CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)

CINTA GADIS OBAT NYAMUK (Kesucian Yang Ternoda)
FOTO MASA REMAJA BONUS VISUAL IQBAL RANI SAYA UBAH YA KAKAK.


__ADS_3


Nama : Muhammad Iqbal.


Sifat : Si jenius, Tegas dan dingin.


Body. : Berotot.



Nama : Rani Maulidya.


Sifat. : Baik dan Ceria.


Body. : Tinggi dan ideal.


Iqbal memasuki kamar Rani. Di lihatnya Rani yang tertidur pulas dengan tubuh terlentang.


Iqbal duduk di tepi ranjang kemudian mengusap keringat yang menganak di dahi Rani. Dia menggenggam tangan Rani dan mengecupnya. Dia mengusap perutnya Rani, bibirnya tersenyum membayangkan bentuk bayi yang berada di perutnya.


Iqbal terkejut saat merasakan gerakan kecil di perut Rani. Ada rasa bahagia dan bangga yang tidak bisa Iqbal jelaskan dengan kata-kata. Yang jelas Perasaan indah yang menyelimuti hati Iqbal.


"Hey... Kau menyapa Papamu Nak!!... Papa sangat menyayangimu... Papa akan melakukan apapun untukmu dan Mama mu. Jangan dengarkan ucapan jelek Mamamu tentang Papa ya... Papa sangat menyayangi kalian berdua. Kamu baik baik di dalam sini ya, jangan nakal, kasihan Mamamu sudah mengalami banyak kesulitan" Kemudian Iqbal merasakan pergerakan lagi di perut Rani. Anak itu seolah merespon ucapan Iqbal.


Iqbal yang terharu mencium perut Rani seolah-olah sedang mencium anaknya.


Kini pandangan mata Iqbal beralih menatap wajah Rani. Iqbal membelai rambut Rani, di pandanginya wajah yang sedang terlelap itu. Ada rasa damai di hati Iqbal saat berada di dekat Rani. Mulut Rani sedikit terbuka dengan air liur yang mengalir. Iqbal mengusapnya tanpa rasa jijik.


"Maafkan aku yang selalu menyiksa hatimu. Walaupun ku tau sejak dulu kau mencintaiku tapi aku selalu membuat hatimu terluka. Aku yang selalu ingin dekat denganmu berdalih akan mencumbu Alyn jika tidak ada obat nyamuk. Makanya kau menjadi obat nyamuk kami dan mati matian menahan rasa sakit melihat aku dan Alyn berpacaran karena takut aku menyentuh Alyn."


Sebenarnya dulu Iqbal sering menangkap basah Rani yang cemburu pada Alyn karena Iqbal sangat perhatian pada Alyn. Iqbal yang kasihan pada Rani akhirnya memberikan perhatian lebih pada Rani. Padahal hasil dari perbuatannya itu menumbuhkan cinta luar biasa yang tumbuh begitu dalam di relung hati Rani. Tapi sayangnya Iqbal hanya melihat Alyn. Iqbal yang dahulu benar benar egois.


"Kau bukan hanya cintaku, tapi kau adalah sahabat yang baik. Sahabat istimewa bagiku dan juga Alyn. Sahabat yang rela melakukan apapun demi sahabatnya. Aku sangat beruntung bisa memiliki mu dan hatimu. Cintamu untukku luar biasa. Aku tau, jauh di lubuk hatimu yang terdalam kau sudah memaafkan aku. Tapi kau hanya masih kesal saja. Aku tidak akan mendapatkan cinta yang lebih besar dari wanita lain selain dari cintamu."


Iqbal mengambil Hp Rani yang berada di atas Nakas dia browsing ke internet mencari tahu bentuk dan perkembangan bayi di usia kehamilan 18 Minggu. Iqbal meraba perut Rani dan membayangkan bentuk bayi yang berada di perutnya.


Iqbal melihat fotonya saat remaja yang Rani jadikan sebagai wallpaper di Hpnya. Iqbal tersenyum.


"Ternyata kau masih saja menyimpannya. Apa ada fotoku yang lain lagi ya." Gumam Iqbal. Iqbal yang penasaran akhirnya membuka galeri HP Rani.


"Dasar pencuri." Ucap Iqbal sambil tersenyum saat melihat banyaknya foto Iqbal yang Rani ambil secara diam diam.


Iqbal melihat foto Alyn dan dirinya. Saat itu Iqbal memberikan Alyn coklat dan mengalungkan bunga ke leher Alyn. Lalu Iqbal melihat foto Rani yang Iqbal beri batu besar di tangannya dan mengalungkan tali rafia ke leher Rani.


FLASH BACK ON


Iqbal menghisap rokok sambil menanti kepulangan Rani dan Alyn saat jam pulang sekolah di tempat mereka biasa mereka bertemu, yaitu di bawah pohon besar nan rindang, Iqbal bersandar di bawah pohon besar tersebut.


Saat melihat kedatangan dua gadis yang sejak tadi di tunggu, Iqbal membuang rokoknya yang masih panjang ke tanah dan menginjaknya dengan sandal jepitnya yang buruk rupa. Iqbal membuang rokoknya karena tahu Rani tidak suka bau rokok.


"Sudah pulang." Ucap Iqbal basa basi menyapa mereka.


"Iya mas." Jawab Alyn. Sedangkan Rani malah melengos.


"Kenapa kau tidak menjawab Ran?..."


"Lebay sih dirimu. Sudah tahu kita pulang masih saja bertanya. Lagian pertanyaan tidak berbobot mu, sudah jawab Alyn."

