Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Pertemuan Kedua


__ADS_3

Setelah pertemuan sore itu, entah darimana Jeremy tahu dimana tempat Senja bekerja. Jeremy terlihat sedang menunggu Senja di depan kantor perusahaan. Dengan gayanya yang santai, Jeremy seperti sedang tebar pesona kepada orang-orang yang berlalu lalang di tempat itu. Sebenarnya Senja sudah mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja, karena memang permintaan dari Zein sendiri. Hanya saja hari itu ada pekerjaan yang harus diselesaikannya sehingga dia harus datang kembali ke kantor itu.


Dan sebagai karyawan yang baik atau sekarang sudah jadi mantan karyawan yang tetap baik, Senja pun menyelesaikan apa yang sudah menjadi tanggung jawabnya tersebut. Setelah semuanya beres, dan tidak ada lagi yang terbengkalai, Senja pun mohon pamit sekaligus perpisahan dengan rekan-rekan kerjanya selama ini yang sudah menjadi sepertinya keluarga baginya.


Senja pun keluar dari kantor dengan perasaan bahagia bercampur sedih. Tidak terasa hari ini akan datang juga. Tapi betapa terkejutnya dirinya melihat Jeremy yang sudah menunggunya di luar. Melihat Senja yang muncul Jeremy langsung menyambutnya dengan senyuman manis.


" Kamu sudah selesai bekerja? Tepat sekali aku bisa menebak jam selesai kerjamu.! ucap Jeremy menyambutnya.


" Kamu tahu darimana kalau aku kerja disini? Tanya Senja penasaran.


" Itu tidak penting.! Yuk aku antar kamu pulang?! ucap Jeremy tidak menjawab pertanyaan Senja.


" Tapi, untuk apa kamu jemput saya? Saya bisa pulang sendiri kok! ucap Senja berusaha menolak.


" Aku hanya ingin mengantar kamu pulang. Itu saja kok! Ujarnya dengan senyuman mautnya.


Namun belum saja Senja mengiyakan permintaan Jeremy, Zein muncul diantara mereka.


" Senja! panggil Zein.


Senja dan Jeremy berbalik bersamaan ke arah suara yang memanggil nama Senja.


" Zein! panggil Senja dengan ragu. Tidak disangkanya Zein juga muncul di tempat itu.


Zein membalasnya dengan tersenyum tak kalah manisnya dari senyuman Jeremy.


" Aku tidak telat kan jemput kamu? tanya Zein tanpa menghiraukan keberadaan Jeremy di tempat itu.


Senja menggeleng menjawab pertanyaan Zein.


Senja melangkah mendekat ke arah Zein, meninggalkan Jeremy yang mungkin bingung atau bertanya-tanya siapa pria yang baru saja datang ini dan berbicara dengan begitu manis dan mesranya. Nampak dari kerutan di wajahnya. Tapi sebelum Senja pergi bersama dengan Zein meninggalkan Jeremy sendiri di tempat itu, Senja berbalik sejenak ke pada Jeremy lalu berkata,


" Maaf ya, saya harus pergi. Tunangan saya sudah datang menjemput saya. Permisi! Dengan santainya Senja pun meninggalkan Jeremy yang diam mematung. Apalagi setelah mendengar kata-kata Senja barusan.


" Tunangan? Senja sudah bertunangan dan itu pun dengan seorang pria tampan bak pangeran itu? Jeremy masih terdiam mematung. Tidak percaya sama sekali dengan apa yang dilihat dan didengarnya.


Seperti orang linglung Jeremy pun beranjak dari sana. Pikirannya masih dipenuhi keragu-raguan. Sekian tahun berlalu banyak yang telah berubah. Bahkan Senja pun sudah berubah. Mungkin dia masih sama seperti gadis yang dulu pernah dikenalnya tetapi hatinya sudah tidak lagi menjadi miliknya. Seseorang telah berhasil merebutnya.

__ADS_1


Bukankah itu adalah kesalahannya yang pergi begitu saja tanpa kata atau pesan? Tak pernah memberi Senja kabar berita sama sekali. Seolah-olah dia tidak menghargai perasaan Senja yang dengan tulus mencintainya. Jeremy sadar kalau Senja adalah gadis yang berhati lembut dan baik. Saat marah dia akan berkata kalau dia sedang marah. Tak ada yang disembunyikannya. Apa yang dia tidak suka akan dikatakannya dengan terus terang. Walaupun demikian Senja memiliki empati dan pengertian yang sangat dalam. Tidak banyak menuntut tetapi terkadang juga inginkan sesuatu yang benar-benar dia suka.


Bahkan Senja adalah pendengar yang setia dan teman bicara yang baik. Dia memang gadis yang sederhana tapi cerdas dan terpelajar.


Rasanya kini hanya penyesalan yang terdalam yang dirasakan oleh Jeremy.


Tetapi Jeremy meyakini satu hal, jika dia tetap berusaha dan tidak menyerah, Senja pasti akan kembali kepadanya. Dia yang paling mengenal dan mengerti Senja. Apalagi dia adalah cinta pertamanya. Tentu saja tidak akan lupa semudah itu. Memang kita harus punya rasa percaya diri dan keyakinan yang teguh. Tetapi kita juga harus realistis jikalau manusia suatu saat akan berubah seiring berjalannya waktu.


