CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 46 Hati yang tersakiti


__ADS_3

Rachel berlari ke atas untuk mengambil kopernya kembali, namun Ricko tidak tahan melihat Rachel jauh darinya, Cintanya yang tulus telah sirnar karena kebohonganya selama ini yang telah mengkhianati orang terkasih.


Kalau Nasi sudah menjadi bubur, bagaimana bisa di kembalikan ke bentuk semula, terima apa yang telah terjadi, karena itu semua atas keinginan kita sendiri sebelum lahir ke dunia ini.


"apa-apaan sih kamu Rick,sini in deh kopernya" ucap Rachel berusaha merebutnya dari tangan Ricko


"kanapa harus sejauh ini sih, kan aku sudah minta maaf, aku akui aku salah, tapi jangan kayak gini juga, aku tidak tahan melihatnya" sambung Ricko berusaha menghentikan Rachel yang hendak ingin pergi dari rumah mereka.


"tega y kamu selama ini bohongin aku, kurang apa aku selama ini, kamu mempermainkan perasaanku, kamu tuh orang yang paling aku percaya, kok bisa-bisanya kamu bermain di belakang aku" ucap Rachel menangis dengan penuh rasa kekecewaan


"iyya aku tau aku salah, aku minta maaf atas perbuatan ku selama ini,aku janji tidak akan mengulanginya lagi,plis maafin aku, aku mohon" sahut Ricko momehon kepada Rachel, tapi sayangnya Rachel tidak semudah itu menerima dia kembali dan memutuskan untuk pergi dari rumah.


Ricko seperti orang gila saat Rachel pergi darinya, tidak pernah keluar rumah, bahkan tidak pergi kesekolah, makan tidak enak tidurpun susah, yang dapat ia lakukan hanya memasak makanan untuk zahra, sementara rumah mereka seperti gudang yang tak layak huni.


Untuk sementara Waktu Rachel tinggal di kos-kosan bayu, Karena ia tidak tau harus kemana lagi, keluarga tidak punya, bahkan sahabatnya sendiri sudah seperti orang lain baginya, satu-satunya orang yang dapat ia andalkan hanya bayu, sementara bayu tinggal di rumah temannya selagi Rachel tinggal di kosannya, tentunya Rachel Sangat merindukan Ricko, bahkan air matanya selalu keluar saat mengingat Ricko, termenung di sudut kamar dan meratapi apa yang terjadi.


Dinda merasa kesepian saat berada di sekolah, kedua sahabat yang paling mengerti dirinya kini sudah tidak ada lagi, bahkan bayu yang tidak begitu akrab dengannya menjauh seolah-olah tidak mengenal siapa dirinya.


°


°


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


°


°


°


Beberapa Minggu kemudian, Zahra dan Ricko harus pergi keluar negeri, mau tidak mau Ricko harus ikut menemani mamahnya untuk mengobatan yang telah di siapkan oleh Ayahnya.


tttteeeeooooootttttt


Suara bel berbunyi.


Ternyata bayu datang untuk melihat bagaimana ke adaan Ricko selama tidak masuk sekolah.


"Bayu..! yok masuk" ucap Ricko membawa bayu ke kamarnya.


"Kenapa menyiapkan begitu banya barang, emang kamu mau pergi" tanya bayu asal


"iyya, nanti malam kami akan berangkat ke luar negeri" jawab Ricko sembari mengambil baju dari lemari, membuat Bayu kaget


"emangnya dia kenapa, toh dia sudah tidak ingin bertemu dengan ku lagi, lagian aku tidak tau sekarang dia ada di mana" jawab Ricko datar


"apa maksud mu tidak tau, aku pikir kau selalu mengunjunginya ke kosan ku" ucap Bayu kesal


"maksud mu...?" tanya Ricko berhenti merapikan barang-barangnya.


"Rachel tinggal di kosan ku, kata tetangga ku dia tidak pernah keluar rumah, saat aku datang ,dia hanya duduk di sudut kamar ku, seolah-olah dia sedang menunggu mu, dan tubuhnya semakin kurus, bahkan bajunya tidak pernah ganti" ucap Bayu, membuat Ricko sedih namun menahan air matanya.


