CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 36 POLI GAMI


__ADS_3

Ricko berusaha mencari solusi agar bisa mendapatkan duit sebanyak itu, namun tidak ada yang dapat ia pikirkan saat ini, kecuali meminta bantuan kepada ibunya atau ayahnya, biar bagaimanapun Bi'imah sudah seperti keluarga baginya.


Sementara Rachel sadar dan berlari menuju ruangan gawat darurat, Melihat Ricko mondar mandir kesana kemari sementara bayu duduk di kursi yang telah disediakan rumah sakit tersebut.


"Bagai mana keadaan bibi' apa sudah sadarkan diri" tanya Rachel panik


"Chel,, kita tidak punya dana untuk melanjutkan pengobatan bi'imah, butuh 50 juta agar dia bisa di operasi" ujar Bayu membuat Rachel mengingat tabungannya.


"Aku punya tabungan di rumah Meski tidak banyak, setidaknya kita bisa mencari kekurangannya, tapi siapa yang akan pergi ke sana" ucap Rachel berharap seseorang mau membantunya


"aku yang akan pergi kesana,, tapi di mana kita dapat mencari kekurangannya" tanya Ricko putus asa


"apa bi'imah tidak punya tabungan sama sekali....!" tanya Bayu lancang karena putus asa.


"Aku tanya mamah dulu, setidaknya mama lebih dekat dengan bi'imah,..'


Kemudian Ricko menghubungi sarah dan berbicara dengan mamahnya (Zahra).


"Mah, bibi harus di operasi, tapi butuh 50 juta agar bi'imah bisa di operasi, apa bi'imah gk ada simpanan sama sekali mah..?" tanya Ricko di telpon


"Mamah kurang tau nak, soalnya Bi'imah tidak pernah ngomong masalah uang ke mamah, tapi mamah pernah ngeliat bi'imah bawa celengan dari pasar" Ucap Zahra kasiahan saat mendengar ke adaan Bi'imah


"tante yang akan mengurus masalah biayanya, kirim saja No Rekeningnya kesini nak..!" Ujar sarah saat di tlpn membuat Rachel lega dan bersyukur masih ada yang peduli kepada mereka.


Namun zahra tidak mengijinkan semua biayanya akan di tanggung oleh sarah, karena dirinya merasa bersalah, kenapa harus sarah yang bertanggung jawab, padahal Bi'imah tinggal di rumah mereka, Kemudian Zahra memutuskan, untuk menyumbangkan dana kepada bi'imah dengan ikhlas.


"Tidak bisa seperti itu, Ricko..! bi'imah adalah tanggung jawab kita, mamah yang akan bertanggung jawab mesalah itu, mamah akan menghubungi ayah mu, kamu cepat kirim no Rekeningnya" ucap Zahra di telephon yang sedang menggunakan alat pengeras suara.


"apa mungkin ayah akan memberikannya..?" tanya Ricko tidak yakin ayahnya akan memberikan mereka uang sebanyak itu

__ADS_1


"udah kamu kirim aja, masalah ayah mu, mamah yang akan mengurusnya..!" jawab Zahra singkat dan mematikan telepon tersebut.


"Zarah kamu bisa membantu ku untuk menghubungi ayahnya Ricko..!" tanya Zahra mencoba memberi kode betapa tidak berguna dirinya.


"Tentu saja, kamu sebut saja nomornya, aku akan menyambungkannya melalui telepon genggam ku" Jawab Sarah mengerti bagai mana kondisi Zahra yang tidak bisa menggerakkan sebagian tubuhnya, hanya tangan kanannya yang dapat berfungsi dengan baik, selebihnya sudah tidak berguna kagi.


Setelah teleponnya tersambung, zahra berbicara kepada suaminya yang tidak pernah ia hubungi sama sekali.


"hallo,, apa ini ayahnya Ricko..?" tanya Zahra di telepon yang membuat dirinya dek-dekan dan gugup


"suamiku lagi di toilet" suara wanita yang menjawab telepon suaminya, membuat air mata mengalir di pipinya.


"Bisahka kamu memanggilnya, sebentar saja..! ada hal mendesak yang ingin aku katakan padanya" ucap zahra berharap wanita itu dapat mengabulkan keinginannya.


