CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 10 Terbuka


__ADS_3

Seperti biasa, setelah selesai sarapan, Sarah langsung mengntar Rachel dan Dinda ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, Rachel dan Dinda masuk ke dalam ruang kelas, Berlahan dengan nada yang berhati-hati Dinda berusaha mengajak Rachel berkeliling sekolah sebelum jam pelajaran di mulai.


Pertama mengarah ke arah toilet sekolah, lalu berjalan melewati tangga menuju ruang perpustakaan, kemudian ruang perawatan, ruang musik, lanjut lagi kebawah, ada kolam berenang, dan terakhir Taman sekolah.


Kemudian mereka duduk di bawah pohon Akasia yang sangat besar yang membuat mereka terhindar dari sinar matahari.


Jarak antara ruang kelas dan pohon tersebut hanya 15 meter, sehingga tak satupun orang lain dapat melihatnya dari depan sekolah, terkecuali mereka sengaja berjalan-jalan.


Tak jarang dari mereka ingin bermain di belakang sekolah, dikarenakan taman tersebut biasa di pakai anak-anak SMP dan SMA yang berada di belakang kelas mereka, dan berada di posisi bawah pohon tersebut.


Meski di katakan di belakang,namun taman tersebut dipenuhi dengan rumput-rumput yang di sengaja di rawat oleh pihak kebersihan.


"Din,, emang disini ada tingkat Pertama dan Menengah ke atas ya din...?


"iya Chel,, disini tuh lengkap, tak perlu susah-susah mencari sekolah yang lain, bahkan di sini mempunyai Universitas loh...!!, dan di permudah saat masuk kuliah,,!"


"Permudah bagai mana din..?"


"Jadi gini Chel,,siswa maupun siswi yang masuk 5 besar saat kelulusan kelas,akan mendapat biaya siswa dari yayasan Chel, selama ia bisa mempertahankan nilai semesternya,"

__ADS_1


"pengumuman, pengumuman,di harapkan kepada seluruh sisiwa/siswi untuk tetap di dalam ruang kelas dan mematuhi aturan yang sudah di tetapkan,tidak di perbolehkan untuk keluar sekolah selain yang berkepentingan,di kerenakan para guru dan staf akan mengadakan rapat dadakan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih"


Suara pengumuman terdengar ditelinga mereka,sejenak mereka berhenti untuk mendengarkan apa yang di sampaikan oleh wakil kepala sekolah.


Tiba-tiba Rachel melihat semua murid SMP dan SMA keluar dari ruangan mereka masing-masing menuju lapangan basket yang ada di bawah depan mereka.


Kebayang gk sih guys.!


di bawah pohon akasia yang terhindar dari sinar matahari, terlihat pemandangan yang begitu indah,ketika duduk,akan melihat semua gedung sekolah, sedikit saja terpeleset akan jatuh ke lapangan basket yang biasa di gunakan para siswa SMP maupun SMA saat bertanding, lebih jelasnya seperti Stadiun bola atau apalah gitu ya..! tapi gk terlalu luas kayak stadion bola, aku yakin kalian pasti tau maksud aku.


Kebanyakan siswa/siswinya berasal dari desa-desa lain, bahkan ada yang dari kota,


"Kalau misalnya dari keluarga yang tak mampu.! bagai mana din" tanya Rachel lagi datar.


"Akan dapat bantuan selama ia ingin melanjutkan pendidikannya dari yayasan" sambung dinda tegas.


"Wah,, padahal inikan pedesaan,gk nyangka ya ada sekolah sebagus ini, di sekolah ku dulu..! bahkan dari keluarga tak mampu tidak di beri keringanan, langsung di tolak dari pihak yayasan" jawab Rachel kasihan.


Karena Rachel membahas tentang sekolahnya, tiba-tiba Dinda tak sengaja bertanya tentang keluarganya.


"Dimana keluarga mu" tanya Dinda Lancang

__ADS_1


Setelah itu baru ia sadari,tidak seharusnya ia menanyakan hal seperti itu terhadap Rachel.


"Rachel maafin aku y, aku gk sengaja,maafin aku y" kata Dinda dengan memukul mulutnya dengan rasa ke khawatiran.


Tiba tiba Rachel menghela nafas dan mengeluarkan nafasnya.


"Keluarga ku meninggal saat kebakaran, yang tersisa hanya aku dan Bi'imah" Sambung Rachel datar.


Raut wajah Dinda merasa sedih saat mendengar cerita Rachel.


"aku tidak tau di mana makam keluarga ku,bahkan fhotonya saja aku tidak punya, ketika aku bangun, aku hanya melihat Bi'imah yang menuangkan susu untuk ku dengan memakai daster putih." cerita Rachel sedih dengan penuh air mata.


Dinda langsung memeluk Rachel.


"Maafin aku ya Chel, sudah mengatakan hal yang tidak semestinya aku katakan." kata Dinda penuh dengan air mata.


Dan merekapun terbawa suasana,menangis kemudian tertawa, disinilah mereka memulai persahabatan mereka,dengan jalinan kasih yang penuh harapan agar memulai kehidupan


baru di kehidupan berikutnya.


( KETIKA DATANG MASANYA, AIR TIDAK SELALU JERNIH, NAMUN AIR ADALAH SUMBER KEHIDUPAN ).

__ADS_1


__ADS_2