"hh, itu tidak mungkin, mana mungkin dia menunggu ku, dia Sangat membenci ku" sambung Ricko melanjutkan pekerjaannya


"apa kamu tidak mengenalnya, rasa sakitnya mungkin belum hilang, tapi rasa Rindunya juga takkan pernah bisa hilang, kamu tidak mengerti juga apa maksud ku..! dia butuh waktu untuk menerima semua perbuatan kalian, seperti biasa, dia menunggu diri mu" ujar Bayu meyakinkan Ricko, kemudian bayu kemabali pulang, mengingat ucapan Ricko seolah-olah tidak mengenal Rachel membuat ia kesal san sangat marah.


Mengingat semua kejadian yang telah terjadi tepat di hadapannya, membuat Farrell merasa bersalah atas perbuatan ibunya, meski tetap berada di sekolah tersebut, namun hari yang di lewatinya tidak bisa ia nikmati sama sekali.

__ADS_1


°


°


°


°


°


°


Beberapa jam kemudian 07:00WIB.


Ricko mengingat ucapan Bayu setelah selesai mandi, mendengar ke adaan Rachel yang tidak memungkinkan saat ini, membuat ia mondar mandir kesana kemari, entah apa yang harus ia lakukan kali ini, Mengambil Tiket pesawat dari atas tempat tidur, lalu memperhatikannya dengan baik, waktu penerbangan mereka jam 12:30 WIB, sementara dari rumahnya ke bandara butuh waktu 1 jam, sedangkan ke kosan Bayu kurang lebih 2 jam pulang balik selama perjalanan, berarti Ricko punya waktu 2 jam untuk menemui Rachel sebelum berangkat ke bandara.


Ricko segera bersiap lalu pergi menemui Rachel, 1 jam kemudian.


Ricko berdiri di jalan setelah memarkirkan mobilnya, dan melihat kosan bayu gelap seperti tidak ada orang di dalam, namun ia melihat sedikit cahaya yang berasal dari kamar Bayu yang terletak di sebelah kiri.


Berlahan Ricko melangkahkan kakinya masuk kedalam, membuka pintu yang tidak di kunci seolah-olah tidak peduli jika ada orang lain yang masuk, menghidupkan lampu HP-nya, lalu menuju kamar Bayu yang terlihat sedikit cahaya.


Setalah masuk ke dalam kamar bayu, Ricko tidak melihat adanya Rachel di kamar tersebut, namun berlahan ia perhatikan dengan seksama, menghidupkan lampu HP-nya, benar kata bayu, Rachel berada di sudut kamarnya, sedikit jauh dari cahaya yang menerangi kamar tersebut, Berlahan berjalan ke arah Rachel, Sementara Rachel tidak begitu jelas melihat siapa yang menyalakan lampu ke arahnya hingga terasa silau.


Ricko berdiri di depan Rachel yang sedang duduk dilantai sudut kamar bayu, baju yang tidak pernah di ganti, bahkan Ricko tidak melihat adanya bekas makanan, dan minuman di kamar tersebut.


Rachel hanya memandangi dirinya dengan air mata yang mengalir di pipinya, melihat Ricko sangat sehat seolah-olah tidak pernah mengingat dirinya, memakai sweater putih,jins hitam,serta sepatu yang di cocokan dengan warna bajunya yang terlihat sangat rapih.


Ricko berlahan jongkok dan memandangi Rachel hingga 10 menit lamanya, matanya yang berkaca-kaca seolah-olah mereka berbicara hati ke hati, Sementara Rachel tidak bisa menahan air matanya saat Ricko memandangi dirinya, merasa malu dengan kondisinya yang berantakan serta bau tubuhnya yang kurang enak, tanpa berbicara sekatapun, Ricko langsung menyalakan semua lampu yang ada di rumah tersebut, sementara Rachel tidak beranjak dari tempat duduknya.


Setelah Ricko menyalakan seluruh lampu yang ada di rumah itu, Ricko langsung mengangkat Rachel dari tempat duduknya tanpa berkata apapun, sementara Rachel hanya terdiam lemas dan tidak menolak atas apa yang di lakukan Ricko kepadanya.


jangan lupa like,sher,komen, dan Votenya ya kak, biar aku tambah semangat lagi nulisnya.

__ADS_1


TERIMAKASIH KAK SUDAH MAMPIR 🙏


__ADS_2