
"Anakku sedang ingin makan masakan dari Zain." Rani masih Kekeh pada pendiriannya.
"Ayah dari anak itu adalah aku. Tidak mungkin anakku ngidam ingin memakan masakan dari Zain. Pasti dia ingin makan masakan dari ku." Ucap Iqbal yang cemburu dan iri pada Zain. Dan masih tidak percaya dengan ucapan Rani. Rani pun menghentakkan kakinya karena jengah pada Iqbal.
"Dek lihat tuh papa kamu, kayaknya dia nggak bener-bener sayang deh sama kamu. Buktinya dia tidak mau menuruti keinginan kamu." Ucap Rani sambil mengelus-ngelus perutnya. Dan menunjuk Iqbal dengan dagunya.
"Kau bicara apa Ran! Kenapa kau malah menjelek-jelekkan ku pada anakku." Iqbal semakin kesal dan terlihat bodoh karena menanggapi ucapan Rani.
"Tuan Iqbal bodoh sekali mau-maunya dikerjai oleh Nona Rani."
"Aku tidak menjelek-jelekkan mu, memang benar kan beberapa bulan ini kau menelantarkan kami berdua, aku dan anakmu." Ucap Rani sambil mendorong dada Iqbal dengan jari telunjuknya.
"Apa tidak ada permintaan lain selain itu?" Ucap Iqbal setelah menghela nafas.
"Ada." Ucap Rani dengan mantap sambil bersiku pinggang.
"Apa?..."
"Aku ingin mencium Zain." Jawaban Rani dengan tegas, Iqbal pun kembali murka.
"RANI." Iqbal membentak Rani karena tidak terima dengan apa yang diucapkannya.
Sementara Zain hanya mendengus kesal dan semakin kebingungan apalagi saat Iqbal menatapnya dengan sangat tajam.
"Apa! Mau mukul, ini ini pukul kalau berani, ini ini tampar ini." Cerca Rani sambil menyodorkan pipinya ke arah Iqbal.
"Cup." Iqbal malah mengecup pipi Rani. Dan Rani pun mendorong dada Iqbal. Iqbal masih menatapnya nyalang.
Rani berjalan menghampiri Zain. Tapi Iqbal malah menarik tangannya hingga langkah Rani terhenti dan berbalik menghadap Iqbal.
"Kau mau apa Ran?"
"Mau mencium Zain." Hati Iqbal kembali terbakar api cemburu yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Iqbal sangat takut jika Rani akan menyukai Zain sebab Zain juga tidak kalah tampan darinya.
Sementara Zain menjadi semakin salah tingkah , keringat mulai mengucur di tubuhnya. Hari ini begitu sial karena berada di tengah tengah perseteruan orang aneh. "Sial kenapa aku bisa berada di antara dua orang yang aneh ini."
"Zain segera buatkan Rani nasi goreng. Aku tidak ingin dia semakin ngelantur dalam berbicara." Iqbal akhirnya mau mengalah tapi bagaimana dengan Rani!! Apakah dia mau berhenti balas dendam pada Iqbal!! Tentu tidak.
"Ini." Ucap Rani sambil memberikan kunci ruangan pada Zain dengan senyuman manisnya dia menatap Zain, Zain semakin salah tingkah di buatnya. Iqbal langsung menutup mata Rani dengan tangannya. Rani semakin senang, dia tersenyum penuh kemenangan, sementara Zayn menundukkan kepalanya saat Iqbal sudah menatapnya dengan tajam.
Zain membuka pintu dengan tangan yang gemetaran karena tatapan Iqbal mengintimidasi nya.
***
Di dapur Rani terus mengikuti kemanapun Zain melangkah. Rani benar-benar membuat Zain gerah dengan tingkah konyolnya. Zain hanya takut jika Iqbal tidak bisa mengendalikan emosinya dan mengamuk, menghancurkan semua barang seperti yang sudah sudah.
"Zain cepatlah aku lapar. Aku tidak sabar ingin makan dari suapan tanganmu." Ucapan Rani membuat jantung Zain hampir mencelos keluar.
"Gila gila gila... Aku bisa gila."
Memasak untuk Rani sudah membuat ekspresi Iqbal seperti itu, apalagi jika Zain menyuapi Rani dengan tangannya. Apa yang akan dilakukan Iqbal padanya nanti jika Zain menyuapi Rani.
__ADS_1
Iqbal menghampiri Rani dan menarik tangan Rani menjauh dari Zain.
Zain berpikir keras mencari cara agar Zain tidak harus menuruti keinginan gila Rani. Zain mengambil garam dan memberikan banyak garam di nasi goreng buatannya.
Berharap jika Rani nanti tidak mau memakannya dan menolak untuk disuapi oleh Zain. Tapi sayang apa yang dilakukan oleh Zain tidak luput dari pandangan Rani, Rani pun tersenyum melihat aksi dari Zain.
"Zain." Rani memanggil Zain dan Zain pun menoleh ke belakang takut Rani melihat kelakuannya.
"Ting Ting..." Zain bergidik ngeri dan langsung berbalik saat melihat Rani memainkan mata padanya.
Iqbal yang marah karena Rani tersenyum bermain mata pada Zain akhirnya menarik wajah Rani dari pandangannya pada Zain.
"Jangan melihatnya." Ucap Iqbal yang berdiri di ambang pintu bersama Rani.
