Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Jangan Pernah Merebutnya Dariku.


__ADS_3

" Senjaaaa....!!!! teriak Zein dalam mimpinya. Dan teriakan itu tidak hanya dalam mimpi. Zein telah terbangun dari tidur panjangnya. Suara teriakannya yang memanggil nama Senja terdengar begitu jelas. Jeremy yang sedang menjaganya saat itu pun terkejut melihat Zein tiba-tiba sadar dan meneriakkan nama Senja. Dada Zein terlihat sesak, nafasnya tersengal seakan baru saja berlari dan jantungnya berdetak dengan kencang.


Jeremy lalu mendekati Zein.


" Kamu sudah bangun! ujarnya. Lalu dipanggilnya dokter dan perawat untuk melihat keadaan Zein.


Dokter dan perawat segera memeriksa keadaan Zein. Meski gerakan nafasnya dan detak jantungnya sudah mulai normal dan sepertinya keadaannya memang sudah mulai membaik. Tentu saja itu adalah suatu mukjizat. Setelah sekian lama akhirnya Zein bangkit. Jeremy langsung menghubungi Senja. Dia harus segera mengetahui kabar baik ini. Tak berapa lama Senja muncul dan langsung memeluk Zein yang sudah sadar dan masih terbaring dan matanya masih terbuka.


Senja memeluk Zein dengan begitu bahagianya. Akhirnya Zein sadar juga. Tuhan telah menjawab dan mengabulkan doa-doanya.


" Terima kasih sayang. Akhirnya kamu sadar. Aku sangat merindukanmu! rintih Senja dalam tangisnya. Tangis bahagia tentunya.


Zein pun mencoba bangkit dari pembaringannya. Senja membantunya bangun dan bersandar di tempat tidurnya.


" Apa yang terjadi? tanya Zein dengan keadaan yang masih lemah.


" Apa kamu tidak ingat apa yang terjadi? Senja balik bertanya. Jeremy menggelengkan kepalanya.


" Mungkin karena kamu sudah koma selama beberapa bulan jadi ingatan kamu sedikit terganggu! jawab Jeremy.


" Aku koma? tanya Zein tidak percaya.

__ADS_1


" Iya sayang. Kecelakaan yang terjadi beberapa bulan yang lalu telah membuat kamu koma. Dan aku juga. Hanya saja aku sembuh lebih cepat sedangkan kamu tidak! jawab Senja mengingatkan Zein akan peristiwa yang telah terjadi. Zein memejamkan matanya mencoba untuk mengingatnya. Hanya sepotong kilatan kenangan yang muncul dalam pikirannya.


" Yang aku ingat, Jeremy berkata jika dia ingin membawa kamu dariku. Dan kamu bahkan menyetujuinya. Tentu saja aku tidak rela dan tidak akan membiarkan dia pergi membawa mu dariku! ucap Zein membuat Jeremy merasa lucu dan akhirnya dia malah tertawa ngakak.


" Sungguh aku tidak menyangka ternyata cara itu benar-benar mujarab. Aku kira itu hanya bualan atau omong kosong doang. Cinta memang obat paling manjur dan mujarab di dunia ini! ujar Jeremy tak percaya dengan apa yang dibayangkannya selama ini. Sedangkan Senja yang tidak mengerti maksud perkataan kedua pria itu hanya terlihat bingung dan penasaran. Senja memandang keduanya bergantian seakan meminta jawaban penjelasan dari keduanya.


" Sudahlah yang terpenting sekarang Zein sudah sadar. Dan dokter tadi bilang Zein sudah mulai membaik dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya perlu beberapa terapi khusus untuk beradaptasi kembali karena selama beberapa bulan tubuhnya hanya terbaring dan tak bergerak sama sekali.! ucap Jeremy memberitahukan Senja pesan dokter yang memeriksa Zein setelah Zein sadar tadi.


" Iya, aku sangat bahagia sekali sekarang karena kamu sudah sadar. Aku hampir saja putus asa dan tak punya harapan lagi. Terima kasih Tuhan. Terima kasih ya Mas karena kamu masih bangun dan tidak ingin meninggalkan diriku! ucap Senja dalam keharuan. Zein tersenyum mendengar perkataan Senja lalu memeluk Senja dengan hangat dan mesra. Jeremy yang menyaksikannya turut tersenyum bahagia meski jauh di lubuk hatinya ada sedikit rasa perih. Cintanya benar-benar tidak punya kesempatan dan harapan lagi.


" Aku turut bahagia, akhirnya kamu kembali lagi Zein. Hampir saja aku kehilangan kesabaranku dan meninggalkan mu tanpa ampun.! ucap Jeremy sembari bercanda. Senja dan Zein tersenyum menimpali perkataan Jeremy. Perkataan Jeremy memang terdengar bercanda tetapi sejujurnya itu datang dari dalam hatinya. Bagaimanapun Jeremy masih berharap jika Senja kembali lagi kepadanya seperti dulu lagi.


