
SENIN 1Juni 2001
Hari ini adalah hari penting yang telah di nanti-nantikan Farrell untuk meresmikan gedung yang telah ia bangun.
Setelah selesai membangun gedung Restoran,kini hanya menunggu peresmiannya saja.
Semua staf yang bekerja di "HOTEL HIJAU" di undang untuk merayakan acara tersebut.
Para jutawan, dan pebisnis terkenal semasa itu juga ikut hadir dalam acara yang telah di selenggarakan oleh Farrell.
Wisnu selaku ayah sambungnya ikut berperan dalam usaha yang telah di bangun putranya.
Wisnu yang telah mengutamakan Farrell saat ini di banding putranya sendiri.
Selama acara itu berlangsung, Rachel tengah berdiri di sudut bangunan yang ada di seberang jalan dengan membawa bunga.
penampilannya biasa-biasa saja, hanya memakai celana Levis yang berwarna biru Dongker, sepatu hitam putih, dan switer yang berwarna krim. Namun tiba-tiba melihat sosok pria yang tidak asing di ingatannya.
Berlahan ia berjalan, terlihat sangat jelas bawa Rachel tampaknya ingin menyebrangi jalan setelah mengetahui siapa sosok pria yang baru saja keluar dari mobil tepat berada di hadapannya.
"Ricko" gumamnya dengan senyum di wajahnya yang terlihat jelas menandakan rasa bahagia, ingin rasanya ia berlari menghampiri pria tersebut.
Namun entah kenapa, jantungnya berhenti berdetak, bunga di tangannya jatuh tanpa ia sadari, seluruh badannya gemetar saat melihat Ricko bersama seorang wanita yang begitu cantik dan elegan. Mereka tampak serasi, saat wanita Tersebut memakai gaun merah yang mencolok, sedangkan Ricko yang memakai jas hitam membuat mereka tampak serasi.
Ricko membuka pintu mobil untuk wanita itu, dan menggandeng tangannya, kemudian berjalan di atas karpet merah.
Semua kamera tampaknya tertuju kepada mereka beserta keluarganya yang sedang berjalan di depan.
Rachel sangat sok, lalu ambruk kebawah saat melihat Ricko bersama wanita lain. Kejadian yang telah ia lihat tepat di hadapannya bagaikan mimpi buruk yang sedang menghampirinya.
"apa yang sedang terjadi, bahkan dia baru saja mengirimkan ku pesan bahwa dia tidak akan datang" gumamnya tidak percaya.
Beberapa saat yang lalu sebelum Rachel berangkat dari rumah, bahkan mereka masih berkomunikasi dengan baik. Namun sekarang semua ucapan Ricko seperti Kebohongan baginya, Lalu Rachel bangun dan mencari kebenaran yang telah di Ragukannya saat ini.
Kini saatnya yang di tunggu-tunggu, Pemotongan tali pita yang akan di lakukan oleh Wisnu dan bebera orang-orang penting yang ada di sampingnya.
Setelah Resmi di buka, semua kembali ke meja masing-masing untuk menyantap hidangan yang telah di sediakan.
__ADS_1
Rachel yang sedang di ambang ke hancuran melihat wanita yang dari tadi lengket menggenggam tangan Ricko seperti permen karet, seolah-olah tidak ingin Ricko jauh darinya, berkumpul bersama ayah dan ibu tirinya bersama orang tua dari wanita itu.
"Rachel, kamu sedang liatin apa" tanya Rara mengagetkan Rachel dari belakang.
"kamu mengagetkan ku saja" ucap Rachel lesu.
"Aku lapar nih, ayok kita makan" ujar Bagas mengelus perutnya.
"bahkan kita belum memberikan ucapan selamat kepada Farrell, kamu udah minta makan." sambung Rara mengangkat bibirnya ke atas.
"kalau begitu, ayok kita temui Farrell" ujar bagas menarik tangan Rachel.
Kemudian mereka menemui Farrell yang sedang duduk bersama keluarganya.
"Rachel" ucap Farrell membuat Ricko berhenti memotong daging yang hendak ingin ia makan saat mendengar nama Rachel.
Dengan segera Farrell berdiri dan menyapa teman-temannya.
