
Suatu hari..!
Rachel Pergi ke suatu tempat yang ada di kota, duduk di bawah pohon dengan membawa buku yang ada di tangannya sembari menikmati udara segar, tepatnya ia berkunjung ke salah satu taman yang pernah ia kunjungi bersama Ricko.
Namun secara tiba-tiba Rachel Melihat Ricko turun dari mobil dengan memakai jas hitam di padukan kemeja putih, beserta dasi yang berbentuk kupu-kupu.
Ricko tersenyum kepadanya kemudaian menghampirinya dengan membawa beberapa bunga mawar merah yang begitu indah.
Rachel dengan segera berlari ke arah Ricko dan meninggalkan buku yang baru saja ingin di bacanya. Rachel langsung memeluk Ricko degan penuh ke bahagiaan, begitu juga Ricko dengan rasa bahagia menyambut Rachel yang sedang berlari ke arahnya. Pertemuan mereka seperti Romeo dan Juliet.
"Aku sangat merindukanmu.!" ucap Rachel menangis bahagia di pelukan Ricko.
Tentu saja bahagia, sekian lama tidak bertemu, tiba-tiba Ricko datang secara tiba-tiba dengan membawa bunga seolah-olah ingin melamar dirinya.
"Akhirnya kamu menepati janji mu" ucap Rachel sembari memegang wajah Ricko dengan ke dua tangannya.
"Kamu kok diam aja" ucapnya lagi kepada Ricko yang dari tadi hanya melempar senyuman kepadanya.
Tapi Rachel tidak memperdulikan hal itu, yang penting baginya sekarang Ricko dengan nyata ada di hadapannya, tidak ingin melewatkan kesempatan baik yang datang padanya, Rachel langsung mencium Ricko dengan penuh kehangatan**.
"TRAAAAAAAAKKKKKKKKKKK" Ambruk
"aww sakit sekali" ucap Rachel yang terjatuh kelantai dari tempat tidur.
Ternyata itu semua hanyalah mimpi belaka.
Kemudian ia membuka kedua matanya dan melihat Rara dan Bagas melototi dirinya yang sedang berbaring di lantai.
"aduhhhhhhh,dasar mesum" ucap Rara datar sembari memberi senyuman sinis.
Kemudian Bagas membantu Rachel berdiri dan langsung duduk di kursi yang ada di ruang peristirahatan.
"Apa kamu sekarang baik-baik aja" tanya Bagas perhatian
"aku baik-baik aja kok" jawab Rachel malu
"kamu mimpi apa, keliatannya mimpi mu sangat indah" ujar rara memberikan segelas air Kepada Rachel.
"gak kok, bukan apa-apa." jawab Rachel gugup
"trus, kenapa kamu senyum-senyum sendiri, apa kamu bermimpi tentang hubungan suami istri" ucap Rara yang membuat Rachel kaget dan keselek saat minum.
"kamu apaan sih Ra.!" ujar Bagas sembari memukul kepalanya.
"aw, sakit tau" sambung Rara memberi pukulan balik.
"kalian kenapa sih, bertengkar mulu" ucap Rachel kemudian berdiri lalu pergi ke toilet.
Rachel mencuci wajahnya,lalu menatap ke cermin yang ada di hadapannya, Mengingat mimpinya yang indah membuat ia tersenyum sendiri kemudian kembali membasahi wajahnya, lalu mengeringkannya dengan tisu yang ada.
Akkibat Sok dan sakit kepala saat berusaha mengingat pria yang bertemu dengannya di depan Lift, dengan tidak sadar ia tertidur pules dan mengalami mimpi indah yang ia tunggu-tunggu selama ini.
__ADS_1
kemudian Rachel kembali bekerja meski hanya tersisa beberapa jam lagi.
°
°
°
°
°
°
°
°
°
°
Setelah selesai bekerja.
Rachel langsung pergi menggambil barang-barangnya di loker yang telah di sediakan perusahaan untuk para staff.
"Chel ada yang nungguin tuh" ucap salah satu teman kerjanya.
"siap..!" tanya Rachel penasaran
Kemudian Rachel segera berlari menghampiri orang yang dari tadi menunggunya.
"bayu" ucap Rachel kaget bayu datang menjemputnya, biasanya juga Bayu tidak menunggu Rachel saat Pulang sekolah.
"kebetulan aku lewat sini, jadi aku pikir kenapa gk sekalian aja" ujar bayu tersenyum.
