
Rachel terus menunggu sampai Ricko kembali pulang, Meski merasakan pegal, namun ia tetap menunggu Ricko sampai kembali.
Air mata yang tidak di rasakannya lagi mengalir di pipinya, mencemaskan Ricko yang tidak kembali dari tadi, Semua bercampur aduk di pikirannya, takut Ricko pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya, rasa bersalah yang ada di pikirannya membuat ia hampir gila menunggu sampai tengah malam namun tak kunjung datang, hal ini belum terjadi sebelumnya semenjak mereka berpacaran, sempat berfikir bahwa Ricko mempunyai wanita lain selain dirinya.
Kakinya mulai membengkak, luka yang ada di tubuhnya tidak di pikirannya lagi, kemudian ia menyerah untuk menunggu Ricko dan duduk di dalam, di dekat pintu pagar.
jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi,Cahaya lampu mobil yang begitu silau tepat menerangi sedikit tempat duduk Rachel saat ini, tiba-tiba seseorang turun dan mendorong Pintu pagar yang ada di dekatnya, tanpa melihat Rachel yang sedang duduk, kemudian pria tersebut memasukkan mobilnya dan turun kembali menutup pintu pagar.
Ternyata Ricko yang baru saja kembali melihat Rachel duduk menunggu dirinya kembali dengan rasa sedih yang tertera di wajahnya.
"kamu sudah kembali..?" ucap Rachel dengan mata yang berkaca-kaca kepada Ricko yang berdiri di hadapannya.
"apa kamu dari tadi menunggu ku,," ujar Ricko kasihan melihat kondisi Rachel saat ini yang lelah menunggu dirinya
" apa kamu mempunyai wanita lain selain diri ku" tanya Rachel lemas dengan suaranya yang kurang jelas terdengar oleh Ricko
"seharusnya kamu tidak usah menunggu ku, masuk saja ke dalam dan tidur, jangan pikirkan aku, aku ini laki laki, lihat kaki mu, berapa jam kamu berdiri disini sehingga kaki mu bengkak, kenapa kamu begitu bodoh..!" ujar Ricko yang memarahi rachel dengan suara keras melampiaskan amarahnya, membenci dirinya sendiri saat melihat kekasihnya di hujat orang orang bahkan dia tidak mengetahuinya.
" kamu jawab saja, jangan mengalihkan pembicaraan, apa kamu punya wanita lain selain diri ku" tanya Rachel menangis.
Ricko sangat membenci dirinya sendiri karena membuat Rachel menunggu dirinya sampai selarut ini, Kemudian ia masuk tanpa menjawab pertanyaan Yang di ajukan Rachel kepadanya.
Sementara Rachel tersenyum tipis saat melihat kekasihnya mengabaikan dirinya sendiri, Berpura-pura kuat padahal terasa sakit, hati bagaikan teras tercabik-cabik saat Ricko mengabaikan dirinya.
__ADS_1
Kemudian ia kembali masuk kedalam menyusul Ricko dari belakang, berjalan terbata-bata, merasa ngilu saat berdiri, berpikir bahwa Ricko telah masuk kedalam kamarnya, Namun Rachel melihat Ricko tiba-tiba berjalan menuju ke arahnya,hupppp langsung menggendong Rachel dan membawanya naik ke atas.
"Tidurlah..." ucap Ricko menaruh Rachel di tempat tidurnya.
"Kenapa lama sekali" ujar Rache menarik tangan Ricko yang hendak ingin keluar dari kamarnya.
"istirahat saja, jangan banyak bertanya" jawab Ricko perhatian kepada kekasihnya namun denga cara yang berbeda dari sebelumnya.
kemudian Ricko pergi ke kamarnya dan membiarkan Rachel beristirahat.
Tadinya Ricko Hanya bercanda saat mengatakan ingin tidur di rumah bayu, eh malah jadi Kenyataan, ia ketiduran setelah makan malam dengan Bayu, Ricko sangat mencintai Rachel dengan sepenuh hati, jadi mana mungkin Ricko mempunyai wanita lain selain dirinya, untungnya bayu membangunkan Ricko dan bergegas pulang.
