CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 47 Rindu di dalam penantian


__ADS_3

Rindu di dalam penantian akibat kebencian.


Seseorang yang di cintai datang di saat yang tepat, berharap ia tetap seperti itu untuk selamanya, namun rasa benci yang ada di hati tidak dapat terlupakan, akibat kepercayaan yang telah di sia-siakan.


Ricko Membawa Rachel ke kamar mandi, lalu membersihkan seluruh tubuhnya, tidak ada rasa malu, layaknya mereka seperti suami istri, memanfaatkan waktu yang tersisa hanya beberapa jam saja, akankah perpisahan ini menjadi indah atau malah sebaliknya.


Rachel hanya bisa menangis tak bersuara,saat Ricko melakukannya dengan penuh kasih sayang, air mata mengalir di pipi mereka berdua tanpa suara, Rindu yang teramat dalam, berdiri dengan postur tubuh yang telanjang, membelakangi Ricko yang sedang menggosok punggung Rachel, berlahan Rachel membalikkan badannya, langsung memeluk Ricko dengan sangat erat.


Mengeluarkan suara tangisannya seolah-olah ingin memberitahu Ricko betapa hancur hatinya saat ini.


"Maafin aku,maafin aku, maafin aku" ucap Ricko memeluk Rachel yang sedang menangis keras di pelukannya.


Untuk sesaat Rachel melupakan kebenciannya.


"kenapa datang terlalu lama" tanya Rachel tidak berhenti menangis


"maafin aku, membuat mu menunggu terlalu lama" jawab Ricko berusaha menenangkan hati Rachel.


beberapa menit kemudian, Ricko membeli makanan keluar setelah mereka selesai mandi, sementara Rachel menunggu di atas tempat tidur sembari berbaring kedinginan.


"Treeeettttttttt" getaran suara hp Ricko yang ada di saku kanannya, secepat mungkin Ricko mengangkat telepon selulernya.


"hallo mah.!" ucap Ricko di telephon


"kamu di mana, sebentar lagi kita akan berangkat ke bandara" ujar Zahra penasaran keberadaan Ricko.


"mah bisa tiadak pemberangkatannya di tunda sampai besok" tanya Ricko berusaha mengulur waktu


"emangnya kenapa..?" tanya Zahra balik


"gak papa sih mah, cuman aku lagi kurang enak badan, aku lagi di kosan bayu mah.!" jawab Ricko meyakinkan.


"y udah, mamah coba tanya ayah mu dulu ya nak" ucap Zahra memberi harapan.

__ADS_1


Ricko berharap semoga saja wisnu setuju Waktu pemberangkatannya di tunda sampai besok.


Ricko kembali menemui Rachel setelah selesai membeli makanan.


Setah berhari-hari tidak memakan apapun, sekarang Rachel baru menyadari betapa tidak berdayanya dirinya saat ini, bahkan untuk mengangkat tangannya saja ia tidak kuat.


Kemudian Ricko datang membawa makanan,lalu menyuapi Rachel dengan penuh kasih sayang tanpa membahas apapun.


Ricko bersama senyuman di wajahnya memandangi Rachel dan menggenggam erat tangannya.


"maafin aku ya " ucap Ricko Kepada Rachel setelah selesai makan.


Rachel hanya bisa diam dan melontarkan senyuman manis di wajahnya.


"untuk sesaat saja, bisa tidak aku ingin kita kembali ke masa dulu, aku sangat merindukanmu, ingin memeluk mu dan ingin mengecup mu." ucap Ricko memohon menundukkan kepalanya di tempat tidur sembari mencium tangan Rachel dengan penuh air mata.


"aku tidak ingin membahasnya" ujar Rachel datar.


"aku mohon beri aku satu kesempatan lagi, agar aku bisa memperbaiki ke salahaan ku,aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Ricko berharap mereka kembali seperti dulu lagi.


Suara telepon Ricko berbunyi, ternyata zahra memberi kabar bahwa pemberangkatan mereka di tunda sampai besok, dan besok sore mereka harus berangkat tanpa terkecuali, mendengar hal ini Rachel gugup namun menahan emosinya yang ketakutan akan kepergian Ricko.


"tadinya malam ini kami akan berangkat, namun situnda sampai besok, dan besok sore kami akan berangkat ke luar negeri" ucap Ricko Kepada Rachel setelah menutup teleponnya.