Sebelum menjawab Zahra, tiba-tiba Wisnu yang merupakan suaminya muncul dan langsung merampas HP miliknya dari tangan Salma yang merupakan istri keduanya yang tinggal di Surabaya.


"Ini aku" ucap Zahra kepada Wisnu yang hendak memakai dasi di lehenya, Mendengar suara istrinya yang lemah lembut itu dan membuat dirinya duduk di depan cermin dengan mata yang berkaca-kaca.


"iyya katakanlah, kamu perlu apa.!" tanya Wisnu dengan rasa Rindu yang menggebu.


"Begini, aku butuh uang, tapi sedikit lebih banyak dari sebelumnya" ucap Zahra terbata-bata


"Katakan saja berapa..!" sambung Wisnu cepat


"50 juta, apa kamu bersedia meminjamkannya kepada ku " sahut Zahra menangis merindukan sosok suaminya yang dulu sangat mencintai dirinya,


"Heyyy,, kenapa harus di pinjamkan, kamu itu masih istri sah ku, aku bertanggung jawab atas kebutuhan kalian berdua,kirim saja no Rekeningnya." ujar Wisnu tanpa basa-basi.


"baiklah aku akan menutup teleponnya..!" ucap Zahra dengan suara yang serak.

__ADS_1


"Apa kamu baik-baik saja,bagai mana ke adaan mu, apa kamu makan tepat waktu, apa Ricko mengurus mu dengan baik..!" tanya Wisnu berkaca-kaca, merasah bersalah meninggalkan istrinya dalam keadaan lumpuh dan memilih untuk menikah lagi.


Tanpa menjawab Pertanyaan yang di lontarkan Wisnu kepadanya, Zahra langsung menutup teleponnya dan menangis tersedu-sedu, Sarah yang menyaksikan hal itu tebawa suasana dan merasa kasihan kepada wanita lumpuh yang berada di hadapannya.


"Apa kamu baik-baik saja.!" tanya Sarah menangis kepada Zahra yang duduk di kursi Roda dan memeluknya.


Kemudian Sarah mengirim no Rekeningnya ke pada Wisnu, sementara itu, wisnu menyuruh orang kepercayaannya.


Setelah uangnya di transfer, Ricko menarik uang tersebut dari Bank yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit, dan memberikannya kepada Kasir yang bertugas saat itu.


Bi'imah langsung di bawa ke ruang operasi, setelah mereka membayar administrasinya, sementara Ricko,bayu, Rachel,dinda menunggu di luar ruangan operasi.


Wisnu yang terkenal sangat kaya menikah untuk yang kedua kalinya setelah Zahra mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tubuhnya hampir mati semua, Mempunyai anak sambung dari istri keduanya dan di karuniai seorang putri yang sangat mirip dengan Ricko meskipun dari ibu yang berbeda.


Sementara Dina, istri kedua Wisnu mempunyai sifat licik yang tidak ingin Wisnu kembali kepada istri pertamanya, memanfaatkan putrinya sendiri demi untuk kebahagiaan keluarga mereka, sementara Ricko yang kehilangan sosok ayah yang seharusnya selalu berada di sampingnya, dan Zahra yang kehilangan kebahagiaan dalam rumah tangganya.


Wisnu yang merupakan sosok suami yang sangat Tegas dan penyayang kepada anak-anaknya, membuat ia tidak bisa meninggalkan putrinya yang masih kecil itu.


Dan harus meninggalkan istri yang dulu pernah ada untuknya baik ke adaan susah maupun senang.


Menikah lagi bukan berarti Wisnu tidak mencintai Zahra lagi, namun sesutu yang tidak bisa ia jelaskan membuat dirinya harus menikah lagi.


Sementara zahra hanya bisa menunggu saat suaminya datang meskipun sesekali dalam setahun, namun hal ini membuat dirinya senang,dan tidak meminta sesuatu yang berlebihan, di karenakan ia sadar, bahwa dirinya tidak mampu membahagiakan Wisnu, jangankan membuat bahagia orang lain, Zahra merasa dirinya hidup membebani orang lain.


Seperti pepatah mengatakan :


HIDUP SEGAN MATI TAK MAU.


MAKASIH YA KA UDAH MAMPIR 🙏

__ADS_1


__ADS_2