Sebulan telah berlalu, Zein sudah pulih total dan dia sudah kembali beraktivitas seperti sedia kala. Menjadi CEO di perusahaan yang sudah lama dirintisnya sampai sukses seperti sekarang ini. Untung orang-orang kepercayaan nya bekerja dengan baik dan jujur ketika dirinya mengalami kecelakaan dan koma selama beberapa bulan, sehingga perusahaan nya tetap berjalan dengan baik.


Zein langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Senja.


" Sayang.. sejak kapan kamu disini? Kok tidak kasih sapa atau salam gitu! protes Zein. Senja lalu menutup buku yang dibacanya dan malah membalas ucapan Zein dengan seulas senyuman manis. Lalu ucap Senja, " Tadi aku lihat sayang sedang fokus dan konsentrasi. Takutnya malah mengganggu makanya aku diam aja tadi!


Zein lalu duduk disamping Senja dan merangkulnya dengan mesra tak lupa mengecup keningnya dengan manis.


" Kalaupun aku lagi sibuk kamu nggak boleh cuekin aku gitu ya sayang. Karena bagiku kau adalah penyemangat, sumber inspirasi dan kebahagiaanku. Itu artinya kehadiranmu selalu menjadi kerinduan bagiku.! ucap Zein jujur dari dalam hatinya. Senja pun lalu mencium pipi Zein dengan penuh cinta dan kasih sayang. Tak mau kalah Zein membalasnya dengan ciuman juga.

__ADS_1


" Oh iya sayang, kamu pasti sudah lapar kan. Aku bawa makanan kesukaan kamu. Kita makan sama-sama ya! ajak Senja.


" Pasti enak nih. Sayang yang masak ya? tanya Zein dengan tak lupa kata pujian.


" Iya, tadi aku ke pasar dan ada bahan makanan kesukaan kamu jadi aku beli dan masakin.! jawab Senja dengan gembira.


Melihat hidangan yang sudah disiapkan oleh istri tercintanya itu rasa haru merasuki hati dan pikirannya dan membuatnya semakin sayang dan cinta pada istrinya itu. Benar kata orang tua jaman dulu, untuk menaklukkan hati seorang pria atau suami yang pertama sekali adalah menyenangkan perutnya. Saat perut sudah terisi dengan makanan enak dan suami puas maka hati dan pikiran suami pun akan juga terpuaskan.


Zein dan Senja menikmati makan siang yang dimasak sendiri oleh Senja. Dan di saat mereka sedang menikmati makan siang berdua, tiba-tiba Jeremy muncul.


" Hey, kalian itu kalau sudah berdua begini jadi lupa dengan orang lain ya. Nggak peduli lagi dengan dunia ini. Seolah-olah dunia ini hanya milik kalian berdua! Protes Jeremy tanpa basa-basi membuat Zein dan Senja jadi bingung. Karena tiba-tiba saja Jeremy muncul tapi malah mengomel nggak karuan.


" Eh, loe mabuk atau apa? Datang-datang malah ngomel nggak jelas. Salah minum obat kali ya.! ucap Zein balik protes.


" Aku masih sadar bro. Masih waras. Mana ada sih orang mabuk siang-siang begini. Emangnya aku orang gila nggak tahu aturan! balas Jeremy.


" Lalu ngapain loe ngedumel gitu. Kayak emak-emak di pasar tahu nggak! balas Zein lagi.


" Ih kamu kayak tahu aja emak-emak di pasar? Emang kamu pernah ke pasar ketemu sama emak-emak? Jeremy balik bertanya.


" Nggak juga kali. Ngapain juga aku ke pasar. Ada-ada aja loe, sembarangan kalau ngoceh.! balas Zein lanjut.

__ADS_1


"Kan sesuai dengan omongan loe aja tadi.!


Melihat kedua pria tampan itu saling berdebat, Senja yang sejak tadi menyaksikan keduanya saling beradu argumen hanya duduk tersenyum sambil memperhatikan keduanya. Kadang kala mereka berdua seperti Tom and Jerry yang tak bisa akur. Tapi di lain saat mereka nampak terlihat seperti dua saudara yang saling mendukung satu sama lain. Senja sangat bahagia ketika menyaksikan keduanya saat akur ataupun saat beradu mulut. Senja merasa sangat beruntung karena Tuhan menghadirkan kedua pria itu dalam hidupnya saat bersamaan. Hadiah yang sangat begitu berharga dari Sang Pemberi Hidup untuknya.


__ADS_2