
Setelah selesai makan, Malam ini Bi'imah dan Rachel akan menginap, lagi pula besok mereka akan pindah ke rumah Ricko.
Meskipun sia-sia membersihkan rumah yang baru saja mereka tempati, namun hal ini tidak membuat Bi"imah menyesal telah membersihkan rumah tersebut.
Waktu sudah menjelang pagi, waktunya untuk pergi sekolah, setelah selesai sarapan mereka langsung berangkat, Meski di antar oleh supir, Ricko tidak merasa nyaman, Mereka berhenti di pertigaan dan kemudian berjalan kaki, tidak ingin dilihat oleh orang lain, Ricko berusaha agar menjadi biasa-biasa saja meski memiliki semua apa yang ia inginkan.
"Mengapa harus berjalan Rick....?"
"Aku tidak merasa nyaman saja"
"kenapa"
"bukan apa-apa, youk kita berangkat"
"kamu aneh Rick"
"aneh kenapa...?"
"Bukannya seharusnya berjalan lebih melelahkan"
"menurut ku,berjalan kaki lebih baik dan lebih asyik" sahut Ricko Tersenyum
Banyak sisiwa/i berjalan saat tiba di persimpangan, karena tidak terlalu jauh dari sekolah. saat pagi hari mereka tidak berjalan dari pegunungan karena takut terlambat, jadi mereka hanya berjalan melewati pegunungan saat pulang sekolah saja.
"tin....tin...tin..." Suara klakson sepeda berbunyi yang mengarah ke arah mereka.
"Rachel,, kenpa berjalan" tanya Farrel
__ADS_1
"Eh kak Farrell,, bukan apa-apa,, hanya ingin saja" sahut Rachel kaget
"y udah aku duluan y" sambung Farrell
"siapa dia....?" tanya Ricko cemburu
"Bukan siapa-siapa, hanya seseorang yang aku kenal." jawab Rachel santai
Hal ini membuat Ricko cemburu, meski mereka masih kecil, namun Ricko sudah menyukai Rachel sejak pertama kali bertemu.
Namun Rachel tidak mengetahui hal ini.
"Ricko, kenpa berjalan begitu cepat tunggu aku" Teriak Rachel sedikit keras dan berlari-lari kecil ke arah Ricko
Hingga mereka tiba di sekolah, Pelajaran pun berlangsung.
Ricko yang selalu di hukum karena tidak terlalu pintar dalan berhitung membuat dirinya merasa malu di hadapan Rachel.
"Mau bertaruh"
"Bertaruh apa"
"siapa yang kalah akan membawa tas ku saat pulang bagai mana..!"
"baiklah katakan apa taruhannya"
"aku brani bertaruh, kali ini Ricko akan menghormat bendera di Depa sekolah"
__ADS_1
Rachel mendengar bisikan anak-anak yang berada di hadapannya, dan menatap ke wajah Ricko dengan wajah cantiknya.
"kenapa kamu menatap ku seperti itu" bisik Ricko pelan.
Rachel sedikit tersenyum mengingat percakapan teman sekelasnya, yang ingin bertaruh karena dirinya.
Rachel yang cantik, pintar, dan pandai dalam segala hal membuat dirinya selalu mengingat perkataan teman sekelasnya yang membuat dirinya selalu tersenyum melihat wajah Ricko.
Meski Ricko adalah anak yang baik dan penurut,tidak sombong dan selalu Ramah Kepada siapapun, Namun ia tidak cukup pintar dalan menguasai beberapa pelajaran.
Kepandaian Rachel tidak tertandingi oleh siapapun sewaktu ia sekolahnya dulu.
tidak jarang ia selalu mendapat penghargaan dan piala dari berbagai pelajaran yang ia kuasai, Dan dulu juga sempat ikut beberapa Lomba mewakili sekolahnya di tingkat Provinsi, dan selalu membawa harum nama sekolahnya dan membuat keluarganya bangga.
Kepandaian yang ada pada dirinya tidak karena orang tuanya kaya dan terkenal, namun memang asli dari dirinya sendiri.
dulu dirinya juga di sibukkan dengan belajar dan belajar, berbagai les privat ia ikuti, tidak terlalu memikirkan hal-hal yang dapat merugikan dirinya kelak, seperti anak anak seusianya.
Begitu juga Dengan Dinda, yang menjadi permata di sekolahnya beberapa tahun terakhir ini. tidak ada satu orangpun yang dapat mengalahkan kepintarannya, tidak ada yang bisa menggeser posisinya saat itu dari peringkat ke 1.
Namun saat ke hadiran Rachel apakah Dinda masih bisa mempertahankan nilainya...?
Jangan lupa, like, sher, komen, dan vote.
ikuti juga IG aku y kk @Kim_cahya
terimakasih sudah mampir
__ADS_1