
...aku ingin menjadi terang untuk menghalau gelap dalam hatimu,...
...aku ingin menjadi air untuk penawar dahagamu,...
...aku ingin menjadi embun untuk menyejukkan jiwamu,...
...aku ingin menjadi tangan untuk merangkul kebahagiaanmu,...
...aku ingin menjadi mata untuk melihat indahnya cintamu,...
...aku ingin menjadi segalanya untuk kehidupanmu,...
...tapi aku hanyalah seseorang yang bisa memberi cinta dengan segala kekuranganku.........
Senja yang sudah tidak bekerja lagi karena Zein memintanya untuk fokus mempersiapkan pernikahan mereka, lebih banyak menghabiskan waktunya menyepi di dalam kamar. Menggoreskan tinta penanya di buku puisinya. Sudah beratus ribu kata yang dituliskannya dalam buku itu.
Atau terkadang Senja menghabiskan waktu bermain di taman bersama seekor kucing atau anjing milik orang yang ada disekitar kompleks tempat tinggal mereka.
Seperti sore ini, Senja nampak bahagia bermain di taman.
Senja Aurora
Bermain bersama mahluk-mahluk menggemaskan ini membawa kebahagiaan yang sulit untuk diungkapkan. Soul Healing.
Senja bisa menghabiskan waktu yang lama jika sedang bersama-sama dengan mahluk Tuhan yang paling lucu itu.
Saat sedang bermain, Senja sangat bahagia sekali. Sungguh sangat bahagia. Hatinya yang lembut dan penuh cinta membuatnya mampu mencintai apa saja dengan tulus. Baginya mencintai itu tidak terbatas pada sesuatu.
Saat sedang asyik bermain dengan makhluk-makhluk menggemaskan itu, Senja dikejutkan dengan kehadiran Anneth di tempat itu.
" Kamu ? Sapa Senja.
" Ya, saya ! jawab Anneth.
Anneth Priscilla Lim
" Siapa kamu sebenarnya? Mengapa sepertinya kamu sangat benci dengan saya. Padahal kita tidak saling mengenal! ucap Senja.
" Kamu memang tidak tahu siapa saya. Tapi saya tahu siapa kamu! jawabnya dingin.
Senja pun bertanya lagi dengan rasa penasaran " Kamu mengenal saya?
Anneth tersenyum. Tapi senyum sinis.
" Ternyata keberuntungan masih berpihak padamu! ucapnya seakan mengejek.
" Tak perlu khawatir, karena aku baik-baik saja. Kamu lihat kan, aku tidak kenapa-kenapa ! Senja pun membalasnya dengan sarkas.
" Tapi keberuntungan tidak selalu datang berkali-kali. Anggap saja kemarin hanyalah sebuah peringatan! ucapnya seolah mengancam.
" Kamu mengancam saya ? Tapi atas dasar apa? Kita tidak punya masalah karena kita tidak saling mengenal dan saya merasa tidak pernah berbuat sesuatu yang jahat kepada orang lain. Apalagi kamu! Ucap Senja mengingatkan wanita itu.
Namun belum sempat Anneth membalas perkataan Senja, Zein muncul disana.
__ADS_1
Zein Arkarna Hanggono
" Senja....!! panggilnya.
Senja dan Anneth sama-sama menoleh ke arah suara itu.
Senja tersenyum ketika melihat siapa yang memanggil namanya itu.
Justru sebaliknya Anneth terkejut. Melihat Zein yang muncul tiba-tiba membuatnya spot jantung. Dia tidak menyangka Zein akan muncul disaat ini. Tanpa menunggu waktu lagi dia mencoba untuk kabur dari sana.
Namun Zein telah melihat wajahnya. Zein tidak kalah terkejutnya melihat Annette bersama dengan Senja di tempat itu.
Melihat Anneth yang telah kabur, Senja berteriak-teriak memanggilnya berusaha untuk menghentikannya.
" Hei, kenapa kamu pergi ? Tunggu, jangan pergi, aku belum selesai bicara.?!
Anneth tidak memperdulikan teriakan Senja. Sekarang adalah waktunya untuk kabur.
Zein berjalan mendekati Senja yang masih berdiri memandang Anneth yang telah kabur menghindarinya.
" Sayang, apa yang kamu lakukan disini ? Dan kenapa kamu bisa bersama dengan wanita itu ? Tanya Zein dengan nada yang kurang mengenakan.
" Aku hanya main-main saja disini. Dan aku tidak tahu siapa wanita itu, tapi dia sepertinya benci kepadaku !
Zein mencoba melihat ke arah Anneth kabur tadi. Ternyata sudah menghilang dari sana. Entah kemana dia pergi.
" Kenapa dia menemui kamu? Tanya Zein kemudian.
" Aku tidak tahu. Kami hanya kebetulan bertemu di sini saja. Tapi kami sudah pernah bertemu sebelumnya.! jawab Senja.
" Aku tidak mengenal dia ! jawab Senja sambil menggelengkan kepalanya.
" Ouhh...! ucap Zein sambil menganggukkan kepalanya.
" Tapi......! Senja terdiam panjang
" Tapi apa ? Zein penasaran dengan ekspresi Senja.
" Sebenarnya wanita itu yang pernah bersamaku waktu itu di bukit Kasih. ! Ucap Senja akhirnya.
" Maksud kamu? Zein kaget.
" Dia wanita yang bersama denganku di bukit kasih hari itu. Dan dia yang telah mendorongku waktu itu dari atas bukit.! Senja akhirnya berterus terang.
Dan Zein benar-benar sangat terkejut kali ini.
