
Kuasa Tuhan yang menciptakan langit yang begitu cerah, matahari yang bersinar di pagi hari, hembusan angin yang membuat rambut gadis manis yang berparas cantik itu terbang, berjalan menuju gerbang sekolah membawa beberapa buah buku yang ada di genggamannya, berpakaian putih abu-abu, berkacamata hitam, serta raut wajahnya yang terlihat sangat judes, berdiri di depan gerbang sekolah Seperti menunggu seseorang kemudian mengambil Handphone dari tasnya.
"Ricko..! kamu di mana....?, aku di depan pintu gerbang sekolah nih" kata dinda saat berbicara di tlpn, Tumbuh menjadi gadis manis yang mempunyai paras cantik, yang bisa memikat hati para lelaki manapun saat melihat dirinya, namun Wajah juteknya membuat orang lain takut untuk mendekatinya, pintar, cantik, sexi adalah impian setiap lelaki agar bisa memilikinya.
"Aku hampir sampai nih" jawab Ricko saat berbicara di telpon.
"Tin.....tin.....tin....."
Suara klakson mobil terdengar jelas di telinga Dinda, Mobil sport menghampiri dirinya, melihat seorang pria yang begitu amat gagah, wajah yang sedikit bulat, hidung yang mancung, tekstur tubuh yang tinggi begitu perfek sempurna yang membuat dirinya menjadi bintang idola di sekolah.
"Ayo masuk" suara yang mengajak dinda masuk ke dalam mobil miliknya ternyata Dia adalah Ricko sahabatnya.
"kenapa lama sekali" tanya Dinda iseng sambil merapikan riasan wajahnya
"Sedikit kesiangan, oya Rachel dimana...?" sambung Ricko bertanya tentang Rachel
" tau tuh,,belum kelihatan,mungkin di dalam kelas kali..!" sahut dinda datar.
Ricko memarkir mobil pribadinya,dan mereka berdua berjalan menuju ruang kelas.
"aw...! " kamu duluan aja ya din, kata Ricko berlari menuju toilet.
"Hadehhhhh...! boker lagi tuh anak" sahut dinda kepada dirinya sendiri,
Berjalan dengan lenggok pinggang yang menggoda, membuat para lelaki ternganga melihat dirinya saat berjalan, sebagian dari mereka pingsan, ada lagi yang meneteskan air liur dari mulutnya, Wangi parfum yang di pakai Dinda membuat orang orang linglung saat berjalan seperti orang bodoh.
"Kemana Rachel..! kok belum ada disini sih" hatinya berkata-kata sembari melihat sudut kesudut ruang kelas, namun tidak melihat adanya Rachel di ruangan itu.
"Apa kamu melihat Rachel" tanya Dinda kepada salah satu teman sekelasnya.
"tidak"
__ADS_1
"apa Rachel tidak ada" tanya Ricko sambil berjalan ke arah dinda dan meletakkan tasnya di dalam Loker miliknya.
"cepat banget bokernya, iyya nih Dia tidak ada di sini" sahut Dinda bersandar ke dinding dengan melipat kedua tangannya.
Rebahan di bangku yang ada di taman sekolah, dengan menutup wajahnya menggunakan buku yang selesai ia baca agar terhindar dari sinar matahari membuat dirinya terlelap tidur.
Tiba-tiba Ricko mengangkat buku yang menutupi wajah Rachel, yang membuat wajahnya terkena sinar matahari hari, berdiri memandangi wajah Rachel yang seperti Bak peri membuat dirinya tersenyum sendiri, Kemudia ia setengah jongkok, dipandanginya lagi, bibirnya yang merah membuat Ricko tidak bisa menahan nafsunya, mengelus pipi Rachel, kemudiaan membisikkan kata cinta di telinga Rachel yang membuat dirinya terbangun dari tidurnya.
"I love you baby" bisikan cinta Ricko di telinga Rachel, membuatnya bahagia, dan tersenyum manis kemudia membuka kedua matanya, melihati wajah sang kekasih saat terbangun dari tidur, seperti melihati bunga yang bermekaran di pagi hari.
"good morning" Ricko melambaikan tangannya, membuat Rachel bergegas berdiri.