__ADS_1


"Awas kau minta hadiah dariku ya." Ucap Iqbal.


"Bodo'." Ketus Rani. "Aku sudah terbiasa melihat kemesraan kalian. Jadi nggak masalah."


Iqbal tidak memperdulikan ocehan Rani yang ketus, sebab dia tahu alasan di balik sikapnya itu karena dia berusaha menutupi rasa sakit di hatinya. Iqbal pun duduk di samping Alyn. Awalnya hanya berbincang bincang biasa kemudian Iqbal memberikan Alyn coklat.


"Tunggu." Ucap Alyn.


"Kenapa?..." Iqbal bertanya.


"Ran tolong foto kami ya." Ucap Alyn yang benar benar tidak tahu isi hati Rani pada Iqbal. Rani pun tersenyum dan memotret Iqbal yang sedang memberikan Alyn sebatang coklat. Iqbal yang menyadari bahwa saat ini hati Rani terluka, Iqbal hanya berfoto tanpa ekspresi, karena di pikiran Iqbal berkecamuk bagaimana sakit hatinya Rani. Kemudian Alyn bersandar ke bahu Iqbal.


"Huuuuufffhhh..." Rani hanya bisa menghela nafas.


"Sudah Lyn. Aku capek, aku mau istirahat." Kemudian Rani duduk di balik pohon membelakangi Iqbal dan Alyn.


"Kalian berdua jangan mesum ya... Aku mengawasi loh..." Rani berteriak, berusaha menutupi perasaannya yang terluka.


"Iya... Iya..." Sahut Alyn. Rani tidak lagi mendengar mereka berbincang, padahal tadi mereka berbincang bincang layaknya manusia normal pada umumnya.


Iqbal yang menyadari bahwa Rani cemburu mendadak bungkam.


Lagu Nike Ardila.


"Izinkan cintaku


Berbunga dihatimu


Biar terus mekar jadi kenyataan


Tlah lama ku dahaga


Semoga bersamamu


Ceria hidupku


Ku tak akan bersuara


Walau dirimu kekurangan


Hanya setiamu itu kuharapkan


Ku tak akan menduakan


Walau kilauan menggoda


Kasih dan sayangku tetap utuh untukmu


Hanya kupinta darimu setialah selamanya


Sehingga abadi


Cinta ini sayang itu kudoakan"


Alyn bernyanyi, sambil memejamkan mata ia bersandar di bahu Iqbal. Sementara Rani menekuk kakinya, membenamkan wajahnya di lututnya.


Iqbal meraih tas milik Rani yang di letakkan di samping Rani tepat di belakang Iqbal. Iqbal mengambil lembar buku dan pulpen.

__ADS_1


Iqbal menulis surat. Yang isinya.


"Untukmu dan adikmu." Kemudian Iqbal membungkus coklat itu dengan kertas yang sudah ia tulis. Kemudian Iqbal memasukkan coklat ke dalam tas milik Rani. Iqbal pun mengembalikan tas itu ke tempat asalnya. Iqbal Selalu merahasiakannya dari Alyn karena Iqbal yang terlalu perhatian pada Rani membuat Alyn sering cemburu. Iqbal hanya menghindari hal itu.


Iqbal yang iseng karena tidak tahu harus melakukan apa, dia akhirnya memunguti bunga bunga yang gugur dari atas pohon. Bunga itu cukup banyak, berada tepat di hadapan Iqbal.


Iqbal merangkai bunga itu dengan tali rafia. Setelah jadi Iqbal membangunkan Alyn.


"Lyn..."


"Heeemmm..."


"Aku punya sesuatu untuk kamu."


"Apa?" Ucap Alyn yang langsung menegakkan kepalanya.


"Ini." Iqbal menunjukkan rangkaian bunganya.


"Wah bagus sekali mas." Ucap Alyn kegirangan.


"RANIII... Sini deh." Alyn berteriak memanggil Rani.


"Apa?"


"Ke sini."


Kemudian Rani menghampiri Alyn. Alyn pun menunjukkan kalung bunganya pada Rani.


"Baguskan."


"Iya bagus." Ucap Rani tersenyum.


"Mas Iqbal yang buat untuk aku." Wajah Rani mendadak pias, dia menatap Iqbal yang sejak tadi tidak mengalihkan pandangannya dari Rani. Alyn yang terlalu sibuk dengan kalungnya tidak memperhatikan raut wajah Rani.


"Ran."


"Eh iya." Kontak mata Rani dan Iqbal terputus karena panggilan Alyn.


"Tolong foto aku lagi ya..."


"Iya."


"Yuk mas pasangin ke leher aku." Iqbal pun menuruti keinginan Alyn. Rani berusaha menahan hatinya yang sedang cemburu.


"Jangan nangis di sini Ran. Di rumah aja puas puasin."


"Lebay ih kalian, kalung jelek juga." Ketus Rani.


"Apa kau bilang." Iqbal berpura pura marah, kemudian mengalungkan tali rafia ke leher Rani.


"Sakit bego'." Ketus Rani.


"Bilang aja kalau iri, ayo cepat foto Lyn." Ucap Iqbal. Alyn tertawa sambil mengambil foto mereka.


"Iiiiiihhhhh mas Iqbal jangan kenceng kenceng nanti Rani kecekik." Ujar Alyn saat Iqbal memiting leher Rani.


***

__ADS_1


SELAMAT MENIKMATI JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR VOTE FAVORIT


__ADS_2