
"Sabtu malam bersama hujan, mendekap raga dalam dingin.
Himpitan rindu yang membelenggu,
bagi seorang yang membisu.
Sentuhan semilir membekukan raga,
mengharap hangat membungkus lara.
Mimpipun aku tak berharap,
untuk mata kita saling menatap.
Biarkan alam menulis kisah kita,
diatas pasir ditengah laut dibalik awan ataupun nirwana.
Sabtu malam bersama hujan,
__ADS_1
merangkul cinta dalam bayangan."
Surat perjanjian perkawinan kini berada di dalam genggamanku. Zein memberikannya kepadaku agar aku menyimpannya sendiri. Agar kelak jika ada komplain, aku bisa segera bertindak. Hanya saja aku masih belum bisa mempercayainya jika sekarang aku sudah menjadi istri dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah terbayangkan olehku.
Bahkan untuk bermimpi pun aku tidak pernah memikirkannya.
"Terdiamku dalam riuhnya benak yang ingin terucap.
Huruf demi huruf terajut tanpa bermakna terkurung senyap.
Akhirnya hilang bersama resah yang tak kunjung lenyap.
Inginku bertutur dengan kejujuran yang bersembunyi dalam gelap.
Meski secara hukum sipil kami sudah sah menjadi sepasang suami istri, tapi dalam hukum agama kami belum mengikrarkan janji pernikahan yang seharusnya.
Aku sudah berjanji dengan Romo Paul akan mengucapkan janji pernikahan dihadapan altar dengan perantaraannya.
Tinggal menunggu hari yang tepat dan indah pada waktunya.
__ADS_1
Zein memintaku untuk tidak masuk kerja beberapa hari ini demi mempersiapkan diri terlebih mempersiapkan bathin. Tidak hanya bathiniah tetapi jiwa dan raga. Aku harus mempersiapkan seluruh hidupku, karena diriku tidak lagi hanya milikku sendiri. Walau bagaimanapun juga janji dan komitmen harus ditepati.
Malam ini kuanggap sebagai malam terakhir dari kebebasanku. Dan aku ingin menikmatinya sebebas-bebasnya. Bukan berarti setelah pernikahan hidupku terkukung atau terpenjara. Hanya saja, aku tidak lagi memikirkan diriku sendiri. Aku tidak boleh lagi bersikap egois. Aku manusia bebas yang bertanggung jawab. Dengan lepas bebas aku menerima pernikahan ini, maka aku harus bertanggung jawab untuk menjalankannya. Orang bilang hubungan tanpa cinta akan sulit untuk bertahan. Karena tidak ada pondasi yang kuat didalamnya
Dalam heningnya malam ini kutuangkan resahan hati diatas kertas putih buku harianku.
"Langit bercerita tentang kita malam ini. Sejak pagi menunjukkan wajahnya hingga senja melambaikan perpisahan. Waktu yang terus berlari tanpa henti melewati hari, minggu, bulan, tahun, dan abad, membungkus cerita dengan tinta dalam kertas usang bersejarah.
Angin membagi kisah bagi diaspora hati yang tersebar menjelajahi jagat raya. Nyanyian petir tak semerdu untaian nada rintik-rintik hujan, tapi gemanya menggelegar mengguncang iman. Jari jemari montok meliuk-liuk gemulai menangkap sepoi-sepoi lincah dan riang. Mahluk berakal dan berbudi yang dipanggil dengan sebutan manusia itu menghujam hati dengan tatapan tajam ibarat pedang tertancap di jantung. Langit mendongeng sebelum tidur, agar lelap tidurku tidak diganggu ocehan sumbang dari mulut terpelajar mereka. Aku percaya pada langitku, pada kisah yang dilukisnya di angkasa malam ini. Karena dalam gelap semua yang asli dan nyata tidak dapat disembunyikan. Tapi dalam terang insan manusia sering bersandiwara. Good night!
Let me sleep with the joy, don't disturb me even if only on dreams!"
Dan akhirnya aku terlelap dalam buaian gelap malam. Tak berharap memimpikan sesuatu yang indah hanya semoga tidak didatangi oleh mimpi buruk.
Esok pagi adalah hari yang baru, permulaan hari yang baru. Jalan cerita kehidupanku akan memulai sebuah kisah yang baru. Aku tidak tahu jalan ceritanya seperti apa tapi aku tahu aku harus menjalaninya. Selamat malam alam semesta, sampai kita berjumpa lagi esok hari.
Di tempat lain,
Zein sedang bersama dengan beberapa temannya. Mereka terlihat sedang santai sambil menikmati minuman beralkohol disebuah cafe mewah hotel. Mereka asyik berceritra. Dan sesekali tertawa dengan puasnya. Tidak terlalu banyak pengunjungnya ditempat itu karena memang ruangan itu khusus bagi tamu-tamu penting. Mereka yang tergolong orang-orang konglomerat dan high class. Sehingga tidak sembarangan orang masuk kedalamnya.
__ADS_1
Saat mereka sedang asyik berbicara, tiba-tiba saja seorang perempuan cantik dan sexy berjalan ke arah mereka dan langsung saja ikut nimbrung diantara mereka. Mereka yang berada disekeliling meja itu spontan terdiam dan bahkan sebagian terpana akan kecantikan perempuan itu. Rambutnya yang hitam & kemilau menambah pesona kecantikannya.
Dalam pikiran mereka masing-masing siapa gerangan mahluk Tuhan yang paling cantik dan seksi ini.? Tapi bagi Zein perempuan ini bukanlah orang asing. Karena dia sangat kenal dengannya.