"selamat ya" ucap Rara genit mencoba menggoda Farrell, namun Bagas menginjak kakinya sehingga ia sedikit kesakitan dan menjerit, sembari Memberikan hadiahnya kepada Farrell.
Ricko merasa tidak nyaman saat melihat Rachel tiba-tiba muncul si hadapannya,seolah kebohonganya telah terbongkar.
Ricko yang mengaku kepada Rachel bahwa dirinya tidak bisa datang menemuinya, Karena tidak tau bahwa Farrel dan Rachel masih berhubungan setelah kejadian satu tahun yang lalu. Ricko benar-benar tidak tau bahwa Rachel akan hadir ke acara makanya itu.
Rachel menanggis seorang diri di belakang gedung, sementara Ricko meninggalkan keluarnya dengan alasan ke toilet.
Tampaknya Rachel Sangat kecewa dengan kebohongan Ricko, ia menyalahkan dirinya sendiri karena memberi kesempatan kepada orang yang dulu pernah menyakitinya.
"apa kamu baik-baik saja" ucap Ricko tiba-tiba muncul di hadapannya, dan memberikan saputangan miliknya.
Namun Rachel hanya diam dan menangis.
"Namanya Andin, dia satu-satunya putri dari sahabat ayah ku, Andin mempunyai penyakit kangker otak stadium akhir, dia teman sekelas ku, dan hidupnya sekarang di ujung tanduk" ucap Ricko mencoba menjelaskan padahal Rachel tidak pernah bertanya bahkan berkata sekatapun.
"aku tidak bertanya siapa wanita mu itu, namun kali ini aku ingin bertanya, kenapa kamu berbohong kepada ku, kenapa" teriak Rachel Sangat keras sembari Memukul dada Ricko.
"maafkan aku, tadinya aku ingin memberikan mu kejutan, tapi aku tidak menyangka bahwa kamu berhubungan baik dengan Farrell" ucap Ricko berusaha meyakinkan Rachel.
__ADS_1
"Apa kamu pikir aku percaya dengan ucapan mu" sambung Rachel marah lalu berdiri ingin meninggalkan Ricko, tapi sayangnya Ricko menangkap tangannya.
"kalau begitu ayok ikut dengan ku dan menikahlah dengan ku" ujar Ricko bersungguh sungguh.
"apa kata mu" tanya Rachel kaget.
"aku tidak bisa lagi jauh dari mu, aku hampir gila setiap hari memikirkan mu, bahkan berbicara di telepon tidak cukup untuk ku" ucap Ricko serius membuat Rachel sedikit luluh.
"apa kamu ingin bermain-main dengan ku.. apa aku ini bahan lelucon untuk mu..?" tanya Rachel dengan sangat marah.
"aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu" ucap Ricko dengan cepat membuat Rachel berhenti menangis.
"kamu ingin menikah dengan ku,bahkan kamu saja masih sekolah" sambung Rachel dengan lembut.
"apa aku tidak boleh menikah.? Meski aku masih sekolah..!" tanya Ricko dengan tatapan serius.
"lalu ayah mu" tanya Rachel datar.
"aku akan berbicara dengannya,kamu tunggulah disini" ucap Ricko pergi.
"apa kamu sudah gila" teriak Rachel membuat Ricko berhenti.
Kemudian Rachel berlari ke arah Ricko dan memeluknya dengan haru.
"maafkan aku karena tidak mempercayai mu" ucap Rachel di pelukan Ricko.
"berhentilah mengoceh, merindukan mu saja sudah cukup sulit untuk ku" ujar Ricko membalas pelukan Rachel.
Ternyata Rachel Hanya salah paham kepada Ricko.
Andin bukanlah kekasihnya melainkan sahabatnya, namun Andin menyukai Ricko, sementara Ricko tidak bisa menolak keinginan Andin setelah mengetahui penyakitnya.
karena tidak ada yang bisa di percaya oleh orang tuanya untuk menjaga andin, ayahnya meminta bantuan kepada Ricko karena tau bahwa Andin menyukai anak dari sahabatnya itu.
jangan lupa like,sher,komen, dan votenya ya kak biar aku tambah semangat lagi.
Terimakasih kak udah mampir 🙏
__ADS_1