
Ricko dan teman-temannya segera berlari-lari kecil mengejar Rachel dan Dinda, namun Rachel tetap berjalan santai tanpa membiarkan satu orangpun menghalangi perjalanannya menuju rumah dinda yang masih ia tempati saat pergi sekolah.
"Dinda,apa kamu dan Rachel tinggal bersama....?"
Ricko berjalan di belakang Rachel yang sejajar dengan dinda dengan langkah-langkah kecil, Sepanjang perjalanan Ricko mengobrol bersama Dinda, namun Rachel tidak memperdulikan mereka berdua dan terus berjalan mengikuti jalan yang biasa dilewati para petani tanpa ia ketahui kemana arah jalan tersebut berakhir.
"Ya,, Untuk saat ini kami tinggal bersama Rick..!"
"owhh,,apa orang tuanya juga tinggal bersama Din..!"
"aku kurang tau,soalnya Rachel datang bersama Pengasuhnya yang bekerja di rumah mereka dulu"
"Dulu rumahnya di mana....?"
"kenapa tidak kamu tanya aja langsung kepada Rachel"
Sahut Dinda dengan suara yang agak sedikit kesal.
"kamu tau sendirikan din, Rachel susah di ajak bicara"
Tiba-tiba Rachel berhenti,dan membuat mereka kaget.
"Astaga..apa Rachel mendengar yang baru saja aku katakan...?"
Ricko merasa Rachel telah mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"di mana ujung jalan ini berada,kenapa dari tadi kita belum sampai,dan mengapa begitu butuh waktu lama untuk sampai ke rumah"
Dinda kaget saat Rachel mengajukan pertanyaan yang begitu banyak yang membuat mereka sedikit tersenyum dan merasa agak Sidikit lucu.
"Apa kalian tidak ingin secepatnya sampai kerumah"
Tanya Rachel sekali lagi dengan nada yang sangat kesal dan lucu.
"Wah suara mu begitu indah,dan di saat kamu kesal, kamu tetap terlihat sangat cantik dengan suara mu yang sera'sera basah"
Jawab Ricko secara samar.
Tak...... Dinda Memukul bahu Ricko,
"Awww.... kenapa kamu memukul ku"
"Rachel ayo lewat sini,sebentar lagi kita akan sampai kok..! kamu tenang aja"
"Hey tunggu aku" Ricko berteriak degan keras.
Terus berjalan menuju rumah yang berwarna abu-abu milik dinda.
"Rachel kita sudah sampai"
Dinda mengajak Rachel masuk ke dalam.
__ADS_1
"Hey... bisakah besok kita pulang bersama lagi...?"
Teriak Ricko dengan keras.
"Apa kamu mengenalnya" tanya Rachel kepada dinda.
"Ya tentu saja, semua orang juga mengenalnya..?"
Sahut dinda kemudian masuk kedalam rumahnya.
Ricko Merupakan salah satu pewaris kedua orang tuanya yang akan melanjutkan semua bisnis ayahnya ketika ia sudah dewasa nanti.
ayahnya sangat berpengaruh kepada siapapun, terkenal akan kekayaannynya, bahkan mempunyai cabang-cabang sekolah,baik tinggkat, SD, SMP, MA, maupun University yang berada di dalam ataupun di luar negeri.
Kebayang gk sih betapa banyak harta yang di miliki orang tuanya, rumah di mana-mana, Namun Ricko tidak pernah menyombongkan diri, saat pulang sekolah Ricko lebih suka berjalan kaki dari pada di jemput. Sementara ayahnya hanya sesekali dalam sebulan mengunjungi mereka, ibunya yang tidak bisa bepergian jauh, membuat ayahnya harus menikah lagi, sehingga mempunyai dua ibu dan saudara tiri, meski sedikit mengerti tentang hal ini,namun Ricko tidak cukup dewasa untuk bertanya kepada ibunya.
Ketika Dinda dan Rachel masuk ke dalam rumah, mereka tidak melihat siapapun di dalam.
Rachel bergegas mengganti seragam yang masih ia pakai, begitu juga sebaliknya.
Saat berada di dalam Kamar yang sama, namun mereka berdua tidak saling menyapa satu sama lain, meski sifat dinda yang ceriah dan banyak bertanya, namun saat bersamaan dengan Rachel, Dinda seolah-olah berbicara dengan tembok, Untuk saat ini dinda tidak terlalu banyak bertanya terkecuali Rachel bertanya sesuatu kepadanya.
( GELAP DI DALAM KETERANGAN ) ( PENDERITAAN DI DALAM KESUNYIAN )
__ADS_1