Sementara itu didalam mobil Zein....


" Siapa pria itu? Tanya Zein setelah mereka sudah keluar dari lingkungan perusahaan.


" Hemmmmm...! Senja berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Zein. Dia harus memilih kata-kata yang tepat agar tidak terjadi kesalahan pahaman.


" Dia itu namanya Jeremy! jawabnya singkat.


" Jeremy siapa? tanya Zein kembali. Ada nada-nada kecemburuan disana.


" Dia adalah mantan pacarku dulu! jawab Senja berterus terang.


" Mantan pacar kamu? tanya Zein untuk meyakinkan dirinya.


" Kenapa kalian putus? korek Zein pengen tahu.


" Tidak tahu!


" Tidak tahu? Kok tidak tahu?


" Iya, aku tidak tahu, karena dia pergi begitu saja. Dia pergi meninggalkan aku tanpa alasan yang jelas. Dia menghilang begitu saja tanpa kabar berita.! Senja menjelaskan seperti apa yang dialaminya saat itu.


" Lalu kenapa dia muncul lagi?


"Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba muncul dan datang menemuiku!


" Kamu yakin tidak tahu?


" Iya, aku tidak tahu. Dan aku tidak mau tahu! ucap Senja dengan jujur.

__ADS_1


" Apa kamu sama sekali tidak merindukannya? Kalau dia pacar pertama kamu pastinya dia adalah cinta pertama kamu juga kan? Tanya Zein ingin tahu lebih dalam tentang perasaan Senja kepada pria yang bernama Jeremy itu.


" Dulu iya, aku selalu merindukannya. Sebelum aku mengenalmu aku berharap dia akan datang kembali dan menjelaskan semuanya kepadaku.! Senja berusaha untuk selalu menjawab dengan jujur. Meski kejujurannya itu pasti memberikan sedikit rasa kecewa dan cemburu didalam hati Zein.


Zein menghentikan mobilnya. Diputarnya tubuhnya menghadap ke arah Senja.


" Apa saat ini, kamu masih menyimpan rasa rindu itu dan masih tersimpan harapan yang dulu kamu harapkan tentangnya?


Senja menatap lekat wajah Zein. Dia bisa mengerti dan merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Zein saat ini. Senja tersenyum memahami kegelisahan tunangannya itu.


" Untuk sesaat aku memang masih merindukannya. Karena banyak kenangan indah saat bersamanya. Bahkan disaat kita sudah bersama aku pernah memikirkan dan merindukannya. Aku minta maaf jika pernah merasakan hal yang seharusnya tidak lagi aku rasakan.! ucap Senja dengan sejujur-jujurnya. Dia tidak bermaksud melukai hati Zein atau mengecewakannya. Dia hanya ingin jujur pada dirinya sendiri agar dia juga bisa Jujurlah kepada Zein.


Senja tidak ingin menjalin hubungan yang dibayangi oleh kebohongan.


Zein terlihat tidak begitu mengharapkan jawaban yang seperti itu dari Senja. Tetapi dia puas Senja mau berkata sejujurnya kepada dirinya. Setidaknya Senja bersedia untuk terbuka kepadanya dan tidak menutup-nutupi sesuatu darinya.


" Dan sekarang ini, perasaan mana yang ada dalam hatimu?


" Kamu ingin jawaban jujur atau bohong? Senja mencoba untuk mencairkan suasana dengan bercanda.


" Kalau jawaban bohongnya? Zein pun mencoba mengikuti permainan Senja.


" Kalau jawaban bohongnya, Aku merasa senang karena dia sudah kembali dan aku bisa merasakan jika dia masih menyimpan rasa untukku! Untuk jawaban yang terakhir sebenarnya itu bukanlah bohong. Karena Senja bisa merasakannya. Jeremy masih menyimpan rasa dan ingin kembali padanya.


Mendengar jawaban Senja, Zein menunjukkan ekspresi wajah cemberut. Antara cemburu dan tidak senang.


" Jawaban jujurnya?


" Sejujurnya, aku tidak lagi menyimpan rasa untuknya. Rindu ataupun cinta sudah aku hapus dari dalam hatiku. Tapi mungkin sebagai teman bisa saja masih ada rasa itu...


Zein langsung memotong ucapan Senja dengan berkata,


" Tidak boleh. Meski hanya sekedar sebagai teman juga tidak boleh. Aku melarang kamu untuk berteman dengan dirinya. Mengerti? Dengan tegas Zein memperingatkan Senja.


Senja hanya tersenyum mendengarkan kata-kata Zein. Terasa lucu di telinganya.


" Aku serius loh sayang. Itu bukan candaan.!

__ADS_1


Mendengar kata sayang dari bibirnya Zein membuat hati Senja sangat bahagia dan terharu. Ah rasanya dia ingin selalu mendengar kata-kata sayang dari bibir manisnya Zein.


__ADS_2