"Ricko maafin atas ucapanku, aku tidak bermaksud apa apa, aku mohon mmmm" ucap Rachel dengan suara yang lembut,suara yang berasal dari arah pintu kamar Ricko, ternyata Rachel berdiri di depan pintu kamarnya, berusaha memperbaiki hubungannya yang sedang tidak baik.
Mendengar suara Rachel, Ricko terdiam dan bersandar di depan pintu kamarnya, Hati Ricko mulai luluh, sebenarnya ia tidak marah dengan perkataan Rachel saat di sekolah, karena ia merasa mereka sering mengalami hal seperti itu dan berbaikan lagi, namun Ricko kesal dan cemburu saat mengingat fhoto mereka yang telah tersebar kemana-mana, terlihat jelas bahwa Farrel berusaha menggoda Rachel.
Namun itu dulu, saat ini , Rachel hanya mencintai Ricko seorang, tidak ada lagi, bahkan maut sekalipun tidak bisa menghilangka perasaannya kepada Ricko.
Cintanya begitu kuat, kepercayaannya kepada Ricko sama seperti rasa yang ada di dalam hatinya, tidak tergoyahkan oleh apapun.
Meski saat ini mereka bertengkar, namun Persaan mereka tidak pernah berubah,hal ini biasa di alami setiap pasangan, jadi pertengkaran ini bisa di bilang kecemburuan hal yang wajar.
Tidak tega melihat Rachel menanggis dan menderita karena dirinya, Akhirnya Ricko membuka pintu kamarnya dan memeluk Rachel dangan sangat erat, tanpa membahas apapun.
__ADS_1
"maaf membuat mu terlalu lama menunggu" ucap Ricko memeluk Rachel.
Membawa rachel masuk kedalam kamarnya, dan mengunci pintu.
"1 menit saja tidak melihat wajah mu aku tidak tahan, apalagi 1 hari,, benar benar membuat ku gila" ucap Ricko Mengecup bibir Rachel di atas tempat tidurnya.
Sudah hampir pagi, namun seolah olah baru saja menjelang malam, Ricko mulai tidak bisa menahan nafsunya, berlahan Merangsang tubuh Rachel yang putih bersih dan ramping, padahal telah berjanji tidak akan pernah melakukanya lagi, namun hal ini tidak bisa di tahannya saat mengecup bibir Rachel ia kehilangan kendali dan melewati batasannya.
Sedangkan Rachel yang ingin menolak keinginan Ricko tidak bisa lepas dari pelukannya, di timpa Badannya yang kekar dan berotot, membuat Rachel susah untuk terlepas dari dekapannya.
Meskipun usia mereka masih 17 tahun, namun postur tubuhnya tidak sesuai dengan umurnya yang masih muda.
"apa kamu akan melakukannya lagi" tanya Rachel dengan suara mendesah.
"Aku tidak bisa menahannya lagi" ucap Ricko Memaksa Rachel dwngan nafsu yang tidak bisa di tahannya lagi
"itu terlalu sakit" ujar Rache kepada Ricko yang merangsang semua tubuhnya, Suara Rachel yang kesakitan membuat Ricko semakin kuat melakukannya, suara rachel yang mendesah meyakinkan Ricko bahwa Rachel sangat menikmatinya sampai selesai.
Setelah mereka selesai berhubungan, mereka kembali tidur bersama dengan tubuh telanjang, di ranjang yang sama di bawah selimut bulu yang membuat hati dan perasaan nyaman karena kehangatannya.
Ke esokan harinya, Bik imah yang masuk ke dalam kamar Rachel tidak melihat adanya Rachel di kamar tersebut, ia merasa khawatir sehingga Membangunkan Ricko tanpa mengetahui bahwa mereka berdua telah tidur bersama di dalam.
"Ricko.....Rickooo.....Ricko....." suara bik imah yang keras membuat ia terbangun, padahal baru beberapa jam saat merek tertidur pulas, bik imah datang membangun Ricko, kemudaian mereka terbangun dengan tubuh telanjang.
__ADS_1
Hal ini membuat kedua sejoli ini panik, sedangkan bik imah mencari kunci serap untuk membuka pintu kamar Rachel.....?
Terimakasih kak sudah mampir 🙏