
Senja mulai menari membawa hari kedalam heningnya malam. Aku mengembara bersama jingganya yang menyimpan seribu cinta yang tersembunyi. Sang Ada merubah waktu menjadi tiada hingga yang lalu tak pernah kembali.
Sang malam kembali lagi..
Kali ini dia sepi dan sunyi...
Tanpa candra dan kirana....
Bahkan semilir enggan menyapa .....
Dalam keheningan hati bersenandung..
Simphony jiwa yang resah dan gundah...
Irama kalbu tak bernada terasa sumbang...
Berharap semesta merangkul mimpi walau tak indah....
Pejamkan mata hendak renungkan..
Bisik-bisik hati terdengar samar...
__ADS_1
Bila cinta akan menjemput kehidupan...
Takkan menolak walau terasa hambar....
Kusambut hitam berteman senyap...
Walau sendiri, bahagia akan tetap kudekap....
Selamat malam untukmu sepi...
Setelah meyakinkan dirinya dan percaya inilah jalan hidup yang akan dilalui olehnya, Senja mencoba menghibur dirinya sendiri. Pikirannya tidak ada lagi keraguan untuk menolak lamaran Zein. Senja menyerahkan segalanya kedalam kehendak Tuhannya.
Berbekal perjanjian perkawinan yang sudah disepakati bersama setidaknya kehidupannya dan masa depannya sedikit terjamin. Bukan berarti dia type wanita yang matrealistis. Tetapi dia hanya mencoba untuk realistis.
Karena ada kalanya kita juga lemah. Kekuatan kita terbatas. Kita butuh seseorang atau orang lain yang dapat membantu dan menopang kita disaat kita terpuruk dalam persoalan hidup.
Untuk saat ini Senja hanya bisa percaya dan berharap. Jika Zein tidak akan memperlakukan dirinya dengan buruk. Senja hanya bisa yakin Zein tidak berniat buruk kepada dirinya. Setelah beberapa lama ini mengenal pria itu tidak nampak hal-hal negative dalam dirinya.
Dari tatapan matanya, dari sikap dan cara bicaranya tidak ada hal yang mencurigakan dan terlihat begitu tulus dan jujur.
Hal itu membuat Senja tidak perlu merasa ragu atau bimbang untuk mengambil keputusan. Dan yang penting diatas segala-galanya Senja menyerahkan segalanya kepada kehendak Sang Maha Kuasa. Apapun yang akan terjadi dalam hidupnya biarlah kehendak Tuhannya yang terjadi.
__ADS_1
Senja sedang membenamkan dirinya dibalik selimut hangat yang membungkus raganya dari cengkeraman dinginnya malam. Dalam benak dan angannya dia membayangkan saat dimana dia akan mengenakan gaun pengantin. Gaun berwarna putih yang melambangkan kesucian yang hanya akan dipakainya sekali dalam seumur hidupnya.
Sembari tersenyum dengan khayalan indahnya, betapa hatinya pasti akan gugup namun bahagia. Pernikahan impian yang diidam-idamkannya dalam hidupnya akan segera terwujud. Hanya saja kekurangannya adalah laki-laki yang dinikahinya bukanlah laki-laki yang dicintainya.
Seandainya pasangannya adalah pria yang benar-benar dicintainya dan mencintainya tentu saja pernikahan ini pastinya adalah pernikahan yang sempurna dalam hidupnya.
Ah, berandai-andai itu memang indah. Kita bisa melakukan apa saja sesuka hati kita.
Tapi sayangnya Senja hidup di tengah-tengah dunia nyata.
Lalu angan dan khayalan yang memenuhi pikiran Senja, pelan-pelan mulai lenyap. Pandangan matanya kini kembali pada realita yang ada dihadapannya. Senja pun mulai memejamkan matanya, membuang jauh mimpi- mimpi khayalan dari benak dan pikirannya. Cukuplah khayalan itu hanya sekedar penghiburan hati yang sepi.
Dan Senja pun terlelap dalam tidurnya. Dan malam semakin beranjak dari tahtanya.
Karena besok dia akan pergi dengan Zein mencari gaun pengantin. Zein sudah berjanji kepadanya untukku pergi bersama-sama.
Jadi biarlah malam ini dia akan tertidur nyenyak sekali. Supaya besok dengan wajah yang cerah Senja bangun kembali dan pergi dengan Zein dengan hati yang gembira dan senang.
" Selamat malam semesta, terima kasih untuk hari ini. Telah menemani diriku melewati waktu demi waktu. Terima kasih menemaniku menghadapi tantangan dan kesulitan hidup ini." Syukur Senja dalam hatinya.
Lihatlah langit begitu cerah malam ini. Bulan purnama tidak sendirian di malam ini. Bintang-bintang yang berkilauan memantulkan cahaya bulan menambah semarak indahnya langit di malam ini.
__ADS_1
Malam yang indah. Seindah hati Senja yang penuh dengan rasa syukur dan terima kasih kepada Sang Penciptanya.
Selamat malam semesta, selamat malam dunia. Sampai bertemu hari esok yang lebih membahagiakan kita kembali.