CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 15 HAL YANG SERUPA


__ADS_3

Saat mereka beristirahat di kamar masing-masing, Rachel menatap ke atas langit-langit kamarnya, tersenyum sendiri saat mengingat Farrel yang ada di dalam pikirannya, berlahan ia menutup matanya dan tertidur.


Tiba-tiba terdengar suara Bel berbunyi, Rachel sedikit merasa kaget, kemudian membuka pintu, dilihatnya Ricko berdiri tepat dihadapannya dengan terheran-heran.


"ada apa" tanya Rachel pelan dengan suara yang khas serak-serak basah.


Tanpa bertanya lebih dulu, Ricko masuk dengan secara tiba-tiba, Rachel merasa bingung karena tingkah aneh Ricko membuat dirinya tidak mengerti maksud dan tujuan Ricko datang kerumahnya.


"mengapa kau datang secara tiba-tiba,apa yang kamu lakukan di siang bolong begini di rumah orang lain" tanya Rachel panik


" bukankah kita sudah cukup dekat, sehingga aku berani masuk kerumah mu heeheheh" jawab Ricko santay


"Pergilah, aku takut bibi akan marah" sambung Rachel panik


" bukankah dia yang mengatakan bahwa aku boleh datang kerumah mu kapanpun aku mau" sahut Ricko tersenyum


Perkataan Ricko membuatnya sedikit terkejut dan kebingungan, seakan-akan Ricko sudah kehilangan akal sehatnya.


"Rachel ayok kita bermain"


"Kemana...!"


"Kerumah ku"


"Aku tidak berani, aku takut Bi'imah akan memarahi ku"


"Tenang saja, biara aku yang mengatasinya oky" jawab Ricko penuh tanggung jawab.

__ADS_1


Rachel menolak untuk ikut bersamanya, kemudia Ricko bersikeras mengajak Rachel agar ikut bermain kerumahnya.


"Baiklah aku akan pergi" kata Ricko sedih


Kemudian Ricko berjalan ke arah pintu dengan penuh kesedihan dan menundukkan kepalanya ke bawah dengan sedikit suara yang penuh kekecewaan yang ternyata hanya sandiwaranya saja agar Rachel mau ikut bersamanya.


"Baiklah,,,, baiklah,,,,,,baiklahhhh" kata Rachel kesal


Akhirnya mereka berdua pergi bermain bersama ke Rumah Ricko, Setelah sampai di Rumahnya, Ricko memperkenalkan Rachel kepada orang tuanya yang sedang terbering di tempat tidurnya.


Rumah yang besar dan perlengkapan rumah tangga yang begitu mewah, Namun Sepi seperti tak berpenghuni.


"Di mana ayah dan saudara mu yang lain" tanya Rachel penasaran


"Aku anak satu-satunya yang di miliki ibu ku" sahut Ricko datar


"Dia di luar kota bersama keluarga baru nya, dia hanya datang sekali dalam sebulan untuk menemui kami,itupun kalau dia ada waktu" sambung Ricko


"Apa ibu mu baik-baik saja"


"ibuku lumpuh, dia hanya bisa menggerak tangan kanannya"


Ricko yang terbuka dengan dirinya membuat perasaan Rachel teringat keluarganya.


"Sebenarnya kita tidak jauh berbeda, jika aku memilih, aku akan memilih hidup seperti dirimu, dari pada hidup seperti diri ku yang sekarang ini" kata Rachel sedih


"Maksud mu" tanya Ricko bingung

__ADS_1


"Kamu masih bisa melihat kedua orang tua mu, meski dalam ke adaan tidak sehat, sementara aku tidak bisa melihat kedua orang tua ku beserta saudara ku lagi" sambung Rachel sedih


Akhirnya Rachel menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya dan keluarganya. Namun disisi lain, Ricko menganggap dirinya lebih menderita dari pada orang lain, Karen mempunyai seorang Ayah yang tak pernah menganggapnya ada di dunia ini.


Hidup dalam kemewahan yang tidak bisa ia nikmati, Tinggal bersama ibu yang tak bisa melakukan apa-apa untuk nya, Selain pembantu yang bekerja di rumah mereka.


Ricko hanya tinggal berdua bersama ibunya di rumah yang besar dan yang Sunyi itu.


Tidak ada teman yang mau di ajak bermain kerumahnya, dan dirinya yang tidak di takdirkan mempunyai saudara laki-laki dan perempuan membuat dirinya Seolah-olah berada dalam kurungan.


Masa kecil yang kurang bahagia yang membuat keduanya melengkapi satu sama lain,meski banyak mainan di rumah Ricko namun satupun tak pernah ia gunakan, di karenakan tidak ada teman yang bisa di ajaknya untuk bermain.


Rachel merupakan orang yang pertama yang bisa di ajak kerumahnya.


Hal itu membuat dirinya merasa senang.


tiba-tiba suara Bel berbunyi.


Pembantunya datang untuk berpamitan setelah 10 tahun lamanya bekerja di rumah mereka, hal ini membuat Ricko merasa takut, khawatir akan keadaan ibunya saat dia tidak ada di rumah.


Pembantu tersebut meminta tolong,dan memohon maaf kepada sang ibu, agar memberikannya ijin pulang ke kampung halamannya, karena sudah waktunya bagi dirinya untuk beristirahat setelah sekian lama bekerja di rumah mereka.


Hal ini membuat sang ibu sedih, namun dengan hatinya yang lembut , dan mudah mengerti perasaan orang lain membuat dirinya tidak tega jika menahannya untuk tetap bekerja di rumah mereka.


Kemudian sang ibu memberikan amplop putih yang di ambil dari bantalnya untuk di berikan kepada pembantu tersebut, dan tak berapa lama kemudian pembantu itupun pergi meninggalkan rumah mereka.


Jangan lupa, like,sher dan vote nya y kak terimakasih sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2