
Jeremy sedang duduk di kursi di dalam kantornya. Dia kelihatan sedang memikirkan dan merenungkan sesuatu. Jari telunjuknya asyik mengetuk-ngetuk meja kerjanya. Dia ingat pertemuannya di club tadi malam dengan gadis itu. Gadis yang sebenarnya cantik tapi sayang hatinya tidak secantik wajahnya.
Flashback.
Jeremy sedang asyik menikmati alunan musik yang diputar oleh sang DJ. Lagu cinta nan romantis, membuat beberapa pasangan turun melantai. Jeremy yang duduk sendiri hanya bisa menikmatinya di tempat duduknya saja.
Lalu tiba-tiba seorang gadis cantik datang menemuinya dan mengajaknya untuk melantai bersamanya. Jeremy yang merasa tidak ada salahnya meladeni ajakan gadis itu dan dia memang tidak ingin melewatkan kesempatan seperti ini, dengan senang hati menerima ajakan gadis itu.
Dan kini mereka berdua menikmati alunan musik romantis itu. Hanyut dalam buaian melodinya yang cukup memabukkan bagi pasangan yang sedang berkasmaran. Gadis itu tidak segan-segan memeluk pinggang Jeremy dengan mesranya layaknya pasangan kekasih. Dengan manja dia bergelayut pada tubuh Jeremy.
Jeremy yang awalnya merasa risih akhirnya terbiasa dan bahkan terbuai. Dan dia pun membalas pelukan itu dengan mesra. Tangannya pun mulai bermain meraba punggung si gadis perlahan dan perlahan. Si gadis meletakkan kepalanya di dada bidang Jeremy sambil menutup kedua matanya.
Tapi tiba-tiba sekelebat wajah Senja melintas dalam benaknya. Refleks tangannya menolak gadis itu dari pelukannya. Dan hampir saja membuat gadis itu terjatuh. Untung saja dia bisa menyeimbangkan diri sehingga tidak sampai terjatuh di lantai.
Tapi akibat perlakuan Jeremy itu, gadis itu menjadi bahan tontonan orang-orang yang ada disana. Antara kasihan dan menertawakannya sangatlah beda tipis.
Tapi gadis itu seakan tidak peduli. Jeremy yang sudah kembali ke tempat duduknya, diikutinya dari belakang. Dan tanpa rasa malu sedikitpun, dia memilih untuk duduk disamping Jeremy. Jeremy yang berusaha menghindarinya malah semakin didekatinya.
Jeremy tak habis pikir dengan kelakuan si gadis aneh itu yang terus memandanginya.
" Kamu mau apa? Tanya Jeremy sinis.
" Mau kamu! Jawab gadis itu blak-blakan. Jeremy pun terkejut mendengar jawaban gadis itu.
" Kamu itu aneh tahu nggak ?!!! ejek Jeremy.
" Iya, aku memang aneh.! Masalah buat kamu? balasnya dengan cuek.
" Kamu memang perempuan tidak tahu malu ya ! sindir Jeremy.
" Sekarang bukan waktunya untuk kamu mengejek atau menghina gue. Gue menjumpai kamu karena gue ada penawaran bagus. Itu pun kalau kamu mau bekerja sama ! ucap Anneth tanpa berbasa-basi lagi.
" Kerja sama apa? Jeremy memasang tampang curiga.
" Gue tahu kalau kamu itu mantan pacar si gadis bodoh itu! ucap Anneth sinis.
" Si gadis bodoh siapa maksud kamu!?
__ADS_1
"Siapa lagi kalau bukan si bodoh Senja !
Jeremy terkaget mendengar wanita itu menyebut nama Senja.
" Kamu kenal Senja? Tanya Jeremy penasaran.
" Saya tidak mengenalnya tapi saya tahu tentang Senja. Dan saya tahu kalau kamu adalah mantan pacarnya Senja. Tidak hanya mantan tetapi kamu adalah cinta pertamanya. Benar bukan?
Jeremy semakin penasaran dengan sosok wanita ini. Mengapa dia tahu mengenai dirinya dan Senja?
" Kamu siapa?
Anneth tersenyum dengan tampang liciknya.
" Kenalin, nama gue Anneth Priscilla Lim. Panggil aja Anne.! Anneth mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Tapi bukannya menerima uluran tangan Anneth, Jeremy malah mengajukan pertanyaan.
" Ada hubungan apa kamu dengan Senja?
Anneth yang merasa tak diacuhkan, malah cuek tak peduli.
" Lalu kenapa kamu sangat perhatian dengan Senja. Bahkan tahu banyak tentang kehidupan Senja ! selidik Jeremy. Hatinya masih menyimpan curiga terhadap wanitanya dihadapannya ini. Dari tatapan matanya dan garis wajahnya meski terlihat cantik tapi nampak aura negatif. Orang bisa menilai jika hati wanita di hadapannya itu tidaklah baik.