"aku pikir aku hanya bermimpi" kata Rachel dengan wajah lesu yang ingin hendak tidur kembali
"Ehhhh" kemudian Ricko menarik tangan Rachel sehingga jahtuh dalam pelukannya, membuat Rachel tersipu malu karena takut di lihat orang-orang.
" ih kamu, malu tau di liatin orang-orang"
Rachel melepaskan dirinya dari pelukan Ricko, kemudian berlari meninggalkan Buku dan tasnya.
Namun Rachel tidak memperdulikan perkataan Ricko, karena ia percaya Ricko akan membawanya.
Ricko tersenyum manis sambil melihat kekasihnya itu dari belakang, Kemudia membawa tas milik Rachel menuju ruang kelas.
Rachel yang tumbuh begitu cantik, yang tak ada bandingannya, bulu mata yang lentik,mata yang sedikit besar, rambutnya yang panjang da lebat yang di padukan sedikit warna Coca-Cola, bibir merah delima yang sedikit tebal, hidungnya yang mancung, putih bersih bersinar, bodynya yang persis seperti model, membuat dirinya serasi saat berjalan berdua bersama Ricko, Rachel yang tak ada duanya meski Dinda sekalipun tak bisa menandinginya.
Ke pribadian yang baik membuat dirinya seperti pri yang turun dari surga ditugaskan untuk mendampingi Ricko.
Pasangan sejoli ini membuat orang-orang iri ketika melihat mereka berdua berjalan bersama.
Namun bagaimana perasaan dinda terhadap Ricko, apakah hanya sebas teman saja...?
__ADS_1
Kesederhanaan Rachel membuat Ricko semakin mencintai dirinya, masa-masa yang mereka habiskan bersama selama 5 tahun lamanya, membuat kedua pasangan sejoli ini ingin secepatnya menikah, dari kecil tumbuh bersama, hidup di dalam rumah yang sama tentunya sudah mengetahui apa yang di suka dan yang tidak di sukai satu sama lain.
Karena masih dalam tahap pembelajaran, Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak memikirkan soal pernikahan,
"Aku kangen di pelukan mu" isi surat cinta yang di lemparkannya kepada Rachel membuat dirinya di permalukan saat sasarannya meleset.
"Aku akan membacakan surat cinta Ricko" Teriak Bayu salah satu teman sekelasnya yang memegang kertas di tangannya, berusaha menggoda Ricko.
"Ahhh siaallll" kata Ricko yang berwajah kesal kepada dirinya sendiri, kemudian melihat kekasihnya yang melontarkan senyuman sinis.
"dengar ya semuanya,,, Rachel aku kangen di pelukan mu" teriak Bayu tertawa bersama anak-anak lainnya.
"cie...cieeeee" teriak mereka semua.
Ricko yang merasa dirinya teracam akan mendapatkan pukulan dari Rachel, membuat dirinya Sedikit takut saat Rachel menghampirinya.
"yaaaaa,,, kemariiiii..." memanggil Ricko yang sedang berlari menghindari dirinya.
Rachel berlari mengejar Ricko melemparnya pakai sepatu yang ia kenakan, dengan suasana yang menggembirakan membuat semua orang menertawakan mereka, Dinda Yang memakai Headset seolah-olah tidak mendengar hal tersebut.
"Awas kamu ya" wajah kesal Rachel Akhirnya bisa menarik Kuping Ricko dan memberinya pelajaran, tiba-tiba Rachel tersontak kaget saat Ricko mencium pipinya dan berlari mengambil sepatu milik Rachel untuk di pakaiannya.
"apa kamu senang" tanya Rachel saat ricko memasukkan kakinya ke dalam sepatu yang ada di genggamannya
"sangat senang, lebih senang saat berdua dengan mu" jawab Ricko berdiri dan mengusap kepala Rachel dangan manja
Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kelas, meskipun semua teman sekelas mereka bersorak keras.
"Diaaaaaam........................." teriak Dinda sangat kencang hingga membuat mereka semua terdiam terheran-heran, hal ini juga membuat Rachel dan Ricko merasa bingun, namun tidak terlalu memikirkan ucapan Dinda..
Semuanya kembali tenang dan duduk di bangku masing-masing.
__ADS_1
jangan lupa like,sher,komen dan votenya y kk.
jangan lupa juga follow Instagram aku @kim_cahya terimakasih sudah mampir.