
Matahari mulai keluar dari persembunyiannya, memberikan penerangan pada tumbuhan dan makhluk hidup di bumi. Sejuknya angin pagi menerpa dedaunan pohon menciptakan irama daun yang bergesek gesekan. Terdengar suara burung bersiul saling bersahutan.
Rani dan Iqbal duduk di kursi dengan meja sebagai pembatas. Mereka berdua sedang menikmati sejuknya udara pagi yang di balkon kamarnya, duduk berhadapan saling melempar senyum di balkon kamar. Kopi tersaji di depan Iqbal dan teh hijau tersaji di depan Rani, terlihat asap masih mengepul dari minuman mereka.
Mereka berbincang bincang dan sesekali melihat Putri yang tertidur di tengah ranjang dari balik jendela.
Iqbal menggenggam tangan Rani dan mengecupnya berkali kali membuat Rani tersipu malu. Iqbal pun tersenyum, gemas melihat wajah Rani.
Rani menarik tangannya, meraih gelas teh yang berada di atas meja dengan kedua tangannya.
"Kenapa melihat ku seperti itu?..."
"Karena Kamu cantik..." Ujar Iqbal sambil meraih cangkir kopi dan meminumkannya.
"Iya lah, perempuan. Kalau cowok ya ganteng."
"Tapi kamu beneran cantik."
"Iih gombal terus."
"Iya lah, biar di kasih jatah terus."
"Nggak usah gombal, aku nolak pun pasti langsung kamu perkaos..."
"Hahahaha... Emang." Iqbal malah mentertawakan celoteh Rani.
__ADS_1
"Sssttttt... Jangan kencang kencang ketawanya. Putri lagi tidur."
"Iya, maaf keceplosan. Kamu masih sakit?..."
"Udah nggak apa-apa, nggak usah khawatir." Ujar Rani, sebab baginya kekhawatiran Iqbal yang berlebihan sangat mengesalkan.
"Beneran nggak apa-apa?..."
"Iya nggak apa-apa."
"Iqbal..."
"Hemmm..."
"Kapan aku galak???..." Ucap Iqbal tidak terima. Keduanya menoleh, melihat Putri dari jendela. Bayinya mengayun ngayunkan tangannya ke atas dan sesekali mengusap wajahnya.
"Kamu sih ketawanya kekencengan, liat tuh Putri bangun." Ujar Rani, Iqbal tersenyum beranjak menghampiri Putri, dan di ikuti Rani. Iqbal menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya.
"Mau kemana?... Duduk saja di sini. Aku akan membawa Putri kemari." Ujar Iqbal yang melihat Rani hanya mengangguk.
Iqbal melangkah masuk ke dalam kamar menghampiri Putri yang berada di tengah ranjang dan mengangkat tubuh mungil itu dan memberinya kecupan bertubi-tubi di kening, dan kedua pipinya. Dia membawanya ke balkon kamar agar sama sama menikmati sejuknya udara segar di pagi hari.
Rani membelai lembut pipi Putri dengan punggung jari telunjuknya, bibir bayi itu mengecap ngecap dan sesekali lidahnya menjulur ke luar untuk membasahi bibirnya.
"Sepertinya dia lapar..." Ucap Iqbal seraya menatap Rani.
__ADS_1
"Tunggu sebentar, akan ku buatkan susu." Ucap Rani.
"Tidak usah, kamu pegang Putri...Biar Aku yang akan membuatkan susu untuknya." Kemudian Iqbal menyerahkan Putri pada Rani.
"Maaf Pa, karena ASI ku nggak keluar aku jadi ngerepotin kamu."
"Tidak apa-apa, jadi aku nggak perlu berbagi dengan Putri. Itu khusus hanya untuk ku..."
"Iiih dasar mesum... Udah sana sana buatin Putri susu." Iqbal malah mentertawakan Rani yang wajahnya sudah bersungut-sungut.
Iqbal pun pergi menuju dapur untuk membuat susu tak lama kemudian dia datang kembali ke balkon dan memberikan susu untuk Putri. Putri meminumnya dengan semangat hingga menciptakan bunyi saat dia sedang meneguk susunya. Hal itu membuat Rani dan Iqbal mengulas senyum bahagia secara bersamaan, mereka berdua amat bersyukur dengan kebahagiaan yang sempurna.
...TAMAT...
Aku mau promosi novel baru yang berjudul "Mr.Arrogant" jika berkenan harap mampir. KISAH ZAIN DAN NADINE...Rani, Iqbal, Putri dan Alena juga akan sering muncul di kisah Zain dan Nadine loh kaka
Beberapa komentar di KU TEMUKAN CINTA DALAM SUJUDKU
__ADS_1