CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)

CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)
KEDATANGAN IQBAL


__ADS_3

"Cepat minum Jusnya..." Ucap Heru.


"Iya..." Jawab Rani kemudian menyentuh jusnya.


"Udah nggak dingin. Nggak enak kalau di minum. Aku taruh kulkas dulu." Ucap Rani.


"Iya silahkan, kamu bisa makan makanannya dulu."


"Iya..." Jawab Rani kemudian pergi ke dapur dan meletakkan jus tersebut di ke dalam lemari es.


Rani pun kembali ke ruang tamu menemui Heru.


"Heru kenapa kamu tidak minum?..." Ucap Rani yang kini duduk di hadapan Heru. Heru mengambil tehnya lalu meminumnya.


Rani membuka bingkisan yang di bawa Heru kemudian membaginya menjadi dua di atas piring, Satu untuknya dan satu lagi untuk Heru.


"Kenapa malah kau berikan untukku, aku membelinya untukmu." Ucap Heru yang menerima satu piring makanan dari Rani.


"Masak iya aku makan sendiri sih." Jawab Rani.


Heru pun manggut-manggut. Heru terus memperhatikan Rani, bibir Heru tersungging saat melihat Rani memakan makanan darinya yang sudah di bubuhi dengan obat perangsang.


"Kenapa kamu nggak makan Her?... Ini enak loh." Ucap Rani sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Ran aku sangat mencintaimu..."


"Deg..."Jantung terkejut saat Heru menyatakan cintanya.


Rani menghentikan gerakan tangan dan mulutnya, dia mengambil air putih lalu meminumnya, memaksa semua makanan yang ada di mulutnya masuk ke kerongkongannya dengan dorongan air yang Rani minum.


"Hehe kau bercanda kan."


"Aku serius. Aku akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan mu. Aku sudah berkorban banyak untuk mu. Aku tidak akan mengalah dengan psikopat gila itu."


"Heru kenapa mendadak kamu berubah. Aku tidak suka kamu berkata buruk tentang Iqbal, dia itu calon suamiku."


"Braaaaakkkk..." Rani terkejut saat Heru menggebrak meja di hadapannya, menatap Rani nyalang.


"Sekarang sudah malam, waktunya kamu pulang." Ucap Rani dengan mata nyalang, Rani mengusir Heru secara terang terangan, dia merasa akan terjadi hal buruk setelah ini.

__ADS_1


Kemudian Heru beranjak dari tempat duduknya, dia berjalan menuju pintu keluar diikuti oleh Rani, bukannya keluar, dia malah mengunci pintu rumah Rani dan memasukkan kunci pintu itu ke dalam saku celananya.


Rani terkejut, raut wajahnya berubah panik melihat sikap Heru yang mulai kurang ajar.


Heru berjalan mendekati Rani.


"Heru kau jangan macam-macam. Sebentar lagi aku dan Iqbal akan menikah. Jika kau berani bersikap lancang padaku maka Iqbal pasti akan menghukummu." Ucap Rani yang ketakutan melangkah mundur sambil menunjuk wajah Heru.


"Kenapa harus Iqbal. Tidak tahukah kau Rani, jika aku sangat sensitif dengan nama itu. Nama itu membuat telinga, pikiran dan hatiku sakit. Apakah secinta itu kau pada Iqbal? sampai kau tak pernah mau melihat usaha ku." Rani bukannya menjawab ucapan dari Heru, dia malah lari sekencang-kencangnya menuju kamar.


Heru mengejar kepergian Rani. Saat hendak menutup pintu, Heru berhasil menjegal pintu dengan kakinya sehingga pintu kamar tak bisa ditutup.


Heru mendorong pintu dengan sangat keras sehingga Rani terpental jatuh ke lantai.


"Kau jangan macam-macam Heru, cepat pergi. KELUAR dari sini. Aku muak melihatmu, ternyata seperti ini wajah aslimu." Ucap Rani dengan tumbuhnya yang beringsut mundur karena Heru mulai mendekatinya.


"Aku akan keluar setelah mendapatkan apa yang kuinginkan." Ucap Heru sambil melangkah mendekati Rani. Rani beringsut mundur ketika melihat Heru semakin mendekatinya.


Heru berjongkok di hadapan Rani, saat Hero hendak menyentuh wajah Rani, Rani malah memelintir lengan Heru, hingga Heru mengaduh kesakitan lalu Rani menendang ************ kaki Heru sehingga dia terjungkal ke belakang.


Hal ini dijadikan kesempatan untuk Rani kabur dan meraih hp-nya di atas nakas. Tapi sayang saat Rani hendak menghubungi Iqbal, Heru berhasil menarik kaki Rani dengan keras sehingga Rani tersungkur di lantai. Rani membalik tubuhnya lalu menendang wajah Heru dengan satu kakinya yang bebas dan Rani pun berhasil bebas. Ternyata latihan militer yang diajarkan Iqbal pada Rani bermanfaat untuk kejadian seperti ini.


