CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 26 Penyesalan selalu datang terlambat


__ADS_3

Mengurung diri sendiri di kamar, tanpa makan tanpa minum, tidak habis pikir dirinya dapat melakukan hal sekotor itu.


Tidak ada suara apapun yang terdengar dari kamar Rachel kecuali suara percikan air yang bersal dari kamarnya.


Hidup terasa mati, Dengan mudahnya dirinya tergoda oleh nafsunya sendiri membuat dirinya terpuruk dalam kegelapan di dalam dunia yang terang.


"apa aku lebih baik mati saja, aku tidak pantas hidup,, aaaaaaaaaaaa" Teriakan Rachel terdengar dari kamar Ricko, membuat dirinya berlari ke arah kamar Rachel.


"Rachel,,buka pintunya cel, Rachel" suara Ricko memanggil namanya dengan penuh kepanikan dan rasa takut, Kemudaian Ricko berlari Mencari cadangan kunci kamar Rachel, setelah menemukannya ia begegas membuka kamar tersebut.


Dil lihatnya Selimut yang penuh darah beserta Rachel yang berada di dalam bak mandi seolah olah ingin bunuh diri, berlari ke arah Rachel dengan rasa panik yang ada di raut wajahnya.


"ada apa dengan mu...!" teriak Ricko sembari mengatakan Rachel dari bak mandi, merapikan wajah Rachel yang berantakan beserta rambutnya.


"Ada apa dengan mu, kenapa seperti ini...!" tanya Ricko sedih dan merasa khawatir saat melihat kondisi Rachel yang sama persis seperti orang gila.


"Apa yang telah kamu lakukan pada ku, kenapa kamu tega melakukan hal sekotor itu pada ku, kenapa.....!" jawab Rachel dengan suara yang putus asa memukul-mukul dada Ricko yang amat kekar, sementara percikan air membuat semua tubuh Ricko ikut basah.


Tanpa bertanya apapun, Ricko mengerti atas apa yang di maksud Rachel.


"Bukankah itu atas persetujuan mu,,, jangan seperti ini, aku mencemaskan mu, aku bingung harus berbuat apa" sambung Ricko memeluk Rachel yang sedang menangis


"Kesucian ku hancur, aku tidak punya apa-apa lagi,, tidak akan ada yang mau menerima diri ku yang kotr ini" tangisan Rachel yang membuat Ricko merasakan kesedihan yang di alami kekasihnya itu, membuat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


"jangan berkata seperti itu aku mohon, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan terhadap mu, aku sangat menyayangimu, sangat mencintaimu tidak ingin orang lain memiliki mu selain diri ku,jadi plis,, jangan menanggung beban sendiri, ada aku yang selalu di sampingmu" kata Ricko meyakinkan Rachel dengan penuh kesedihan.


Membuat kedua sejoli itu menangis, dan saling memeluk satu sama lain.


Ricko tidak pernah menyesal atas apa yang ia lakukan terhadap Rachel, karena sepenuhnya ia bertanggung jawab untuk semua hal yang ia lakukan, Rasa cintanya terhadap Rachel tidak pernah berubah sampai saat ini, bahkan di usianya yang masih muda, ia siap menikah jika Rachel memintanya untuk bertanggung jawab yang mengarah kepernikahan.

__ADS_1


"Apa kamu mau menikah dengan ku" tanya Ricko sembari mengering rambut Rachel, lalu Rachel menatap wajah Ricko penuh dengan air mata.


"apa itu mungkin bagi kita, maksud ku, apa kamu siap menjadi seorang ayah di saat usia mu yang sangat muda seperti ini..!" jawab Rachel dengan suaranya yang serak.


"Aku siap,, kapanpun kamu menginginkannya..!" sahut Ricko senyuman di wajahnya.


Matanya yang bengkak, dan suhu tubuhnya yang dingin, membuat dirinya tidak bisa menghadiri pelajaran hari ini.


Namun Ricko tetap harus masuk ke sekolah, walaupun dalam keadaan kurang baik, Karena harus memberikan surat ijin Rachel yang tidak bisa mengikuti pelajaran hari ini.


Setelah mengeringkan Rambut Rachel, segera ia menyuruh Rachel mengganti bajunya yang basah supaya tidak terkena flu, atau masuk angin, sementara Ricko pergi kekamar untuk mengganti bajunya.


