
Aroma masakan yang menggugah selera mebuat Ricko langsung turun kebawah menyantap makanan yang telah di sediakan di atas meja tanpa menunggu yang lainnya.
Dengan lahap ia menyantap makanan kesukaannya itu.
Namun ia berhenti makan saat melihat seorang wanita yang berjalan ke arahnya.
akibat lampu yang membuat Ricko tidak bisa melihat dengan jelas, seakan-akan cahaya lampu menghalangi pandangannya.
"Apa kabar jagoan ku" ucap Zahra dengan lembut kepada Ricko yang membuat semua orang keluar dari kamar masing-masing.
"Mamah.......!" sambung Ricko kaget langsung memeluk Zahra.
Setelah 10 tahun lamanya, akhirnya ia bisa sembuh dari penyakit yang mencengkram dirinya Seolah-olah ia hidup dalam penjara dalam waktu yang lama.
Meski sudah lama lumpuh, akibat kegigihannya untuk sembuh akhirnya ia berjuang agar bisa berjalan seperti dulu lagi.
Meskipun Ricko kehilangan ingatannya, namun ia masih mengingat Zahra sebagai ibu kandungnya. Semenjak ia tinggal di Rumah sakit selama 10 tahun lamanya,tidak ada satu orangpun yang datang menjenguknya selain Ricko. Dinda yang sebentar lagi akan menjadi istrinya bahkan tidak tau bahwa Zahra masih hidup.
Melihat Zahrah berdiri begitu cantik dan anggun membuat Dina merasa iri dan takut suaminya berpaling kepada mantan istrinya itu. Mereka Resmi bercerai di saat Wisnu mengirim surat perceraian kepada dirinya, padahal saat itu Zahra tengah berjuang untuk bangkit kembali hanya untuk dirinya, namun itu dulu, Sekarang Zahra menggandeng status Zanda setelah resmi bercerai.
Wisnu begitu kaget melihat Zahra begitu cantik tengah berdiri di hadapannya. Rasanya ia teringat masa muda dulu sejak pertama kali mereka bertemu di salah satu stasiun TV swasta. namun itu hanya kenangan yang merupakan bagian dari masa lalu mereka.
Sekarang Zahra begitu membenci Wisnu semenjak ia memutuskan untuk menceraikan dirinya, dan akhirnya Zahra tidak memperdulikan Wisnu yang tengah berdiri memandangi dirinya.
"Mamah Zahra.." ucap Aurel yang sudah tumbuh dewasa dan cantik berlari menghampiri Zahra.
"siapa....?" tanya Zahra tidak mengenalnya.
"Aurel, apa mamah tidak mengenali ku." ujar Aurel tersenyum manis.
"ya ampun, maafin mamah ya sayang tidak bisa mengenali wajah mu yang begitu cantik ini" Sambung Zahra membalas senyuman Aurel.
Kemudian Wisnu mengajak semuanya makan malam bersama.
"oya Rachel di mana Rick...?" tanya Zahra membuat semua orang menatapnya, sementara Dinda gemetar saat mendengar nama Rachel.
"Rachel....? siap dia." tanya Ricko balik membuat ia tambah penasaran.
Namun sebelum menjawabnya, Wisnu langsung mengalihkan pembicaraan dan mengajak Zahra keluar sebentar.
"apa yang kamu lakukan, dia sekarang tidak sehat..!" ucap Wisnu membuat Zahra tidak mengerti dengan ucapannya.
"kenapa...? apa kamu menghasut anak ku" tanya Zahra membuat Wisnu sakit kepala.
"dia itu juga anak ku, lagian aku tidak menghasutnya, situasi saat ini sedang tidak memungkinkan untuk membahas masa lalu" Jawab wisnu pelan takut Ada orang lain mendengarnya.
"chahhhh....! apa sebenarnya yang ingin kamu katakan." tanya Zahra dengan sombong mengkerutkan bibirnya ke atas.
Kemudian Wisnu menjelaskan semua yang telah terjadi kepada Ricko 10 tahun yang lalu.
