CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)

CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)
SIASAT HERU


__ADS_3

Rani bersama dengan 5 wanita yang memakai baju syar'i dan cadar menaiki bus. Rani bisa sedikit lega sebab dia sudah bisa terbebas dari kejaran anak buah Iqbal. Beberapa saat kemudian setelah di perhentian bus, Rani turun bersama dengan 5 wanita bercadar itu dan berpisah dari 5 wanita bercadar itu.


***


Semua perabotan yang ada disekitar Iqbal hancur karena Iqbal yang murka menghancurkan semua benda-benda yang ada di sekelilingnya. Iqbal yang biasanya bersikap tenang sudah tidak ada lagi.


"BODOH. Bagaimana bisa kalian semua gagal menangkap Rani yang hanya seorang diri." Iqbal meneriaki semua anak buahnya yang ditugaskan untuk menangkap Rani.


"Maafkan kami Tuan, kami kehilangan jejak karena festival begitu ramai."


"Buuugg... Masih berani kau membela diri." Iqbal meninju wajah anak buahnya hingga sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah.


"Maaf Tuan."


"Berikan padaku Semua rekaman CCTV atau apapun yang ada di area festival itu." Ucap Iqbal.


***


"Bug bug bug...." Heru kembali babak belur di hajar oleh wanita bercadar di rumah pribadi Heru.


"Ah, Siapa kau?" Ucap Heru yang meringis kesakitan terkapar di lantai. Kemudian wanita bercadar itu membuka cadarnya.


"Rani. Kau..."


"Kenapa? Terkejut melihatku!" Ucap Rani.


"Kau keterlaluan Ran."


"Bug..." Rani kembali menendang perut Heru.


"Aaaaakkkhhh..." Heru memegangi perutnya yang kesakitan karena tendangan Rani.


"Aku keterlaluan kau bilang. Setelah memperkosa ku, Kau bilang aku keterlaluan. Hukuman dariku ini belum seberapa jika di bandingkan dengan perbuatanmu padaku brengsek. Buuug...." Rani kembali menendang perut Heru. Rani masih belum puas jika belum menghajar Heru. Masih ada hal yang sangat mengganjal di hati Rani jika belum menuntaskan amarahnya kepada lelaki biadab ini.


"Aaaaakkkhhh..." Heru kembali berteriak Karena tendangan Rani memberikan rasa sakit yang teramat.


"Jadi Rani berpikir bahwa aku sudah memperkosanya...!"


Rani melihat jam tangannya. "Sudah waktunya aku pergi, sebelum Iqbal menemukanku."


Kemudian Rani melangkah pergi, tapi mendadak kepala Rani pusing dan area sekitarnya berputar putar. Rani pun akhirnya pingsan.


Kemudian Heru membawa Rani ke dalam kamar setelah membaringkan Rani di atas ranjang. Heru segera menghubungi seorang dokter.


Heru menggeledah isi tas Rani. Heru melihat ada paspor dan tiket keberangkatan menuju negara Malaysia. Heru juga menemukan banyak uang berupa Ringgit di dalam tas milik Rani.


"Memangnya Rani mau pergi kemana dengan paspor dan uang Ringgit ini?"


***

__ADS_1


"Ting tong ting tong...." Heru keluar dari kamar saat mendengar bel rumah berbunyi, dia membukakan pintu untuk seorang dokter wanita.


Kemudian dokter wanita itu mulai memeriksa detak jantung dan denyut Rani.


"Bagaimana keadaan Rani dokter?"


"Dia hanya kelelahan dan sepertinya dia juga belum makan. Istri anda sedang hamil jadi mohon di jaga kondisi kesehatannya dan juga pola makannya. Usahakan agar istri anda tidak melakukan aktivitas yang berat karena di usia kehamilan muda seperti dirinya sangat rawan." Heri terkejut mendengar ucapan dokter.


"Saya minta tolong jika ada orang yang bertanya pada Anda kenapa datang kemari..Katakan saja anda merawat saya yang sedang sakit."


"Maaf sebagai seorang dokter saya tidak bisa bohong. Karena saya sudah terikat janji pada profesi saya."


"Saya mohon, ini demi keselamatan istri saya. Jangan katakan pada siapapun jika Istri saya sedang hamil."


"Memangnya kenapa anda merahasiakan kehamilan istri anda?"


"Saya memiliki masalah pribadi tersendiri dan tidak bisa membaginya dengan orang lain. Saya mohon untuk merahasiakan kehamilan istri saya. Katakan saja, jika ada orang yang bertanya kepada anda, anda datang kemari untuk merawat luka saya." Dokter itu memperhatikan luka di wajah Heru.


"Anda bisa merawat luka saya sekarang, jadi anda tidak perlu berbohong. Dan tidak perlu menceritakan kehamilan istri saya."


"Jika anda mengalami kejahatan kriminal Kenapa anda tidak melaporkan ke kantor polisi saja."


"Itu tidak perlu Anda tidak mengerti masalah saya."


"Baiklah kalau begitu." Kemudian dokter wanita itu merawat luka-luka Heru.


