Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Tak Selamanya Bahagia itu Milik Kita.


__ADS_3

Pagi-pagi Senja berbelanja ke supermarket. Zein mengantarnya terlebih dahulu sebelum dia berangkat ke kantornya. Senja yang sedang fokus dengan belanjaannya tidak menyadari jika seseorang sedang mengawasinya dari kejauhan. Senja sibuk memilih sayuran segar yang akan dimasaknya untuk suaminya. Karena tidak setiap hari dia bisa melakukannya, setidaknya dia ingin menyenangkan sang suami dengan masakan buatannya sendiri.


Setelah merasa cukup berbelanja, Senja menuju kasir membayar belanjaan. Karena suaminya pasti sedang sibuk di kantornya dan Senja tidak ingin mengganggunya, Senja memilih untuk memesan taksi online saja. Senja lalu memesan taksi online lewat aplikasi online.


Mencari taksi online tidak begitu lama, karena begitu banyaknya layanan taksi online, menjamur dimana-mana. Hanya perlu menunggu 5 menit saja taksi online yang dipesan sudah tiba tepat waktu.


" Dengan ibu Senja? tanya sopir taksi untuk memastikan customernya benar atau salah.


" Iya pak.! jawab Senja.


Si sopir langsung turun dan membukakan pintu bagasi. Memasukkan barang-barang belanjaan ke dalam bagasi. Sedangkan Senja langsung masuk ke dalam mobil. Tapi yang aneh tatapan pria itu. Wajahnya tersenyum licik. Sepertinya pria itu sedang memikirkan sesuatu. Dan pasti bukan sesuatu yang baik. Setelah bagasi di tutup, dan Senja sudah duduk manis di dalam mobil, sopir itu masuk ke dalam mobil. Menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu meninggalkan tempat itu.


Senja yang biasa-biasa saja, tidak merasakan sedikitpun ada yang aneh. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dan sikap sang sopir juga tidak mencurigakan. Senja kemudian sibuk dengan ponselnya melihat resep-resep makanan lewat layanan googling. Sehingga Senja tidak sadar jika arah mobil itu telah berubah jalur. Senja mengalihkan pandangannya sejenak memperhatikan jalan yang mereka lalui. Awalnya Senja tidak sadar jika jalur yang mereka lewati bukanlah jalan menuju alamat rumah mereka. Namun Senja semakin memperhatikan ada yang asing. Senja tidak mengenal jalan yang sedang mereka lewati saat ini.


" Mas, kita lewat mana ya? Sepertinya ini bukan arah ke tempat saya.! Senja mengingatkan si sopir taksi.


" Saya ambil rute lain Bu. Karena kalau lewat rute biasa saat ini pasti macet. Dan kita pasti akan kelamaan menunggu di kemacetan! jawab sopir itu memberi alasan.


" Ohh gitu ya.! Senja mencoba menerima alasan si sopir. Meski terasa kurang masuk akal baginya. Karena sepengetahuannya jalanan menuju ke rumah tempat tinggal mereka bukanlah kawasan macet. Selama Senja tinggal di rumah itu, Senja belum pernah mengalami kemacetan di daerah tersebut.


Senja masih mencoba untuk tetap tenang dan berpikir positif. Namun jalan yang ditempuh sopir ini semakin lama semakin jauh dan Senja tidak mengenal rute ini sama sekali. Tapi feelingnya merasakan jika mereka semakin menjauh dari tujuan mereka seharusnya. Senja semakin fokus memperhatikan jalan yang mereka lalui. Semakin lama, semakin menjauh dan semakin menyepi dari keramaian. Bahkan seakan masuk ke jalanan gang-gang sempit yang sepertinya jarang dilalui kendaraan umum.


" Mas, kita lewat mana ini. Kok tidak ada kendaraan lainnya.! ucap Senja yang mulai curiga. Karena seingatnya lewat jalur manapun untuk menuju ke rumah mereka adalah jalan raya umum yang selalu dilewati oleh banyak kendaraan.


" Bentar lagi sampai kok Bu. Saya tadi ambil rute pintas untuk menghindari kemacetan.! ucap si sopir mencoba menenangkan Senja. Namun Senja sudah mulai menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres dengan sopir itu. Senja membuka ponselnya bermaksud menghubungi suaminya. Namun ternyata sopir itu mengetahuinya. Dia langsung merampas ponsel dari tangan Senja. Karena tindakan spontannya itu, mobil itu hampir saja oleng.

__ADS_1


" Jangan coba-coba menghubungi siapapun. Atau kamu akan tahu akibatnya! ancam pria itu. Senja yang mengerti sekarang jika keselamatannya sedang terancam mencoba untuk tetap tenang.


" Sebenarnya anda siapa? Apa yang anda inginkan? tanya Senja.


" Kamu tidak perlu tahu aku siapa. Kalau kamu mau selamat jangan banyak tingkah.! pria itu mencoba menakuti Senja. Namun Senja bukanlah gadis biasa yang akan terintimidasi oleh kata-kata ancaman seperti itu.