Rani semakin putus asa dan ketakutan, keringat sudah membanjiri tubuhnya. Rani mulai merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Dia merasa meriang dan gelisah. Rani merasakan udara di sekitarnya menjadi panas.


"Hahahahahahaha.... lebih baik pasrahkan saja tubuhmu dengan sukarela, kita bisa menikmati indahnya bercinta bersama, Setelah itu kita akan menikah." Ucap Heru yang melihat Rani kebingungan, tertawa terbahak-bahak.


"Apa yang kamu lakukan percuma. Setelah obat itu bereaksi kau sendiri yang akan melempar tubuhmu padaku."


"Apa maksudmu?..." Ucap Rani yang tak mengerti maksud dari perkataan Heru.


"Hahahaha.... Aku hanya tinggal menunggu waktu saja." Sambil tertawa. Rani mulai menggantuk, tubuhnya terasa lelah dia menggaruk garuk tubuhnya sendiri.


***


Sejak tadi Iqbal menghubungi Rani tapi tak ada jawaban. Iqbal sangat gelisah, perasaannya tidak enak sebab ia sudah melakukan panggilan telepon hingga puluhan kali tapi tidak ada jawaban. Terlebih tadi Iqbal melihat ada notifikasi panggilan di Hpnya dari Rani.


Iqbal bergegas pergi ke rumah Rani. Dia memacu mobilnya dengan kecepatan penuh. Beruntung hari sudah petang jadi jalanan tidak terlalu macet.


***

__ADS_1


Iqbal sangat geram, emosinya meluap saat melihat mobil Heru terparkir di halaman rumah Rani.


Iqbal melangkah cepat...


"Dooor Dooor Dooor Dooor.... Rani buka pintunya." Iqbal berteriak mendorong paksa pintu rumah Rani tapi tak bisa terbuka. Dengan sekali tendangan pintu itu terbuka.


Iqbal memasuki rumah Rani dengan tangan yang terkepal. Dia berjalan melewati ruang tamu yang begitu banyak makanan di mejanya.


Iqbal berjalan ke arah kamar Rani. Emosi Iqbal kian membuncah saat mendengar suara desah Rani di kamar itu.


"Braaaaakkkk...." Dengan sekali tendangan, Iqbal membuka pintu kamar itu. Heru terperanjat dan melihat ke arahnya. Di lihatnya pemandangan yang menyakitkan mata. Calon istrinya berani mengkhianatinya.


Iqbal berlari dan melompat ke atas ranjang. Menendang Wajah Heru hingga rontok gigi depannya.


Iqbal menyeret Heru dan menghajarnya habis habisan, Heru berusaha memberikan perlawanan tapi Iqbal tidak memberinya kesempatan untuk membalas. Iqbal menghajar Heru hingga dia tak bergerak.


Iqbal menghubungi Zain...


"Zain datang ke rumah Rani sekarang juga. Beri perawatan terbaik untuk Heru. Pastikan dia hidup dengan sehat dan kebiri dia. Karena kematian terlalu mudah baginya." Iqbal memutuskan panggilannya tanpa mendengar jawaban dari Zain. Dan membuang Hpnya ke sembarang tempat.


Iqbal membuka sabuk kulit yang melingkari pinggangnya sambil melangkah kan kaki panjangnya menuju kamar Rani. Dia ingin sekali menguliti kulit Rani saat ini juga.


"RANIIIIIII...." Iqbal berteriak saat memasuki kamar Rani tapi Rani tak ada.


"Ceklek..." Pintu kamar mandi di buka. Iqbal langsung menutup mata melihat penampakan Rani yang basah kuyup tanpa mengenakan apapun.


Dengan langkah terhuyung Rani melangkah mendekati Iqbal yang berdiri di depan. Setelah berada begitu dekat dengan Iqbal, Rani malah melewati Iqbal dan menutup pintu lalu menguncinya.


Rani memeluk Iqbal dari belakang, dengan tangannya dia menyusuri Iqbal. Rani mulai meracau tidak jelas.


"Aku ingin memiliki mu seutuhnya sekarang juga Iqbal." Iqbal tidak merespon ucapan Rani, dia masih mencerna apa yang terjadi pada Rani. Ini tidak sesuai dengan praduganya.


"Ayo lakukan, kalau tidak aku akan melakukannya dengan orang lain. Ayolah sentuh aku Iqbal." Iqbal diam saja masih menutup mata.


"Apa kau tidak mau membersihkan bekas bibir Heru." Ucap Rani merengek, Seketika Iqbal yang emosi langsung membuka mata.


***


JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT BIAR AUTHORNYA SEMANGAT

__ADS_1


__ADS_2