__ADS_1
Dengan sangat sok Zahra langsung terjatuh kelantai setelah mendengar ucapan mantan suaminya itu atas apa yang telah menimpa anaknya selama ia tidak ada di dekatnya.
"jangan sentuh aku..!" ucap Zahra ketika Wisnu ingin membantu dirinya.
"Sebenarnya kamu ini kenapa sih..?" tanya wisnu tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Zahra.
"hahh, kamu mencoba untuk peduli setelah menceraikan ku." gumamnya hingga membuat wisnu secara samar mendengar ucapannya.
"apa kamu bilang barusan..?" tanya Wisnu bingung.
"tidak apa-apa." jawabnya pergi ke meja makan melanjutkan makan malam yang tertunda.
Zahra menatap Ricko begitu dalam, merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi.
kemudian melirik Dinda sembari memperhatikan cara Dinda memperdulikan Ricko.
"Mah, Minggu depan aku akan menikah dengannya, apa mamah sudah tau..? tanya Ricko lagi-lagi membuat Zahra kaget.
"sebenarnya apa yang sedang mereka Rencanakan kepada Putra ku." ucapnya kepada diri sendiri.
"mah.. mamah..." ujar Ricko kepada Zahra yang dari tadi melamun.
"kenapa...?" sambung Zahra dengan sangat tiba-tiba hingga membuat Ricko berhenti berbicara.
"bukan apa-apa kok, mamah makan aja dulu." ucap Ricko melanjutkan makanannya.
Beberapa Jam Kemudian.
"ternyata kamu punya nyali juga datang ke rumah mantan suami mu" ucap Dinda tajam namun Zahra mengabaikan dirinya saat berbicara.
"tenang saja aku akan menjaga mereka dengan baik." lagi-lagi Dina membuat Zahra kesal dan akhirnya membalas ucapan Dina yang begitu angkuh kepada dirinya.
"hah, menjaga kata mu, lalu apa yang kamu lakukan terhadap Ardiyan dan Dahliayan 17 tahun yang lalu, mengapa mereka mati mengenaskan seperti itu." bisiknya ketelinga Dina dengan senyum yang menakutkan.
Akhirnya Dina kalah dengan ucapannya sendiri. Saat Mendengar nama yang di ucapkan Zahra ia langsung gemetar padahal Zahra cuman menggertak dirinya saja karena terlalu banyak bicara
Kemudian Dina masuk kedalam dan Zahra kembali pulang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Malam ini tampaknya Rachel tidak bisa tidur.
Ricko tidak bisa hilang dari pikirannya, hal ini mengganggu tidurnya dan akhirnya ia bangun dari tempat tidur lalu pergi ke dapur mengambil segelas air kemudian meminumnya. Mengingat Ricko bersama Dinda membuat pikirannya jadi kacau.
merasa iba pada dirinya sendiri atas apa yang ia lihat tepat di hadapannya.
Selama ini sia-sia saja ia mencari dan menunggu Ricko, namun beberapa pertanyaan muncul di dalam hatinya.
"Mengapa Ricko tidak mengenali ku, apa yang sebenarnya terjadi" gumamnya membuat ia semakin pusing saja kemudian Rachel kembali kekamarnya lalu tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ricko terlihat sangat pules saat tidur, seandainya terjadi sesuatu mungkin dia tidak akan bisa mendengarnya.
Namun tiba-tiba Ricko terbangun padahal sudah hampir jam 3 malam.
"kenapa aku selalu bermimpi hal yang sama" gumamnya lalu kembali berbaring sembari memandangi langit-langit kamarnya.
Ricko bermimpi tentang seseorang yang sedang menunggu dirinya di sebuah desa yang tak pernah ia kunjungi dalam ingatannya, beberapa tahun lalu ia juga memimpikan hal yang sama.
Namun Ricko tidak menganggap hal ini terlalu serius, dan berpikir bahwa ini hanya mimpi yang juga biasa di alami semua orang.
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, SHER DAN VOTENYA YA KAK.
JANGAN LUPA KASIH ⭐ BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT LAGI.
__ADS_1
TERIMAKASIH KAK SUDAH MAMPIR 🙏