya , merusak diri Alina hingga ke dasar apa yang perlu Alina kagumi dari sosok pria kejam itu . Alina berpikir dalam hati dan berjanji akan membuat hatinya tak tersentuh oleh pria itu .


Dengan gerakan cepat dan tiba -tiba Andrew bangkit dan menindih tubuh Alina , mengukungnya dengan kedua tangganya yang kuat .


Alina memberontak dengan sekuat tenaga , mendorong dada bidang Andrew yang dirinya pun tahu tubuh tegap itu tak bergeser seincipun dari atas tubuhnya malah Andrew semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Alina hingga Alina merasa sesak dengan beban badan Andrew ..


"Apa yang kau lakukan huh .. mau membunuhku?" Desis Alina masih mencoba melepaskan diri dari kukungan Andrew .


"Tidak .. tidak akan pernah aku melenyapkanmu , kau milikku .. kau milikku " balas Andrew tajam menatap Alina , menghujaninya tepat ke manik mata almond Alina yang sendu.


Andrew menyadari tatapan memohon Alina dengan harga dirinya yang tersisa , sendu matanya yang entah__Andrew tak bisa menjabarkannya dengan jelas .

__ADS_1


Di sana Andrew melihat kebencian


Yang kental untuk dirinya , namun Andrew pun tak menyangkal ada setitik harapan sendu dalam mata itu . Mata yang membuat Andrew terpukau dan lupa diri , mengejar gadis itu hingga ketitik penyerahannya semalam .


"Ceh .." Alina berdecih mendengar pengakuan kemilikan Andrew atas dirinya


"Lepaskan aku__ini berat " lanjut Alina setelah berdecih dan mencoba mendorong dada bidang Andrew .


"Ah Yaa .. aku lupa dengan tubuhmu yang mungil ini " ucap Andrew tanpa tahu malu menatap Alina dari atas hingga bawah . Lalu mengangkat tubuhnya menyangganya dengan kedua lengannya agar tak menyakiti gadis di bawahnya , mata legamnya menatap tepat ke manik Alina sambil menyunggingkan senyum nya .


Sejenak Alina terpana dengan senyum itu , senyum yang teduh untuk pria tampan dan sempurna .


Ah___tapi tidak , Alina langsung mengalihkan pandangannya kearah samping enggan mengakui itu semua , meski dadanya berdebar tak tahu malu .


Memilih memejamkan mata dan berpikir untuk segera pergi dari sana secepat mungkin dan melupakan semua mimpi buruk yang tengah terjadi .


"Biarkan aku pergi .. ak___aku mohon , aku janji tidak akan menuntut apapun setelah aku pergi"


Dengan bibir bergetar menahan tangisnya Alina berusaha memohon pada Andrew .


"Tidak Alina __kau milikku dan selamanya akan tetap begitu , aku Takan melepasmu " balas Andrew setelah sekian detik dia bungkam dengan menelan seluruh amarahnya sendiri , bagaimana bisa Alina menggap semua hanya mimpi , sedangkan Andrew memuja seluruh dari diri Alina tanpa ampun ,


Sejak pertemuannya yang pertama itu.


Pertemuan yang menyisakan rasa penasaran yang membuat dada Andrew sesak tak berujung sebelum ia mendapatkan gadis itu .


.


.


"Kau ... Kenapa kau membawa ku pada jurang kesialan ini ?


Apa salahku padamu____?" Alina meronta dalam kukungan Andrew ia merasa sudah tak ada harganya lagi , entah kenapa ia mudah sekali di jebak dan dimanfaatkan banyak orang .


"Apa yang kau cari dari ku___ aku .. aku bahkan tak memiliki apapun selain kehormatan dan harga diriku yang kau renggut dengan paksa " Alina terus saja menangis , meratapi nasibnya yang entah kenapa selalu saja buruk sedari ia lahir . Harusnya ia tak dilahirkan saja kedunia jika hanya untuk menjalani kehidupan yang begini menyesakan .


"Stttt ... Tenang Alina , aku minta maaf untuk semuanya . Tapi aku tak pernah menyesal telah melakukannya . Karena aku benar-benar menginginkan mu " balas Andrew lembut lalu mencium kening Alina membagikan rasa empati yang justru menurut Alina itu benar-benar menjijikan .

__ADS_1


"Jangan menyentuhku lagi tuan ... Sudah aku katakan aku bukan milikmu dan itu untuk selamanya ..." Tegas Alina sambil menyingkirkan tubuh Andrew dari atas tubuhnya


Sejenak Andrew tertegun , lalu bangkit dari tubuh kecil Alina dan memakai pakaiannya yang berserakan di lantai .


"Aku .. akan menikahi mu Alina jika itu yang kau takutkan , aku tak akan melepasmu sebelum aku sendiri yang ingin melepasmu pergi ..." Ucap Andrew setelah berpakaian


"Bersihkan badanmu ___" titahnya menunjuk arah kamar mandi pada Alina.


Lalu pergi begitu saja dari sana tanpa mengucapkan apapun lagi


.


.


.


Andrew pergi keruang kerjanya yang terletak dilantai bawah rumahnya memikirkan gadis yang 48 jam terakhir mengisi seluruh rongga pikirannya.


Ia bertanya untuk menikahi gadis itu agar Alina menjadi miliknya .


Andrew meraih ponselna dan mulai menghubungi seseorang di sana


"Sam urus berkas pernikahan ku dengan Alina .. Aku ingin besok itu sudah siap "ucap Andrew tegas pada asistennya


"baik Tuan __ bagaimana dengan teman-teman nona tuan , apa saya harus mengurusnya?" tanya Sam pada Andrew untuk memastikan langkahnya


"Kau yang paling tahu apa yang aku inginkan Sam .. " jawabnya singkat memperjelas bahwa tak ada yang harus Sam tanyakan


"baik Tuan muda ___ saya akan segera mengurus semuanya untuk anda dan nona Alina" jawab Sam kemudian , sepuluh tahun ia mendampingi Andrew menjadi asisten pribadi pria itu , Sam sudah hafal dengan semua kemauan pria itu .


keinginan yang harus terlaksana tanpa ada kecacatan .


...


...


by__flyingdream

__ADS_1


__ADS_2