" Apa kamu tidak takut polisi akan menangkap anda?


Pria itu malah tersenyum sinis sambil melirik ke arah Senja melalui cermin dalam mobil.


" Kamu mau menakut-nakuti saya? Seharusnya kamu banyak berdoa supaya ada orang yang menyelamatkan dirimu!


Senja tahu usaha nya sia-sia jika hanya mengatakan hal-hal omong kosong seperti itu. Tapi dia juga tidak bisa berpikir saat ini. Jalanan yang mereka lalui semakin menyepi, kesempatan untuk mendapatkan bantuan semakin sulit. Namun dia tidak boleh kehilangan harapan. Senja tetap berpikir dengan tenang. Memikirkan ide yang dapat menolongnya dari orang jahat itu.


Mobil itu memasuki lokasi pergudangan yang sepertinya sudah tidak terpakai. Terlihat nampak terbengkalai, berantakan dimana-mana, besi-besi tua berkarat dan rerumputan liar tumbuh subur menutupi sebagian dinding gudang yang sudah terkelupas dan kusam. Setelah mobil berhenti, pria itu keluar dari dalam mobil dengan gulungan tali ditangan kirinya.


Setelah tubuh Senja terikat pria itu meraih ponsel dari sakunya lalu menghubungi seseorang.


" Halo. Tugas sudah dilaksanakan. Jangan lupa perjanjian kita. Saya tidak suka jika ada yang ingkar janji! nada bicaranya begitu serius dan sedikit menakutkan.


Pria itu terdiam sejenak, mungkin sedang mendengarkan orang yang berbicara dari dalam ponselnya. Sesekali dia menganggukkan kepalanya. Kira-kira beberapa menit kemudian pria itu meletakkan ponselnya dan mendekati Senja.


Pria itu tersenyum sinis kepada Senja. Seakan mengejek dan menertawakan kemalangan Senja.


" Sayang sekali kalau kamu harus bernasib buruk hari ini.!

__ADS_1


" Siapa yang menyuruh kamu melakukan ini? Senja mencoba mengorek informasi dari pria itu.


" Nanti kamu juga akan tahu. Diakhir hidupmu kamu pasti akan mengetahui segala-galanya.! ucap pria itu dengan misterius. Membuat Senja semakin penasaran.


Senja ditempatkan didalam gudang kosong yang mungkin baru kali ini dimasuki lagi oleh manusia. Pencahayaannya cukup baik karena dinding gudang memiliki ventilasi udara dan cahaya yang sudah menganga lebar. Setelah merasa semuanya aman terkendali, pria itu keluar dari sana lalu mengunci pintu gudang dari luar. Meninggalkan Senja sendiri di dalam sana. Jauh di dalam hatinya Senja sebenarnya ketakutan. Tapi dia harus berani dan kuat. Karena dia sadar jika saat ini hanya dia yang bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Kecuali Tuhan menunjukkan mukzijat kepadanya.


Senja berusaha melepaskan ikatan dari tangannya. Namun ikatan itu sepertinya sangat kuat. Sehingga sulit untuk melepaskannya. Senja berusaha memikirkan cara apa yang bisa dilakukannya. Namun entah kenapa otak dan hatinya tidak bisa berpikir dengan baik kali ini. Zein dan Jeremy pasti mengkhawatirkan dirinya saat ini. Entah apa yang akan terjadi.


Senja menutup kedua matanya. Menarik napas panjang, mencoba menenangkan hati dan pikirannya berharap mampu menemukan cara untuknya agar bisa lolos dari tempat itu. Karena untuk saat ini hanya itu yang mampu dilakukannya.


Sementara itu.


Zein yang sibuk di kantor tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak baik. Hatinya mendadak tidak tenang. Perasaannya seakan merasakan telah terjadi sesuatu yang buruk. Zein meraih ponselnya dan langsung menghubungi nomor Senja.


" Maaf. Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi cobalah beberapa saat! jawab operator. Zein mencoba berulangkali dan jawaban yang sama. Zein lalu menghubungi Jeremy. Hanya sekali panggilan Jeremy langsung mengangkatnya.


" Ya halo Zein, ada apa? tanya Jeremy masih dengan biasa saja tanpa rasa curiga sedikitpun.


" Kamu bisa hubungi Senja nggak? Dari tadi aku telepon ponselnya nggak aktif!


" Tidak tahu. Aku belum menghubungi Senja hari ini! jawab Jeremy. Hatinya mulai ikut khawatir.


" Tidak biasanya dia mematikan ponselnya. Dan entah kenapa tiba-tiba hatiku jadi gelisah.! ujar Zein.


" Kalau gitu kita cari di rumah saja dulu. Siapa tahu Senja sedang butuh bantuan! ucap Jeremy.

__ADS_1


" Iya baiklah. Kita ketemu di rumah! balas Zein.


Mereka berdua pun segera meninggalkan kantor mereka masing-masing. Karena bagi mereka keselamatan Senja adalah yang paling penting. Senja adalah hidup dan mati mereka.


__ADS_2