Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Ketulusan Hati


__ADS_3

...Waktu,...


...kita berjalan bersama meski tak berdampingan....


...Kadang kakiku berlari cepat meninggalkanmu,...


...terkadang juga terhenti menunggu saat yang tepat untuk kita melangkah bersama....


...Ada kalanya aku resah saat waktu cepat berlalu sedang aku belum berbuat sesuatu,...


...atau juga merasa jenuh karena waktu yang terlalu lama untuk menunggu....


...Waktu,...


...bila suatu ketika kita berselisih masa,...


...aku berharap takkan pernah menyiakanmu lagi,...


...karena waktu yang terlewati takkan bisa kuputar ulang kembali....


Senja berencana akan berkunjung ke tempat Romo Paul. Sudah cukup lama dia tidak mengunjunginya. Sekaligus Senja ingin bercerita dan mencurahkan kegelisahan hatinya sebelum pernikahannya dengan Zein.


Senja berharap menemukan peneguhan dari Romo Paul agar hatinya semakin mantap untuk menjalani seumur hidupnya bersama dengan Zein. Agar tidak ada penyesalan dalam hidupnya.


Sebelum berangkat, Senja mengirim pesan kepada Zein lewat layanan pesan singkat di handphonenya. Supaya nanti Zein tidak bertanya-tanya kemana dia pergi.


Sebenarnya Senja selalu rindu ingin datang ke tempat ini. Tempat yang begitu tenang, hening dan menenangkan jiwa dan bathinnya. Hiruk pikuk perkotaan memang membuat sumpek, pikiran lelah, hati resah, jiwa gelisah.


Sehingga ada kalanya butuh keheningan.


Ketika memasuki kompleks biara Romo Paul, seketika itu juga kedamaian merasuk dalam jiwa dan raganya. Betapa tenang dan teduhnya tempat ini. Jauh dari kebisingan duniawi.


Romo Paul sudah menunggu kedatangan Senja sejak pagi tadi setelah kemarin Senja mengabarinya. Untungnya hari ini Romo Paul tidak ada jadwal keluar sehingga bisa berjanji temu dengan Senja.


" Apa kabar Romo!? sapa Senja.


" Puji Tuhan, kabar baik nak! Romo Paul nampak sudah mulai tua. Keriput umur panjang mulai terlihat di wajah teduhnya.


" Kabarmu bagaimana? Romo Paul balik bertanya.


" Seperti yang Romo lihat, semua baik-baik saja! Senja tersenyum memperlihatkan jikalau dirinya baik-baik saja.


" Tapi, ada sesuatu yang membuatmu resah dan gelisah! Ada apa kira-kira? Romo Paul bisa melihat aura kegelisahan dalam diri Senja meski secara fisik dia mencoba tersenyum dan bahagia.


" Mungkin saya sedikit takut dan ragu Mo, karena sebentar lagi akan memulai kehidupan yang baru.! jujur Senja.


" Apa kamu belum siap untuk menikah dengan pasanganmu? Tanya Romo Paul.


" Aku tidak tahu Mo. Di usiaku yang tidak lagi muda harusnya saya sudah siap untuk menikah. Tapi terkadang muncul sedikit keraguan.!


" Apa kamu masih belum percaya sepenuhnya dengan pasanganmu sekarang?

__ADS_1


Senja terdiam. Memikirkan kata-kata Romo Paul.


" Akuu.....! Senja berpikir sejenak merenungkannya.


" Coba kamu tanya hatimu yang paling dalam. Lalu dengarkan hati nuranimu agar kamu menemukan jawaban yang benar dan meneguhkanmu! nasehat Romo Paul.


" Karena pilihan hidupmu hanya kamu yang bisa menentukannya. Bukan orang lain. Belajarlah untuk mengasah hati dan mengenal nuranimu sendiri.!


Senja meresapkan setiap kata dan ucapan yang disampaikan oleh Romo Paul.


" Pergilah berdoa, mohon petunjuk dariNya. Semoga kamu menemukan jawaban dari segala kegelisahan hatimu!


Senja mengiyakan nasehat Romo Paul. Setiap kata dan ucapan belia selalu mencerahkan baginya. Romo Paul pun meninggalkan Senja sendirian memberinya ruang dan waktu untuk merenungkan dalam hatinya.


Sedangkan Zein, setelah membaca pesan Senja, muncul sebuah pertanyaan dalam benaknya.


"Ada apa Senja pergi menemui Romo Paul? Adakah sesuatu yang terjadi?


Memang mereka sudah bertunangan, akan tetapi sepertinya Senja masih memiliki keraguan kepadanya. Meski Zein tahu dan bisa merasakannya tapi dia selalu mencoba untuk meyakinkan dirinya jika semuanya akan baik-baik saja. Dia selalu berusaha untuk tetap percaya dan menghormatinya.


Karena baginya, Senja adalah cinta sejatinya. Hatinya begitu bahagia saat bersama dengan Senja.


Kehadiran Senja memberinya semangat dan kekuatan yang tidak diperolehnya dari gadis manapun. Sekalipun dari wanita-wanita yang dulu pernah dekat dengannya.


Senja bagaikan inspirasi dan keindahan yang melengkapi hidupnya yang tidak sempurna itu.


Hari-harinya selalu penuh kejutan kebahagiaan saat bersama-sama dengan Senja. Itulah sebabnya mengapa Zein tidak ingin kehilangan seorang Senja.


" Sayang, kapan pulangnya? Biar aku datang jemput!