***


"Sepertinya keberuntungan berada di pihakku saat ini. "Heru menyentuh perut Rani yang masih rata.


"Malam itu pasti Iqbal sudah meniduri Rani. Pasti ini adalah anak dari Iqbal."


"Aku akan membalasmu Iqbal, lewat anakmu."


"Nak, ayahmu sudah memberikan hukuman yang sangat berat padaku, bahkan lebih berat dari kematian. Harusnya dia membunuhku saja waktu itu, bukan malah membuatku menjadi laki-laki tidak berguna, lelaki yang impoten."


"Jika saat ini aku tidak impoten sudah pasti akan menyentuh ibumu, menjengukmu."


***


Beberapa saat kemudian Rani terbangun.


"Kau sudah sadar Ran?" Ucap Heru yang menyentuh kening Rani, Rani langsung menghempaskan tangan Heru.


"Jangan sentuh aku bedebah."


"Kenapa Ran? Kita bahkan sudah melakukannya lebih dari ini." Heru sengaja memancing Rani. Ingin mengetahui apa yang sebenarnya Rani pikirkan. Apakah benar Rani berpikir bahwa Heru lah yang sudah menghamilinya.


"Tutup mulut bedebah." Rani melempar bantal ke wajah Heru.

__ADS_1


"Jangan galak-galak, kau sedang hamil. Takutnya akan berpengaruh pada sifat anak kita." Ucap Heru memancing emosi Rani.


"Jangan sebut ini anak kita, ini anakku seorang. Bukan anakmu." Heru tersenyum senang mendengar jawaban Rani.


"oke fiks, dia menganggap bahwa aku adalah Ayah dari anaknya."


"Jangan seperti itu Ran, Akulah yang sudah menghamilimu, maka aku akan mempertanggungjawabkan perbuatan ku padamu."


"Tanggung jawab? APA maksudmu?"


"Aku akan menikahimu Ran."


"Apa Kau pikir aku mau anakku memiliki ayah yang bejat seperti dirimu? Ciiihhh"


"Berani kau menghinaku Ran."Heru membatin.


"Anak kita butuh ayah, anak kita butuh akta kelahiran. Kita harus menikah. Bagaimana jika dia terlahir tanpa seorang ayah. Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaannya?"


"Aku bisa menjadi Ayah sekaligus ibu untuk anakku. Menyingkirlah Aku harus pergi."


"Baiklah. Katakan jika kau berubah pikiran, jangan sungkan-sungkan padaku, aku akan menerimamu."


Kemudian Heru mengembalikan tas milik Rani. Rani sama sekali tidak curiga lalu mengambil tas itu dan langsung pergi begitu saja tanpa memeriksa isi tasnya.


Rani tidak tahu bahwa perhiasan dan uang yang berada di dalam tasnya sudah diambil sebagian oleh Heru. Heru sangat bersyukur Rani memisahkan uang Ringgit dan perhiasan dengan paspor dan uang untuk perjalanan.


Perhiasan dan uang Ringgit yang berada di tas paling dalam, sedangkan paspor dan uang untuk keperluan perjalanan berada di resleting paling luar. Jadi Heru tidak perlu khawatir Rani menyadari bahwa dia kehilangan barang berharganya. Karena Heru mengganti perhiasan Rani dengan barang barang lain, hampir setara beratnya dengan barang yang ia curi.


Heru sudah mengirim seseorang untuk membuntuti Rani sampai Rani di Malaysia. Karena Heru ingin Rani yang tidak memiliki apapun dan bergantung pada Heru saat sudah sampai di Malaysia.


***


Iqbal memperhatikan dengan seksama rekaman CCTV di sekitaran festival. Iqbal tidak mendapatkan apapun karena Rani menghilang saat terlepas dari rekaman CCTV.


Iqbal sendiri yang melatih Rani dan mengajari Rani bagaimana cara meloloskan diri dari kejaran musuh tanpa diketahui jejaknya, sekarang ilmu yang diajarkan oleh Iqbal sudah digunakan oleh Rani.


Iqbal memperhatikan 5 wanita bercadar itu di rekaman CCTV dari awal. Namun dipenghujung CCTV jalanan yang lain, 5 wanita itu bertambah satu menjadi 6. Di sepanjang jalan mereka berkerumun tetap berjumlah 6 saat menaiki bus pun masih berjumlah 6.


"Berikan aku rekaman CCTV di sepanjang perjalanan Bus kota xxx."


"Baik Tuan." Ucap Zain.


Iqbal melihat, Saat di perhentian bus, wanita bercadar itu turun berjumlah 6 orang, namun salah satu diantara wanita bercadar itu terpisah, hingga yang 6 wanita bercadar menjadi 5. Kemudian satu jejak wanita bercadar yang terpisah itu menghilang.


"Satu di antara wanita bercadar itu pasti Rani. Aku akan mendapatkanmu Ran. Jika aku berhasil mendapatkanmu, Aku akan mengurungmu, dan tidak akan mengizinkan mu keluar lagi dari hidupku." Ucap Iqbal dengan tangan yang terkepal.


***


SELAMAT MENIKMATI

__ADS_1


__ADS_2