Tapi bukan berarti seseorang yang secara fisik kelihatan sangar berarti orang jahat. Karena tidak semua dapat dipandang dari segi fisik atau penampilan luar semata.
Anneth tersenyum sinis. Ternyata cowok ini agak sedikit susah untuk ditaklukkan. Biasanya lelaki yang dia goda hanya dengan beberapa kata merayu saja pasti akan tergoda.
" Gue tunangannya Zein. Tapi Senja telah melebur Zein dariku.! dusta Anneth.
Jeremy akhirnya paham. Siapa wanita tersebut sedikitnya Jeremy tahu dan mengerti mengapa dia bersikap seperti itu. Ada unsur cemburu dan sakit hati.
" Lalu kerja sama apa yang kamu tawarkan? Jeremy tahu jika posisinya sekarang tidak sendirian. Ada yang mengalami perasaan yang sama dengan dirinya.
Anneth tersenyum gembira, ternyata usahanya mulai menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa Jeremy sudah mulai membuka hatinya.
" Kamu ingin Senja kembali kepada kamu , iya kan ?? Jeremy menggangguk perlahan.
" Jadi kita satu visi dan misi bukan???
__ADS_1
Jeremy tak menanggapinya.
" Jika kamu mau bekerja sama denganku, kamu bisa mendapatkan cintamu kembali dan aku juga bisa mendapatkan tunanganku kembali ! Anneth terlihat begitu sangat percaya diri dengan rencana bodohnya itu.
Sebenarnya Jeremy senang jika seandainya Senja bisa kembaliannya lagi kepadanya. Tetapi dalam hatinya tidak ada sedikitpun terpikirkan untuk merebut Senja dengan melakukan cara yang jahat dan kotor.
Anneth kembali melanjutkan.
" Jika kamu tidak ingin cintamu kembali yaa kamu tidak perlu mengikuti rencana gue! Anneth memang tidak memaksa tapi kata-katanya seakan-akan mengandung virus yang bisa menular dan menggoda.
" Apa rencana kamu? Jeremy seakan telah terpancing dengan perkataan Anneth.
Lalu Anneth mendekat ke pada Jeremy. Dan membisikkan sesuatu ditelinganya. Tidak ada yang bisa mendengarkan bahkan mengetahui apa yang dibisikan oleh Anneth di telinga Jeremy.
Sedangkan Jeremy, masih memasang tampang biasa-biasa saja setelah mendengar bisikan dari Anneth.
Flashback off.
Jeremy menarik napas dalam. Setelah mengingat kembali kejadian tadi malam dia masih menyimpan keraguan. Apakah dia harus mengikuti rencana Anneth demi mendapatkan cinta Senja kembali. Karena dia memang berharap jika Senja kembali lagi kepelukannya. Atau dia memilih cara lain menurut kata hatinya sendiri?
Option pertama memang peluangnya lebih besar, karena dia bisa hanya fokus pada Senja sedangkan bagian Zein akan menjadi tanggung jawab Anneth sendiri.
Tapi bagaimana jika rencana itu gagal dan kemungkinan besar akan membuat Senja menjadi benci kepadanya dan membawanya semakin menjauh darinya.
Dilema. Jeremy pun bangkit dari tempat duduknya. Pekerjaan kantor hari ini pun diserahkan kepada asistennya. Dia ingin menenangkan diri sejenak. Saat ini dia butuh ketenangan agar bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya.
Urusan cinta memang terkadang bisa membuat seseorang kehilangan logika. Buktinya tidak sedikit jiwa-jiwa yang kehilangan kewarasannya karena masalah cinta. Sampai ada yang memilih untuk melakukan jalan pintas hanya karena cinta yang tak berpihak. Bunuh diri.
Jeremy melangkah dengan pandangan lurus, tak menoleh sedikitpun kesekelilingnya. Para karyawan yang menyapa juga tak digubrisnya sama sekali. Apakah dia dengar atau tidak hanya dia yang tahu.
Para karyawannya yang melihat tingkah pimpinan mereka itu agak sedikit curiga karena tidak biasanya bertingkah aneh seperti itu.
Jeremy terus melangkah sampai menghilang dibalik pintu.
Senja sedang bersiap berangkat ke kantor Zein. Kesekian kalinya dia mendatangi kantor Zein untuk mengajaknya makan siang.
Sopir yang sudah dipersiapkan oleh Zein sudah menunggu Nyonya mudanya itu untuk diantar kemana saja. Sesuai dengan perintah Zein dia harus mengikuti dan mengantar Nyonya mudanya itu kemana saja.
__ADS_1