Awalnya Rachel cuek seolah-olah tidak perduli Ricko pergi kemanapun, namun di dalam hatinya berat untuk menerima semua ini, seakan-akan penderitaan di dalam dirinya tidak pernah berakhir sama sekali, pada akhirnya Rachel tidak bisa menahan emosinya saat memikirkan Ricko yang akan pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya.


"Kenapa kamu harus pergi, kenapaaa...?" tanya Rachel dengan nada tinggi


"mamah berobat di sana, namun aku tidak bisa membiarkannya pergi sendiri" jawab Ricko lembut meluluhkan hatinya.


"apa kamu tidak puas menyakiti ku, setidaknya biarkan aku melihat mu walau dari kejauhan" ucap Rachel sedih memberi kode mengungkapkan perasaannya.


"apa kamu merindukan ku..?" tanya Ricko tidak sabar, tanpa menjawab pertanyaannya, Ricko langsung Mengecup bibirnya yang tengah berbaring di hadapannya.

__ADS_1


"kamu tidak perlu mengatakan apapun, aku juga sama seperti mu" ucap Ricko tanpa penjelasan apapun kembali Mengecup bibirnya.


Rachel dengan pasrah membalas kecupan yang di lontarkan Ricko kepadanya, untuk sesaat menghilangkan kebencian yang ada di hatinya, menganggap hal ini merupakan kenangan terakhir yang akan mereka lakukan, lagi pula Ricko akan pergi jauh darinya, sementara Rachel akan melanjutkan hidupnya dan melupakan semua kenangan mereka selama ini.


Berlahan Ricko mengarahkan tangannya ke bagian dada Rachel tanpa melepas kecupannya dari bibir Rachel, masuk ke dalam selimut yang menutupi seluruh tubuh Rachel, dengan sangat lembut Ricko mengelus bagian dadanya, dengan tiba-tiba Ricko mematikan lampu kamar tersebut dan memberi sedikit cahaya dari Ponselnya.


Ricko melepas semua pakaian yang di kenakan Rachel, begitu juga yang di kenakannya, kembali mengecup bibirnya dan berlahan Mengecup lehernya yang membuat Rachel semakin menikmati apa yang sedang di lakukan Ricko kepadanya, berguling-guling di atas tempat tidur yang sedikit menutupi tubuh mereka berdua, berlahan Ricko melakukan apa yang ingin ia lakukan, dengan sangat lembut membuat Rachel tidak bisa menahan nafsunya, dengan rasa suka sama suka akhirnya mereka langsung ke bagian intimnya sempai selesai.


"Beginilah aku, layaknya seperti seorang wanita penghibur" ucap Rachel menyadari kebodohannya.


"kenapa harus berkata seperti itu, cinta ku ini tulus untuk mu, aku yang memulainya dari awal, aku yang merenggut kesucian mu dan aku ingin bertanggung jawab atas semua perbuatan ku..!" ujar Ricko tulus dari hatinya


"bagai mana kamu akan bertanggung jawab, sementara kamu akan pergi meninggalkan ku, sementara aku di sini tanpa masa depan, tidak mempunyai pendidikan, tidak di terima di sekolah mana pun, dan tidak bisa melakukan apapun" ucap Rachel datar


"berhentilah berbicara, biarakan aku tidur dengan mu untuk malam ini saja" sambung Ricko memeluk Rachel dan menarik selimut.


"benarkah kamu akan pergi" tanya Rachel penasaran.


"aku harus pergi, mamah sangat membutuhkan ku, cuman aku yang bisa mamah andalkan" jawab Ricko meyakinkan.


"apa kamu akan kembali lagi ke sini" tanya Rachel lagi


" Apa kamu mau menunggu ku, aku akan kembali secepat mungkin untuk mu" ucap Ricko serius memandangi Rachel.


"Baiklah aku akan menunggu mu jika memang itu memungkinkan" sahut Rachel tidak mempercayai ucapannya.


"jika aku kembali nanti, maukah kamu menikah dengan ku" tanya Ricko serius mebuat hatinya berdebar-debar.


"jika memang kita jodoh, tuhan pasti membiarkan aku untuk menunggu mu, dan menerima lamaran mu, namun begitu juga sebaliknya.." jawab Rachel serius membuat Ricko heran.


"baiklah kalau begitu, mari kita buktikan apa kah memang takdir itu nyata atau kita yang membuat takdiri kita sendiri" ucap Ricko datar dan kembali memeluk Rachel lalu tidur.


jangan lupa like, sher komen dan Votenya y kak.

__ADS_1


Makasih kak udah mampir 🙏


__ADS_2