Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Perjanjian Pernikahan


__ADS_3

Dengan keberanian dan kekuatan yang sudah kuhimpun sedemikian rupa, aku melangkahkan kakiku ke tempat yang sudah diputuskan olehnya sendiri. Karena dia sama sekali tidak meminta apapun tentang pendapatku. Dan anehnya aku mengiyakan saja keputusannya.


Aku tidak tahu standard pakaian seperti apa yang cocok dalam penilaiannya, tapi aku tidak terlalu peduli soal penilaiannya. Jadi aku hanya memakai pakaian sederhana saja. Sheat dress kasual black color. Salah satu warna favoritku.


Kakiku telah sampai di tempat ini. Sebuah restaurant mewah yang biasa didatangi oleh mereka-mereka yang mendeklarasikan dirinya sebagai kelompok kelas atas. Dengan santai dan sedikit cuek aku langsung masuk, memberi salam, senyum, sapa kepada para penjaga yang ada di depan pintu. Lalu seorang pegawai restaurant datang mendekatiku.


" Nona Aurora silahkan, anda sudah ditunggu di kamar VVIP. " sapa waitress tersebut. Aku sedikit terkejut, darimana dia tahu nama saya?


Tapi aku tetap saja mengikutinya. Ada sebuah ruangan tertutup di dalam ruangan tersebut. Pintunya terbuka lebar, di dalamnya begitu mewah. Sejenak aku cukup terpana dibuatnya.


Orang-orang kaya memang punya kualitas selera yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan mereka saja.


Pria itu sudah duduk manis disana. Aku tidak tahu sudah berapa lama dia menunggu disana tapi yang pasti aku datang tepat pada waktunya.


Melihat kedatanganku dia langsung berdiri. Dia menyambutku dengan sikap yang menunjukkan kesopanan. Karakternya memang tidak perlu diragukan.


" Silahkan duduk! ditariknya kursi untukku dan mempersilahkan diriku untuk duduk terlebih dahulu.


" Terima kasih! balasku.


Hidangan yang berbeda lagi. Dan terlihat asing bagiku. Dia juga ikut duduk kemudian.


Dia tersenyum manis kepadaku.


Mengapa Tuhan menciptakan mahluk sesempurna itu membuat jiwa buruk rupaku meronta.


" Kalau kamu ingin pesan hidangan yang lainnya, kamu silahkan pesan saja siapa tahu kamu tidak suka dengan makanan yang ada dihadapan saat ini." tawarnya padaku.


" Tidak apa-apa, saya akan menikmati apa yang sudah tersedia disini!" jawabku menolak.


Dia pun hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


Dengan sedikit jaga imej aku mencoba menikmati hidangan yang ada dihadapanku ini. Meski aku sedikit kurang puas karena tidak dapat menikmatinya dengan baik.


Bagaimanapun juga aku harus menunjukkan kesan yang terbaik.


Hampir 30 menit lebih kami menikmati makan malam berdua. Dan berbicara sekadarnya. Belum sampai pada inti pokok dari pertemuan malam ini. Melihat hidangan yang nampak begitu mewah ini pastinya harganya sangat mahal dan rasanya mungkin juga sangat lezat, jadi akan sayang jika tidak disentuh sama sekali. Tapi karena berhubung aku bukanlah seorang pelahap dan peminum maka kelezatan dan kemewahan dari hidangan ini tidak begitu menggiurkan bagiku. Sehingga aku hanya menyentuh dan merasakan sedikit saja. Melihat diriku yang sudah selesai makan dari tadi dia pun bertanya kepadaku,


" Kenapa kamu makan sedikit sekali?


Aku hanya tersenyum simpul menjawabnya.


Setelah acara makan malam selesai, dia pun mengeluarkan beberapa lembar file dari dalam tas kerjanya. Diserahkannya file itupun kepadaku.


" Silahkan kamu baca dulu, kalau kamu merasa ada yang tidak kamu setujui boleh kamu katakan dan kita akan mengubahnya. Atau jika kamu ingin menambahkan poin-poin penting silahkan, aku akan menambahkannya dalam perjanjiannya." Dia menjelaskan kepadaku dengan yakin dan percaya diri.


Aku pun membaca isi dari perjanjian tersebut.


...Surat Perjanjian Perkawinan...


Nama. : Zein Arkarna Hanggono


Alamat : Kota X , jl. Kemuning. No.73.NY.


Tgl lahir : 04 April 1995


Dalam hal ini bertindak untuk atas dan nama pribadi, yang selanjutnya disebut Pihak Pertama.


Nama : Senja Aurora


Alamat. : Kota X, Jl. Seroja No 37.


Tgl lahir. : 07 Maret 1998

__ADS_1


Dalam hal ini bertindak untuk atas dan nama pribadi, yang selanjutnya akan disebut Pihak Kedua.


Kedua belah pihak berdasarkan itikad baik , sepakat untuk mengikatkan diri dalam sebuah ikatan perkawinan resmi. Dan untuk itu bersepakat diri untuk mengikatkan diri dan tunduk pada perjanjian ini.


Prinsip Dasar


Pasar 1


Kedua belah Pihak adalah saling sama hak, saling sama martabat dan sama kedudukan didepan hukum.


Pasal 2


Perjanjian berazaskan pada prinsip keadilan, kesetaraan, kesamaan kedudukan, hukum dan penghormatan terhadap Hak azasi manusia.


Pasal 3


Dalam hal ini Pihak Pertama memberikan hak sepenuhnya kepada Pihak Kedua untuk melakukan apa saja atau menolak apapun sesuai dengan keinginannya dalam hal hubungannya dengan Pihak Pertama sebagai suaminya.


Pasal 3


Memberikan kebebasan kepada Pihak Kedua untuk menggunakan segala fasilitas yang ada dalam hal ini menyangkut harta benda, kendaraan, perhiasan, rumah tinggal.


Pasal 4


Pihak Kedua harus selalu siap ketika Pihak Pertama memberinya tugas atau tanggung jawab.


Pasal 5


Perjanjian ini sewaktu-waktu dapat dibatalkan jika kedua belah pihak menyetujuinya.


Pihak Pertama Pihak Kedua

__ADS_1


Zein Arkarna Hanggono. Senja Aurora


__ADS_2