" Apa yang kamu katakan itu benar ? Tanya Zein memastikan.
Senja pun bingung melihat ekspresi Zein yang seakan tidak percaya dengan omongannya itu.
" Maksud kamu aku berkata bohong? Tanya Senja memperjelas.
" Bukan sayang. Aku tidak bermaksud berkata-kata begitu ! ucap Zein membela dirinya.
" Atau kamu mengenal wanita itu ya? Karena aku bisa melihat ekspresi wajahnya ketika melihat kamu datang. Dia begitu terkejut ketika melihat kamu muncul tiba-tiba begitu. !
__ADS_1
Zein menarik napas panjang. Bagaimana dia harus menjawabnya ? Dia ragu untuk menjawab karena takutnya Senja akan salah paham kepadanya.
" Tapi, kamu kenapa ada disini sih sayang.? Di sini kan ramai, dan kamu sendirian. Kalau terjadi apa-apa bagaimana? Lain kali kalau mau pergi kemana-mana minta untuk ditemani ya, jangan pergi sendirian! ucap Zein mengalihkan topik pembicaraan.
" Kamu belum jawab pertanyaan saya Zein ? ujar Senja
" Eheemm..! Zein pun berpura-pura batuk.
" Sebenarnya wanita itu, teman saya dulu ! jawab Zein dengan nada yang sedikit meragu.
" Teman?? atau lebih dari teman ? kejar Senja yang sudah mulai curiga kepada Zein.
" Sebenarnya...... Dia mantan pacar saya !? Zein akhirnya mengatakan sejujurnya.
" Mantan pacar? Ouhh, pantes saja dia benci sama aku. Ternyata dia menyimpan dendam karena kamu tinggalkan dia ?
" Bukan aku yang meninggalkan dia, tapi dia yang meninggalkan aku.! jelas Zein yang membuat Senja semakin menaruh curiga.
" Dia yang meninggalkan kamu ? Artinya kamu masih menyimpan rasa kepadanya ?
" Bukan... bukan... bukan begitu sayang. Aku tidak punya rasa apapun lagi dengannya. Aku tidak mencintainya lagi sama sekali. Dia hanya sekedar masa lalu saja. Tidak lebih. Percayalah samaku sayang. ! Zein berusaha meyakinkan Senja.
" Tapi sepertinya wanita itu masih menginginkan kamu! Karena itu sepertinya dia berusaha untuk melenyapkan diriku supaya bisa mendapatkanmu kembali !
Zein lalu memeluk Senja.
" Tidak sayang. Hal itu tidak akan mungkin terjadi. Sampai kapanpun aku tidak akan kembali kepadanya. Karena aku hanya mencintaimu. Aku hanya akan menjadi milikmu, dan kamu hanya akan menjadi milikmu ! tegas Zein.
Senja pun terdiam sejenak. Jika dipikir-pikir, kisah cinta mereka memang hampir sama. Dia dengan Jeremy pun mengalaminya. Dan sekarang Zein dengan mantan kekasihnya itu.
" Kenapa hubungan kita seakan-akan tidak lepas dari banyaknya halangan dan rintangan.!? keluh Senja.
Zein yang masih memeluk Senja semakin mengeratkan pelukannya.
" Itu mungkin hanya sekedar untuk menguji kekuatan cinta kita sayang. Kamu tidak perlu takut atau khawatir, aku tidak akan pernah berpaling dengan wanita manapun. Aku sudah memberikan hatiku sepenuhnya untukmu! Ucap Zein meneguhkan hati Senja.
Senja mengangkat kepalanya dan menatap wajah Zein lalu berkata kepada kekasih hatinya itu.
" Aku tidak meragukan kamu jika suatu saat kamu akan meninggalkan diriku. Tapi aku meragukan diriku sendiri yang tidak bisa bertahan menghadapi tantangan ini kelak.! ujar Senja.
Zein menangkup wajah Senja dengan kedua tangannya. Ditatapnya lekat netra bening Senja. Lalu dia berkata kepada kekasih hatinya itu.
" Aku akan selalu bersama mu sayang. Aku tidak akan membiarkanmu sendirian menghadapi semua ini. Karena jika kita selalu bersama-sama saling mendukung, saling percaya dan saling setia maka aku yakin tantangan apapun pasti bisa kita hadapi. Yang penting kamu bersedia berjalan bersama denganku. Jangan pernah melepaskan tanganmu dariku !
Mendengar perkataan Zein, ada rasa tenang dalam hati Senja. Senyum indah terpancar dari bibir mungilnya.
Lalu tanpa diminta, Senja mengecup bibir Zein. Mendapat perlakuan romantis dari Senja, membuat jantung Zein tiba-tiba berdetak kencang. Tidak biasanya Senja bersikap romantis terlebih dulu. Zein pun tidak akan membiarkan kesempatan ini berlalu begitu saja.
Zein pun membalas kecupan manis Senja dengan ciuman hangat dan mesra. Yang tentu saja disambut dengan mesra oleh Senja. Dia yang telah memancing singa tidur dari peraduannya. Maka dia harus menyambutnya kembali dengan senang hati.
Maka keduanya larut dalam ciuman hangat yang memabukkan kedua insan yang sedang dilanda asmara itu.
Tak peduli lagi dengan tatapan orang-orang yang lalu lalang di tempat itu. Bagi mereka saat ini adalah dunia mereka berdua.
Cinta, memang terkadang membuat pikiran manusia tak lagi ada logika. Hanya mengandalkan perasaan yang sedang mereka rasakan saat ini.
Cinta dan perasaan adalah anugerah. Sudah selayaknya disyukuri.
__ADS_1
Tuhan sayang.