Pesan terkirim.


Zein menunggu, tapi tidak ada reaksi dari seberang. Mungkin Senja sedang sibuk sehingga tidak mendengar ada pesan masuk.


5 menit, 10 menit tidak ada tanda-tanda sama sekali.


Zein memasukkan handphonenya kedalam sakunya.


" Ping! bunyi notifikasi pesan masuk.


Zein langsung meraih handphonenya dan segera mengecek pesan masuk.


Zein terlihat kecewa. Ternyata pesan operator selular.


Sudah hampir seharian ini Senja tidak mengabarinya sama sekali. Pesannya pun tidak dibaca dan tidak dibalas.


" Ah sudahlah.....! Zein akhirnya pasrah saja. Menunggu saja sampai Senja sendiri yang akan menghubunginya.


Zein kembali sibuk dengan pekerjaannya.


Tidak berapa lama kemudian, handphonenya berbunyi. Zein dengan gerak cepat meraihnya dan melihat nama Senja muncul dilayarnya dan langsung dijawabnya.

__ADS_1


" Halo sayang, bagaimana keadaanmu? "Kapan kamu pulang, aku jemput ya!? Sayang tunggu disana, jangan kemana-mana lagi! Setelah berkata demikian, Zein langsung mematikan handphonenya. Dia pun segera bergegas. Dia akan pergi menjemput Senja di tempat Romo Paul.


Selama dalam perjalanan, Zein begitu bahagia. Rasanya senang bisa menjumpai kekasihya itu setelah hampir satu harian mereka tidak bertemu. Rasa rindu dihatinya tak terbendung lagi. Wanita itu benar-benar telah merasuki setiap inci dalam tubuhnya. Mengisi relung hatinya tanpa menyisakan ruang kosong untuk yang lain.


Zein yang begitu bersemangat sudah tidak sabar lagi ingin bertemu kekasih hatinya itu. Tapi tiba-tiba seekor kucing hitam melintas di depan mobilnya, membuatnya terkejut dan segera menginjak rem dengan refleks. Dadanya membentur setir mobil sehingga terasa sedikit sakit.


Apa gerangan yang terjadi? Pertanda apakah itu? Orang-orang kuno bilang kucing hitam adalah pertanda buruk. Meski Zein bukan orang yang percaya dengan takhayul, tetap saja ada kegelisahan dalam hatinya karena peristiwa itu.


Setelah merasa aman, Zein melanjutkan perjalanannya. Rasa takut dan gelisah yang baru saja menghampirinya tadi, sudah mulai menghilang.


Tidak berapa lama kemudian, Zein sudah tiba di tempat Romo Paul. Zein memarkirkan kendaraannya di halaman biara. Zein langsung menuju gerbang biara dan menekan bel pintu.


Berselang 5 menit pintu terbuka. Romo Paul muncul dari balik pintu gerbang.


" Selamat sore Romo! Sapa Zein dengan sopan.


" Selamat sore! jawab Romo Paul tapi dengan wajah terlihat kebingungan.


" Kamu temannya Senja ya? Tanya Romo Paul.


" Iya, Romo, perkenalkan nama saya Zein. Tunangannya Senja! Zein memperkenalkan dirinya kepada Romo Paul, karena ini adalah perjumpaan pertama mereka.


" Oh, jadi kamu yang namanya Zein.! Anak yang baik! ucap Romo Paul dengan suara lembut.


" Tapi, kenapa kamu kemari? Romo Paul bertanya lagi.


" Saya ingin menjemput Senja Romo. Saya sudah janji akan menjemput Senja disini.! jawab Zein.


Dahi Romo Paul berkerut bingung.


" Menjemput Senja? Tapi Senja sudah pamit 30 menit yang lalu.! ujar Romo Paul.


" Sudah pulang? Dengan siapa? Tadi Senja menelpon saya dan Senja sudah mengiyakan akan dijemput oleh saya Romo! Zein nampak terkejut.


" Iya, tadi Senja memang bilang jika dia akan dijemput. Tapi dia pamit dan bilang akan menunggu di persimpangan jalan untuk menikmati pemandangan disekitar sini karena sudah lama tidak kesini dan rindu dengan suasana ditempat ini.! Romo Paul menjelaskan.


Perasaan Zein tiba-tiba tidak tenang. Rasa khawatir memenuhi hati dan pikirannya saat ini.


Pikiran buruk terlintas dibenaknya.


" Jangan sampai hal buruk terjadi kepada Senja.!


" Tapi, sepanjang perjalanan kesini saya tidak melihat ada Senja Mo. Tidak ada siapa-siapa pun yang saya temui disepanjang jalan menuju ketempat ini! ucap Zein dengan kekhawatiran yang amat besar.


Hatinya tidak tenang saat ini. Rasa takut membuatnya gelisah dan cemas. Takut jika hal buruk akan mencelakai wanitanya itu.


" Lalu aku harus mencarinya kemana Romo? Tanya Zein kebingungan. Karena dia tidak tahu harus bagaimana. Dia tidak begitu mengenal daerah ini.


" Kita akan mencarinya. Aku akan ikut dengan kamu sehingga kita bisa mencarinya bersama.! Romo Paul memberikan saran.


" Baik Romo! jawab Zein.

__ADS_1


Tidak menunggu lama mereka pun segera berangkat. Karena jika menunggu lebih lama lagi takutnya sesuatu yang buruk akan menimpa Senja.


__ADS_2