
Di sebuah pusat kota yang bertempat tinggal di medan Sumatra Utara,hiduplah sebuah keluarga yang bermarga "Yan" yaitu, Ardiyan dan istrinya yang bernama Dahliayan sangat terkenal akan kekayaannya, mereka mempunyai 3 Putra dan 4 Putri, Putra yang pertama bernama Aryan 30 Tahun ,alyan 25 tahun, Apyan 15 tahun, sementara putrinya yang bernama, Divyan 27 tahun,Detyan 20 tahun, Debyan 18 tahun, dan putri bungsunya yang bernama Amelyan sekitar 10 tahun.
sebagian dari Putra dan Putri Ardiyan masih melanjutkan Pendidikan, dan sebagiannya lagi bekerja di Perusahaan ayahnya, karena masih lajang, jadi mereka semua tinggal satu rumah.
Namun salah satu Putranya yang bernama Aryan terlibat dalam pemakaian narkoba,Polisi menembaknya dan mati di tempat saat berusaha melarikan diri.
Hal itu membuat keluarga "Yan" mengalami kebangkrutan hingga titik akhir, hingga terjadilah tragedi yang sangat tragis dan tak masuk akal sehingga menggemparkan publik, seluruh media masa bahkan semua saluran TV ikut serta dalam meberitakan hal yang terjadi kepada keluarga Ardiyan.
Di kabarkan bahwa rumah keluarga "Yan" tersebut kebakaran hingga semua hanya tersisa abu.
Kejadian ini terjadi setelah usai memakamkan anaknya yg meninggal dunia.
Minggu 10 Agustus 2010 Semuanya terjadi pada tanggal ini.
ada apa dengan tanggal tersebut....?
Namun saat kejadian ini ternyata salah satu putri dari keluarga "Yan" berhasil diselamatkan oleh seorang pembantu yang bekerja dirumah mereka,namun hal ini tidak diketahui oleh siapapun.
saat tengah malam sekitar jm 00:03 wib tak sengaja salah satu pembantunya terbangun dan merasakan sesak napas saat tidur,setelah dia membuka mata api sudah berkobar di mana-mana.
pembantu tersebut tidak lagi melihat majikannya,tak satupun orang yg ia lihat,kemudia pembantu itu berteriak meminta pertolongan "tolong.....tolong....." namun tak seorangpun yang mendengar suaranya.
ketika ia hendak ingin keluar tiba tiba pembatu itu mendengar suara anak kecil yang menangis memanggil ibunya "ibu...ibu..."
__ADS_1
lalu ia berlari ke arahnya dan membawanya keluar dari rumah tersebut dan berhasil selamat.
BAGAIKAN TELUR DI ATAS TANDUK, beginilah kehidupan anak malang ini apabila orang lain mengetahui bahwa salah satu putri dari keluarga "Yan" tersebut masih hidup.
"hah..hahh.ibu...ibu...jangan pergi ibu.."
cusssss... ia langsung membuka matanya dan melihat secara samar seseorang memakai daster putih yang sedang menuangkan susu untuk nya, diperjelasnya lagi, dan di usapnya kedua matanya.
"aku di mana, dan siapa kamu..?" kata anak kecil itu
" rachel,apa kamu mersa lebih baik..?, aku ini bibi mu, masa sih kamu lupa," sahut pembantu tersebut mengganti namanya.
Amelyan Merupakan putri bungsu dari Ardiyan bersama istrinya Dahliyan, namun saat ia di temukan oleh pembantu mereka, Amel tidak mengingat siapa namanya, yang ada di ingatannya hanya keluarganya, ibunya, ayahnya, dan saudaranya, namun tidak mengingat nama mereka semua.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada ayah,ibu,dan saudara ku bi" tanya rachel sambil menangis yang tidak tau siapa wanita yang ada di hadapannya, namun secara tidak sengaja menyebut kata "Bibi".
"panggil aku bi'imah" ucap pembantu tersebut
lalu menceritakan semua kejadiaan yang menimpa keluarganya.
"bibi, sekarang kita akan tinggal di mana....?"
pembantunya yang bernama imah itu diam sejenak, kemudian menyemangati rachel yang berusia 10 tahun.
__ADS_1
Bi'imah sudah berkerja di rumah mereka sejak lama bahkan sebelum Rachel lahir ke dunia ini, jadi Bi'imah merupakan pengasuh Rachel sejak masih kecil sampai sekarang.
Bi'imah memeluk rachel sambari berkata kata di dalam hatinya yang penuh kesedihan.
"mengapa keluarga yang baik dan yang penuh kebahagiaan ini hancur seperti abu,apa yang sebenarnya terjadi,siapa sebenarnya dalang di balik ini semua,apakah ini kebetulan,takdir ataukah rencana seseorang" inilah yang ada di dalam hatinya nya.
"aku akan melindungi anak ini dari media,dan aku akan menyembunyikannya sampai keaadaan menjadi lebih baik".
setelah beberapa hari rachel masih saja menangis merindukan sosok keluarganya, meski tidak mengetahui siapa nama mereka, namun hati yang merasa kehilangan tidak akan pernah bisa bohong, apa lagi kehilangan orang-orang yang kita cintai.
"sudah ya sayang jangan menangis lagi ada bik imah yang akan menjagamu".
jatuh dalam pelukan bik imah,rachel menangis tersedu-sedu,beberapa jam kemudian dilihatnya bik imah membawa koper.
"bik,apakah bibik akan meninggalkan ku,apakah bibik akan pergi," tanya rachel.
"kemanapun bibik pergi,bibik akan membawamu. bibik tidak punya siapa-siapa di dunia ini,bibik hanya punya keluarga mu, dan sekarang bibik hanya punya kamu,jadi bibik akan membawamu kemanapun" jawab bik imah.
Rachel tidak ingat siapa dirinya, bahkan dia tidak ingat nama orang tuanya, bahkan nama saudaranya, yang ada di dalam ingatannya hanya kebakaran yang mengakibatkan keluarganya tewas mengemaskan.
lalu mereka pergi berangkat ke desa yang terpencil,tak satu orangpun yang mengenal mereka kecuali sahabat lamanya bi'imah yang tinggal di desa tersebut.
Jangan lupa, like,sher and Votenya ya kak.
__ADS_1
terimakasih udah mampir. 🙏