"Aku hanya ingin melihat proses Zain dalam memasak nasi goreng."Ucap Rani.
"Matamu itu di jaga." Kemudian Iqbal membawa Rani ke meja makan. Dia mengambil makanan yang berada di atas meja makan dan memakannya.
"Kau bilang ingin makan nasi goreng buatan Zain, kenapa malah makan ini?"
"Aku bisa kelaparan jika harus menunggu Zain selesai memasak."
"Kau merepotkan sekali. Lalu bagaimana dengan masakan Zain nanti?..."
"Lihat saja nanti ya. Yang nanti di bahas ja Nanti."
Iqbal hanya mendengus kesal.
"Bahas nanti saat perutku kenyang."
***
Beberapa saat kemudian Zain menghampiri Rani dan Iqbal yang berada di meja makan kemudian meletakkan hasil karyanya di hadapan Rani.
"Terima kasih Zain. Kau baik sekali aku sangat menghargai dan menjunjung tinggi hasil dari kerja kerasmu."
"Sama-sama Nona." Ucap Zain kemudian dia beranjak pergi namun Rani memanggilnya.
"Kau mau ke mana? Duduknya di sini bersama kami' Ucap Rani.
"Tapi saya masih banyak pekerjaan." Ucap Zain yang berusaha menghindari masalah.
"Iqbal sayang anak kita ingin Zain berada di sini boleh ya." Ucap Rani dengan sikap yang manja bergelayut di lengan Iqbal.
Iqbal yang hatinya berbunga-bunga karena Rani yang tak pernah memanggilnya sayang tiba-tiba memanggilnya sayang langsung menuruti keinginan Rani.
"Tetaplah disini Zain."
"Iqbal Sayang, aku sudah kenyang tapi anakmu ini tidak ingin mengecewakan Zain yang sudah susah-susah memasak untukku. kamu mau ya makan masakan dari Zain."
Tubuh Zain langsung menegang saat Rani mengucapkan akan memberikan nasi goreng itu pada Iqbal, keringat mulai menganak diwajahnya. Kali ini Iqbal akan benar benar marah.
__ADS_1
"Kamu jangan menolak ya, kalau menolak aku marah ya, anakmu juga ikut marah. Aku akan menyuapimu." Di suapi oleh Rani tentu akan sangat menyenangkan bagi Iqbal.
"IYA." Ucap Iqbal sambil mengusap lembut kepala Rani.
Rani mulai menyendok nasi goreng buatan Zain. Zain berulang kali menelan salivanya. Dia sangat gugup, menerka-nerka bagaimana reaksi Iqbal setelah makan nasi goreng yang penuh dengan garam. Apa yang akan terjadi pada ada Zain selanjutnya.
"Byuuuuurrr..." Iqbal menyemburkan makanannya ke wajah Rani setelah Rani menyuapi Iqbal. Rani langsung menepuk paha Iqbal dengan sangat keras. Wajah wajah Rani langsung merengut. Iqbal meneguk air banyak banyak.
Sementara Jantung Zain hampir copot melihat tatapan Iqbal.
"Maaf Ran. Aku tidak sengaja." Ucap Iqbal dengan wajah datarnya, yang menatap Zain nyalang. Zain pun menunduk takut.
"Kenapa kau menyemburkan makanan ke wajah ku Iqbal." Rani berteriak kesal.
"Aku bilang aku tidak sengaja." Ucap Iqbal dengan nada sedikit tinggi karena marah pada Zain di tambah Rani meneriakinya.
"Ternyata janjimu untuk tidak tempramen hanya bualan saja." Ujar Rani dengan wajah yang di buat sendu.
"Aku semakin takut menjadi istrimu." Iqbal langsung tersentak mendengar ucapan Rani. Ucapan Rani terdengar sangat menyakitkan.
"Ran maaf aku benar-benar menyesal." Iqbal berusaha menyentuh tangan Rani tapi langsung di tepis.
"Aku hanya meminta mu memakan masakan Zain tapi kau malah mengotori wajahku." Rani mulai merengek.
"Tapi makanan Zain tidak layak untuk di makan."
"Aku tidak mau tahu. Pokoknya aku mau kau habiskan masakan Zain." Rani tetap kekeh pada pendiriannya. Semakin jauh Zain semakin tertekan dengan permintaan Rani.
"Zain bantu aku menghabiskan masakanmu."
"Ba-Baik tuan." Sahut Zain.
"Zain kau mau ku suapi juga." Ucap Rani.
"Aku sendiri yang akan menghabiskannya Ran." Ucap Iqbal kemudian. Rani tersenyum penuh kemenangan. Dia akhirnya menyuapi Iqbal dengan sendok penuh makanan. Iqbal berulang kali menutup rapat rapat matanya sambil mengunyah lalu meneguk air banyak banyak.
"Nah gitu kan pinter, calon ayah yang baik. Kalau seorang ibu ngidam itu harus di turuti biar anaknya nggak ngiler."
"Zain skot jump." Iqbal memberikan hukuman untuk Zain.
"Hah, Sekarang Tuan?..." Zain terkejut karena kena getahnya.
"Kapan lagi."
"Huuuuufffhhh baik tuan."
Akhirnya Zain skot jump sementara Iqbal masih di suapi oleh Rani.
***
SELAMAT MENIKMATI
__ADS_1