Setelah rapi berpakaian Sekolah putih abu-abu, kemudian ia turun kebawah untuk sarapan.


"Dimana Rachel...?" tanya Bi'imah yang sedang menunggu mereka di meja makan.


"dia lagi tidak enak badan, hari ini mungkin tidak masuk sekolah" jawab Ricko kepada bi'imah tersontak kagat


"bibi akan ke atas mengantarkan sarapan untuknya" sahut Bi'imah berdiri memegang segelas susu dan 2 lembar roti tawar


"gk usah bi' biar Ricko yang nganterin" sambung Ricko cepat cepat mengambil susu beserta roti tawar yang ada di genggaman bi'imah.


Bergegas ia berlari ke atas mengantarkan susu dan roti untuk kekasihnya itu yang berbaring di tempat tidur.


"beby,kamu sarapan dulu,biar aku suapin yah..!" kata Ricko berusaha membantu Rachel untuk duduk, lalu Ricko menyuapi Rachel dengan sangat lembut dan penuh perhatian.


"aku berangkat dulu ya,, kamu istirahat aja, jangan turun kemana maka sampai aku pulang" kata Ricko setelah selesai sarapan.


Beberapa menit kemudian Ricko berangkat ke sekolah, meski terlambat ia tetap hadir demi kekasihnya itu.

__ADS_1


Setelah pekerjaannya selesai, Bi'imah langsung naik ke atas, masuk kedalam kamar Rachel.


"Ada apa dengan semua ini...!" tanya bi'imah sangat Kaget saat melihat kamar Rachel berantakan.


"Apa kamu Lagi dapet Chel, bagai mana ke adaan mu apa udh meningan...!" Pertanyaan bi'imah yang begitu banyak membuat Rachel bingung harus menjawab yang mana.


"kenapa mengajukan pertanyaan banyak sekali" jawab Rachel menidurkan kepalanya ke atas paha Bi'imah yang sedang duduk di dekatnya


"kenapa begitu banyak darah di sprei mu" tanya Bi'imah yang sesaat Rachel tidak bisa menjawab, Tidak ada yang mengetahui hubungan mereka, selain dinda beserta teman sekolahnya.


Jadi Bi'imah beserta Zahra ( ibunya Ricko) tidak mengetahui tentang hal itu.


"anu bikkkkk, aku lagi dapat, iya lagi dapat..!" jawab Rachel sangat Gugup.


Lalu Bi'imah tidak terlalu banyak bertanya kepada Rachel, karena percaya kepada anak gadisnya yang sudah di anggapnya anak sendiri, meskipun Rachel tidak memanggilnya denga sebutan ibu, Bi'imah tidak merasa keberatan, karena ia menyayangi Rachel tulus dari hatinya tanpa meminta lebih dari Rachel.


"Ya sudah kamu istirahat aja...!" kata bik imah sambari merapikan kamar Rachel yang di penuhi baju baju yang kotor dan basah dari sudut ke sudut.


"siap bos,, laksanakan printah komandan..!" sambung Racy bercanda menarik selimutnya.


Bi'imah membawa semua baju yang kotor dari kamar Rachel dan memasukkannya kedalam mesin cuci, sementara Kamar Ricko yang terkunci membuat bi'imah tidak bisa membersihkan kamarnya.


Ricko yang telah sampai ke sekolah, bergegas pergi ke ruang guru, dan memberikan surat ijin mereka berdua kepada wali kelasnya, tanpa berkata apapun, kemuidian ia bergegas pulang menaiki mobil sportnya dengan kecepatang 85'c.


Dinda yang melihat Ricko seakan akan di kejar sesuatu merasa heran, karena mereka berdua tidak menghadiri semua mata pelajaran apapun hari ini, kejadian ini tidak pernah terjadi dalam sejarah, semenjak ia mengenal sahabatnya itu, bahkan mereka tidak memberinya kabar sedikitpun Yang Akhirnya membuat Dinda merasa penasaran.


jangan lupa ikuti terus episode-episode selanjutnya agar kamu tidak ketinggalan ceritanya.


Sampai bertemu di episode berikutnya...!

__ADS_1


Jangan lupa like,sher komen dan votenya ya kk. terimakasih sudah mampir


__ADS_2