CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 16 MALAM YANG KACAU


__ADS_3

Perasaan yang khawatir membuat Rachel ikut sedih saat Ricko merasa sedih melihat ibunya yang berbaring di ranjang tempat tidur miliknya.


Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk bermain di hadapan ibunya, agar ibu Ricko tidak merasa sedih dan memikirkan hal yang bukan-bukan.


Di karenakan ke asyikan bermain, waktu tidak terasa berjalan begitu cepat.


Rachel Akhirnya berpamitan pulang, dirinya tidak merasa tega meninggalkan mereka berdua di rumah sebesar itu, melihat kondisi Ibu Ricko saat ini membuat dirinya di lema, merasa bingun entah apa yang harus ia lakukan agar dapat membantu Ricko.


Di sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan hal itu, hingga tak terasa sampai di rumah.


"Kamu dari mana Chel" tanya Bi'imah mengejutkannya


"Bi'imah mengejutkan ku saja..!"


Imah merasa heran, padahal ia hanya bertanya dengan nada suara yang biasa-biasa saja.


Kemudian Rachel masuk dan mandi.


Waktu tak terasa sudah menunjukkan jam 19:20 WIB.


Saat makan malam, tiba-tiba mereka mendengar suara bel berbunyi secara berulang-ulang, seakan-akan ada keperluan mendesak yang membuat ekspresi wajah Rachel dan Bi'imah saling memandang satu sama lain dan merasa sedikit takut.


Setelah membuka pintu, Mereka melihat Ricko datang dengan penuh kwatir.


"Ada apa nak..!" tanya bik imah.


Akhirnya Ricko menjelaskan semua apa yang terjadi di rumahnya.


mereka segera bergegas lari, tanpa memperdulikan makanan mereka sendiri.


Saat masuk ke dalam rumah Ricko.

__ADS_1


tak terlihat satu benda apapun di karenakan di tutupi asap tebal.


"kenapa begitu banyak asap" tanya Bi'Imah terkejut


"Aku hanya menggoreng telur, dan memanaskan nasi, namun secara tiba-tiba, keluar asap dari pemanasan nasi yang aku buat tadi" sahut Ricko


"Lalu bagaimana dengan ibu mu" sambung Rachel


"Oya ibu.....?"


Ricko baru mengingatnya bahwa ibunya berada di dalam kamar, Kemudia mereka berlari menuju kamar yang di tempati ibunya.


Tak melihat kamar tersebut yang di kelilingi asap tebal, seolah-olah telah terjadi kebakaran yang besar di rumah mereka, Namun ini hanya asab yang keluar dari penanak nasi yang konslet dan kuali yang gosong.


Ricko berteriak memanggil ibunya, namun tak menemukannya, Kemudian Rachel naik kelantai dua, memeriksa semua kamar yang ia temukan, namun tak satupun dari kamar tersebut yang di tempati ibunya Ricko, suasana menjadii sangat tegang, semua panik.


Ricko yang tampaknya hanya takut, akhirnya menengis memanggil ibunya.


ia sangat menyesal saat dirinya ingin memasak untuknya dan ibunya.


Suara batuk terdengar di telinga Rachel yang berada di kamarnya, kemuadia berlari menuju kamar tersebut dan menemukan ibunya Ricko.


"Disini,,,,tante ada di sini" Teriak Rachel keras memberi petunjuk kepada Bi'imah dan Ricko.


Ricko dan Bi'imah berlari ke atas, ternyata ibu Ricko berada di kamar miliknya.


Karena ke panikan dan ke khawatiran Ricko, Akhirnya membuat dirinya lupa di mana ibunya terbaring saat tidur.


Ricko pun menangis, dan meminta maaf kepada ibunya, dan merasa bersalah atas kejadiann yang menimpa mereka.


Kemudian mereka membuka semua pintu,yang ada di rumah tersebut, sebelum di ketahui semua warga, Akhirnya ke adaan sudah terkendali Normal.

__ADS_1


Mereka berusaha memindahkan ibu Ricko ke kamar bawah, agar lebih mudah menemukannya jika terjadi sesuatu yang akan menimpa mereka.


"Sekarang kamu tenang y Tante akan memasak makan untuk kalian" kata bi'imah.


Ricko menggenggam erat tangan ibunya di temani Rachel yang berada di sampingnya, Hal ini membuat ibunya berterimakasih kepada Rachel karena sudah menemukan dirinya.


"Terimakasih ya nak, atas bantuannya, " kata ibunya Ricko yang bernama zahra


Setelah selesai memasak, Bi'imah langsung membawanya ke dalam kamar, dan menyuapi ibunya Ricko.


"Terimakasih sudah membantu, saya ibunya Ricko" kata ibu Zahra


"Sama-sama buk,saya Pengasuhnya Rachel" jawab Bi'imah senyum.


Ricko yang mandiri yang mempunyai sifat dewasa membuat ibunya bersukur bahwa Ricko berada di sampingnya dan tak meninggalkan dirinya di saat lumpuh sekalipun.


"Emangnya di mana keluara lainnya..!" tanya Bi'imah


Berlahan zahra menjelaskan semua, tentang dirinya dan apa yang terjadi pada rumah tangganya sampai pada akhirnya menceritakan kepergian pembantunya.


Hal ini membuat Bi'imah merasa terharu dan ikut sedih,tak bisa membantu dan berbuat apa-apa untuk mereka.


"aku hanya kasihan pada anak ku, tidak ada yang mengurus dan memasak makanan untuknya, sementara aku disini terbaring dan tak bisa berbuat apa-apa untuknya,aku merasa diri ku tak berguna lagi..!" kata Zahra menangis.


"untuk sementara aku akan memaskan makanan untuk kalian dan membantu menjaga Ricko, jadi kamu gk usah khawatir ya" Sahut Bi'imah tersenyum


"Aku ingin minta tolong, bisakah kalian tinggal disini, dan bekerja untuk kami, aku akan memberikan gaji sesuai dengan apa yang kamu minta,aku mohon sekali" kata Zahra sedih


Bi'imah merasa bingun hingga berpikir ber ulang-ulang kali, menatap wajah Rachel, karena dirinya pun belum mendapatkan pekerjaan, pada akhirnya bersedia berkeja di rumah mereka, dan tinggal bersama mereka,


Hal ini membuat Ricko lega dan senang.

__ADS_1


jangan lupa, like, comen, sher, dan vote aku y kk terimakasih 🙏 sudah mampir.


follow IG aku y @ Kim_Cahya


__ADS_2