
Seperti biasa beberapa dari mereka harus dihukum karena gagal dalam berhitung, Salah satunya Ricko yang tak pernah ketinggalan.
Membuat dirinya kesal dan malu saat Rachel melihati dirinya harus ikut serta dalam pertempuran penjajahan murid yang tak pandai menghitung.
"aaiiissssss....sial,,, mengapa dia harus ikut menyaksikan ini" dalam hatinya kesal, sembari menggit bibir bawahnya dan menundukkan kepalanya kebawah, memegang kedua telinganya, dan berdiri dalam satu kaki.
Sungguh sangat memalukan hal ini terjadi disaat orang yang kita sukai ikut menyaksikan kejadian yang menimpa diri kita sendiri.
Hal ini membuat Ricko kewalahan menghadapi dirinya sendiri dan hampir pingsan, saat tak lagi bisa memikirkan Rachel yang melihat dirinya terpuruk dari kebodohan.
Tak tersa sudah 2 jam mereka berdiri menghormat bendera.
dan akhirnya dapat duduk kembali masuk kedalam kelas.
Berjalan dengan terbata-bata, dan tatapan kosong, Ricko terus berjalan menuju ruang kelas dengan rasa malu, menabrak pintu kelas yang membuat dirinya lagi-lagi merasa di permalukan di hadapan Rachel.
Semua orang menertawakan dirinya yang jatuh kelantai, Kemuadian Rachel berdiri lalu berlari ke arahnya, dan membantu Ricko berdiri.
__ADS_1
Tak bisa menatap wajah Rachel karena merasa malu, Akhirnya Rachel tersenyum melihat tingkah lucu Ricko.
"kamu kenapa...?" tanya Rachel lucu
"siiiiii,,, jangan mendekat..!" jawab Ricko kesal
"biasanya juga kamu gk begini-begini amat saat di hukum,,ini tuh udah kebiasaan kamu,jadi jangan berlebihan seperti itu" sambung Dinda berbisik yang membuat suasana semakin panas.
Membuat Rachel tidak bisa menahan senyumannya, akhirnya tertawa terbahak-bahak yang membuat semua mata orang lain yang berada di ruangan tersebut menuju ke arahnya, karena tidak pernah melihat Rachel tersenyum membuat semua kaget,dan akhirnya berhenti untuk tertawa.
Kemudaian Rachel kembali duduk dengan rasa malu, Ricko sedikit tersenyum sinis yang memperlihatkan lesung pipi diwajahnya membuat Rachel sedikit tertarik melihat dirinya.
Rachel tetap duduk berdiam di kursi miliknya.
Setelah beberapa kali berpikir, Rachel teringat Soal Farrel, Dan berniat untuk menemuinya, namun tidak mempunyai alasan tertentu untuk menemui farrel.
Dan akhirnya Rachel memutuskan untuk pergi menemui Farrel, dengan membawa sebungkus es krim yang ada di genggamannya, duduk di bawah pohon akasia, melihat pemandangan yang begitu indah membuat dirinya menyukai tempat yang satu ini.
__ADS_1
Melihat ke lapangan Basket, menatap dengan penuh rasa Suka mata yang tertuju kearah depan, dengan beraninya duduk sendiri di kawasan orang-orang dewasa, sehingga tidak mendengar suara langkah kaki Farrel yang baru saja datang menghampiri dirinya.
"kenapa sendiri,di mana teman mu" tanya Farrel melihat disekelilingnya.
"Kak Farrell..!" sontak Rachel sangat kaget membuat jantung hampir copot.
Merasa dekdekan berada di dekat Farrell membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa.
Menggit bibir bawahnya, mencubit-cubit ibu jari dari jari telunjuknya, kedua tangannya gemetar, Tiba-tiba Farrell menggenggam erat tangan Rachel.
"apa kamu baik-baik saja....?" tanya Farrel penuh kasih sayang, seperti adik dan kakak.
Menggenggam erat tangannya membuat seluruh tubuh Rachel berhenti gemetar, Wangi tubuh Farrell yang membuat Rachel tidak bisa melupakannya, akhirnya jatuh cinta kepada Farrell yang lebih tua 2 tahun di darinya
Tidak seharusnya menyukai seseorang di saat usianya yang masih terbilang anak-anak, tidak bisa berhenti memikirkan Farrell dan bau wangi tubuhnya.
Jangan lupa like, shere, komen dan Votenya ya kk, dan jangan lupa ikuti juga IG aku @Kim_cahya.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir.