CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 64 HARI DEMI HARI


__ADS_3

Di kantor.


Ricko sengaja datang lebih awal. Sesampainya di kantor, Ricko malah melihat ruangan masih kosong belum ada satu orangpun yang datang kecuali petugas kebersihan. Entah apa yang harus ia lakukan pagi-pagi begini. Ricko langsung menghubungi sekretarisnya dan menyuruhnya datang lebih cepat dari sebelumnya.


Bryan yang sudah bekerja beberapa tahun terakhir bersamanya, menjadi sekretaris semenjak ia bekerja di sana. Selain pekerjaan, Bryan jelas tau betul sifat aslinya, selain di kantor, dulu mereka juga satu kelas di sekolah. namun Bryan tidak pernah akur dengan Dinda. selain sifat Dinda yang tidak ia suka, bryan juga tidak suka dengan wanita licik seperti Dinda.


"apa yang kamu lakukan sepagi ini di sini." tanya Bryan setelah sampai di kantor kepada Rocko yang tidak seperti biasanya.


"apa kamu kenal dengan Bayu..'" tanya Ricko balik sembari memberi makan ikan di aquarium yang khusus ia buat di dalam kantornya.


"tentu saja, dia sudah 7 tahun bekerja di sini." Jawab Bryan datar.


"benarkah, lantas kenapa aku baru sekali bertemu dengannya." tanya Ricko penasaran.


"hah, apa aku gak salah dengar nih, meski bertemu sekali kenapa kamu penasaran padanya." Bryan penasaran.


"ah sudahlah, percuma bicara dengan mu, jiDia datang hari ini, aku ingin bertemu dengannya." ucap Ricko membuat Bryan bingung.


"tapi kenapa...?" tanya Bryan penasaran.


"sssssss, lakukan saja apa yang aku katakan" ujar Ricko keras.


"Baiklah.." sambung Bryan datar lalu rebahan di sofa yang ada di dekatnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari Libur.


Rara membangunkan Rachel yang dari tadi belum bangun. sementara Bayu berangkat ke kantor tanpa sarapan.


"Rachel, apa kamu tidak memasak untuk bayu, dia ke kantor tanpa sarapan." ucap Rara dengan keras sembari menampar pantatnya.


"aaa sakit sekali." ucapnya langsung duduk namun masih menutupi seluruh tubuhnya, hanya wajahnya saja yang terlihat,bahkan ia menutupi separuh kepalanya.


"wahhhhh kamu ini benar-benar." ujar Rara.


"ada apa lagi, inikan hari libur,biarkan aku tidur sebentar lagi mmm." ucapnya dengan manja malah membuat Rara semakin ambisius untuk mengganggu dirinya.


"apa kamu tidur seperti ini, lihat air liur di wajah mu, ihh dasar jorok." sambung Rara sembari menarik selimut yang menutupi tubuhnya, Kemudian Rachel mencuci wajahnya.


"hari ini cuacanya sangat cerah," gumam Rara sembari membuka pintu kamar mandi. namun tiba-tiba ia melihat penampakan yang tak terduga.

__ADS_1


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriaknya begitu keras saat melihat Bagas yang sedang mandi telanjang di dalam.


"ada apa dengannya" Gumam Bagas yang belum menyadari bahwa sekarang ia tidak memakai penutup separuh dari bagian tubuhnya sembari menggosok-gosok tangannya, berlahan ia menggosok tubuhnya di bagian bawah, baru lah ia menyadari bahwa ia sekarang tidak memakai penutup.


Bagas langsung melompat kaget saat melihat apa yang seharusnya tidak di lihat orang lain.


Bagas akhirnya menyadari kenapa Rara berteriak saat membuka pintu kamar mandi, dan ia pun merasa Malu.


"aissssssss, kenapa dia membuka pintu Secara tiba-tiba" gumamnya kesal sembari mempercepat proses pembersihan tubuhnya dan segera keluar.


"Kenapa kamu berteriak" tanya Rachel yang sudah selesai membersihkan wajahnya.


"bukan apa-apa." jawab Rara gugup.


Saat Bagas keluar dari kamar mandi, Rara langsung masuk dan berkata-kata sendiri di dalam kamar mandi.


"kenapa tubuhnya bugar sekali." gumamnya yang kemudian memikirkan hal-hal jorok.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


"yaaaaaaaaaaaa, dasar kurang ajar." gumam Gadis tersebut dengan sangat kesal saat gaun cantiknya kotor akibat bercikan air yang tidak sengaja di lewati Bayu.


Rasa tidak tega timbul di hatinya dan memutuskan untuk membantu gadis tersebut.


"aku minta maaf tidak sengaja telah mengotori gaun mu." ucap Bayu berusaha memperbaiki kesalahannya.


"tidak sengaja kata mu." sambung gadis tersebut dengan sangat lantang,lalu menampar wajah Bayu hingga merah.


Seumur hidup, Baru kali ini ia di tampar oleh seseorang, bahkan tidak ada yang berani memarahi dirinya kecuali Rachel.


Namun kali ini berbeda, Bayu merasa sangat Sok hingg tidak bisa mengedipkan matanya, tercengang atas apa yang di lakukan gadis itu kepada dirinya. Bayu berjalan ke arah mobilnya, niatnya yang ingin membantu gadis itu gagal. Niat baiknya berujung malapetaka bagi dirinya.


"Dasar laki-laki kurang ajar" gumam gadis Tersebut dengan sangat kesal sembari melempar sepatunya kearah Bayu. Untung saja tidak kena, Bayu akhirnya pergi meninggalkan Gadis tersebut.


"Wahhhhhh, cantik-cantik galak" gumamnya sembari menyetir mobilnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Setelah selesai mandi dan memanjakan tubuhnya dengan memakai pemutih di seluruh tubuhnya serta kepala yang masih di balut handuk kecil, Rara langsung duduk di meja makan untuk menyantap sarapan bersama Rachel dan bagas, perasaan canggung yang ia rasakan aaat ini.


"kenapa tadi kamu berteriak" tanya Rachel penasaran karena tadi Rara tidak menjawab pertanyaan sebelumnya dan langsung masuk kedalam kamar mandi. mendengar hal itu membuat Rara keselek sembari melirik-lirik Bagas yang terlihat biasa-biasa saja.


"yaaaaa, Rachel kenapa kamu tidak menyiapkan Sarapan untuk Bayu." tanya Rara mengalihkan pembicaraan Rachel yang membuat dirinya merasa canggung saat berhadapan langsung dengan Bagas, sementara Bagas masuk kedalam kamarnya setelah sarapan.


"Benarkah dia pergi tanpa sarapan." tanya Rachel melototi Rara.


"Tentu saja" jawab Rara dengan cepat.


"Baiklah nanti siang aku akan mengantarkan makanan untuknya, kita akan pergi bersama ke kantornya" ucap Rachel tersenyum kepada Rara di saat ada maunya.


"jangan berharap aku mau menemani mu" sambung Rara sebelum Rachel mengajaknya ia sudah tau apa maksud senyuman yang baru saja di lemparkan Rachel kepadanya.


Sementara Bagas Merasa kepanasan saat melihat Rara duduk tepat di hadapannya.


"Wahhhhh Kenapa hari ini panas sekali" gumamnya sembari mengipas wajahnya dengan kedua tangannya.


.


.


.


.


.


.


.


Setelah sampai di Kantor.


Bryan langsung mengajak Bayu menemui Ricko. Meskipun di dalam hatinya bertanya-tanya kenapa Ricko memanggilnya,namun Bayu memilih untuk diam dari pada nanti ia salah bicara.


"Bisakah tinggalkan kami berdua." ucap Ricko kepada Bryan lalu iapun segera keluar.


"Apa kamu mengenal ku.?" tanya Ricko kepada bayu yang sedang duduk di hadapannya.


"Tentu saja Pak, Bapak merupakan atasan saya yang patut saya hormati." jawab Bayu dengan sangat sopan.


"Bukan itu maksud ku." ucap Ricko semakin pusing mencoba mencari tau apa yang di ketahui Bayu tentang dirinya.


"Sebelumnya apa kita pernah bertemu." tanya Ricko lagi.


"Tidak Pak." Jawab Bayu mengerti apa yang coba ingin Ricko katakan padanya.


"aku rasa aku salah." Gumamnya tanpa bertanya lagi.

__ADS_1


JANAH LUPA LIKE,KOMEN RUTE ⭐ DAN VOTENYA YA KAK Biar aku tambah semangat lagi.


Terimakasih kak udah mampir 🙏.


__ADS_2