Kemudian mereka pulang. sesampai di rumah, Rachel langsung menyiapkan makan malam, sementara bayu pergi mandi.
Beberapa menit kemudian di meja makan.
"aku udah dapat gaji bulan ini, jadi biar aku saja yang bayar sewa rumah" ucap Rachel sembari memberikan bayu amplop yang berisi uang untuk bayar sewa rumah.
"gak usah, biar aku aja" jawab bayu dengan cepat menolak pemberian Rachel.
"kalau kamu tidak terima,aku tidak nyaman di sini" ucap Rachel dengan ekspresi wajah yang sedih.
"baiklah baiklah, tapi untuk kali ini saja ya.!," sambung bayu tidak bisa menolak ucapan Rachel.
Dengan senang hati bayu menerima pemberiannya.
"bayu, apa sudah ada kabar dari Ricko..?" tanya Rachel berharap Ricko mengingatnya.
__ADS_1
"tidak sama sekali,kenapa kamu tidak coba tanya Farel aja, Ricko kan saudaranya." ujar Batu memberi saran.
"kamu benar, kenapa ya aku tidak berfikir ke situ, aisss bodohnya." gumamnya sembari memukul kepalanya..
tring....
Suara Hp bayu berbunyi, tidak disangka orang yang sedang mereka bicarakan mengirim pesan singkat yang berisi "Apa kabar"
"wahhh, kebetulan sekali, sudah 1 bulan baru hari ini dia mengirim pesan pada ku" Gumam Bayu kaget.
"siapa.!" ucap Rachel iseng
"Ricko" jawab Bayu membuat Rachel kaget melompat dari tempat duduknya.
"benarkah, coba aku lihat" ucap Rachel tidak percaya.
"beneran ini Ricko" sambung Bayu meyakinkan.
"apa kamu bisa menyambungkannya dengan ku" tanya Rachel ingin memastikan apa benar-benar itu adalah Ricko.
kemudian Bayu menghubungi nomor tersebut.
"Hallo" suara Ricko di telephon yang terdengar jelas membuat Rachel gugup dan sedih karena rindu tidak bisa berkata apa-apa.
"hallo, Ricko apa kabar kamu" tanya bayu sembari tersenyum menatap Rachel, namun Rachel hanya bisa menelan ludahnya dan mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kabar baik, bagai mana ke adaan kalian di sana.!" tanya Ricko balik sembari istirahat di tempat tidurnya yang masih memakai seragam sekolah.
"baik juga" jawab Bayu, sementara Rachel langsung duduk di sofa dengan bergelimang air mata mendengar suara Ricko yang dari tadi tidak pernah menanyakan kondisinya.
"Rachel, apa kamu ingin bicara dengannya" bisik bayu menjauhkan telepon darinya.
"tidak, kamu aja" jawabnya gemetar.
Sebenarnya Rachel ingin sekali berbicara berdua dengan Ricko, namun kelihatannya Ricko tidak mengingat dirinya.
"oya Rick, tante apa kabar" tanya Bayu mengalihkan pembicaraan.
"Mamah lagi di rumah sakit, soalnya di sini masih siang" jawab Ricko datar
"oyaa, wahhh bahkan disini sudah malam" ucap bayu tertawa terbahak-bahak.
"Bagai mana dengan Rachel.!" tanya Ricko dengan lembut.
Kemudian Bayu menceritakan semua aktifitas yang di kerjakan Rachel sehari-hari.
"Ricko, berbicaralah dengannya, dia ada di sini" ucap Bayu dengan pelan sehingga Rachel tidak bisa mendengar pembicaraan mereka.
"baiklah, berikan padanya" ujar Ricko merasa tidak enak, biar bagaimanapun Rachel pernah membuat hari-harinya menjadi indah.
Bayu dengan segera memberikan ponselnya ke pada Rachel, namun awalnya Rachel menolak untuk berbicara, selain gemetar, ia juga tidak bisa mengatakan apapun, ia hanya bisa menangis dan menangis lagi. Namun ia terpaksa memberanikan diri untuk berbicara denga Ricko di telephon. Tidak tau apakah hubungan mereka masih berlanjut atau tidak, soalnya semenjak Ricko pergi, ia tidak pernah memberi kabar kepada Rachel.
__ADS_1
jangan lupa like,sher, komen dan Votenya ya kak biar aku tambah semangat lagi.
Makasih kak udah mampir. 🙏