CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 48 selamat tinggal


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Saat Rachel terbangun dari tidurnya, ia tidak melihat adanya Ricko di sampingnya lagi, beranjak dari tempat tidurnya,memakai handuk lalu mencari Ricko kesana kemari namun tidak menemukannya.


Segera ia memakai bajunya lalu pergi ke rumah Ricko,tidak ada nomor yang bisa ia hubungi, selain tidak tau nomor Ricko, Rachel juga tidak tau cara menggunakan HP.


Setelah sampai Di rumah Ricko, Rachel tidak melihat siapapun di rumah tersebut, bahkan rumah mereka terkunci padahal masih jam 9 pagi.


Rachel kebingungan, entah apa yang akan ia lakukan kali ini, tapi Rachel benar benar panik.


"Kemana mereka, apa meraka sudah pergi" gumamnya sembari matanya yang mencari-cari.


"Mereka tidak ada di rumah, sudah pergi ke bandara" ujar salah satu tetangga mereka saat Lewat.


"oh makasih Tante" jawab Rachel menoleh ke belakang saat seseorang berbicara kepadanya.


"bagaimana ini" gumamnya panik sembari menggigit jarinya.


Kemudian Rachel Pergi menyusul Ricko kebandara.


Beberapa jam kemudian.


Rachel melihat Ricko dan berlari ke arahnya, dengan kaget Ricko memandangi Rachel yang tengah berdiri di hadapannya.


"kamu bilang, penerbangannya sore,bahkan ini belum siang, kenapa berbohong..!" ucap Rachel ngos-ngosan.


"Entah kenapa penerbangannya di percepat" ujar Zahra yang dududk di kursi roda.


"Apa kamu baik-baik saja" tanya Ricko dengan mata yang berkaca-kaca.


"bagaimana aku bisa baik-baik saja, sementara kamu pergi tanpa memberi tahu ku" jawab Rachel matanya yang mulai merah.


"maafin aku,aku harus pergi" ucap Ricko membuat Rachel menangis.


"Apa kamu ingin aku menunggu mu" tanya Rachel dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.


"apa itu mungkin..?" Jawab Ricko singkat


"baiklah aku akan menunggu mu," ucap Rachel lalu memeluk Ricko dengan sangat erat.


"Jaga diri mu baik-baik yya nak..!" ujar Zahra terbawa suasana lalu menangis.


"Baik tante, semoga terapinya berjalan dengan lancar ya tante..!" sambung Rachel sedih.


Kemudian mereka pergi dengan berat hati, sementara Rachel kembali pulang dengan kesedihan.


Setiap pertemuan pasti ada perpisahan.


Namun jika memang mereka di takdirkan untuk hidup bersama, sesuatu saat tuhan pasti akan mempertemukan mereka kembali.


°

__ADS_1


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


°


Kehidupan Rachel berbeda dengan anak-anak seusianya, ia kini hidup sebatang kara, tidak bisa melanjutkan pendidikannya, kini ia hanya bekerja paruh waktu, Selain bayu sahabatnya,ia tidak mempunyai siapapun yang dapat ia percaya.


Sementara Dinda Pindah sekolah ke luar negeri karena tidak tahan di sekolah lamanya, perbuatannya yang Selalu datang menghantuinya, seakan akan ingin mencekiknya sampai mati, hal ini membuat ia memutuskan untuk pergi ke luar negeri.


Sedangkan Farrell, memutuskan untuk menjaga Rachel meski dari ke jauhan, diam-diam Farrel mengikuti Rachel sepulang sekolah, dan memperhatikannya setiap hari.


Rachel harus banting tulang untuk menafkahi dirinya sendiri, pagi sampai siang ia bekerja sebagai pengantar gallon (minuman), Siang sampai malam ia bekerja sebagai pelayan di hotel.


Semenjak Ricko pergi, Kini Rachel tinggal di rumah Bayu, selain menganggapnya sebagai sahabat, Rachel sudah menganggap Bayu seperti kaka sendiri, karena bayu lebih tua darinya meski dulu mereka satu kelas.


Bayu sangat senang tinggal bersama Rachel, tidak memikirkan hal-hal negatif meskipun bukan saudara kandung, semenjak tinggal bersama, Rachel mulai belajar memasak, namun sayangnya penglihatannya mulai tidak terasa kalau tidak makai kacamata atau pun softlens yang di berikan dokter kepadanya.


Hari-harinya mulai terasa indah meski sesekali ia menangis saat merindukan seseorang, Namun Rachel tidak pernah mengingat Dinda, mulai kejadian hari itu, Mereka sudah tidak pernah lagi bertemu.


Saat pulang kerja, tepatnya jam 10 malam, Ricko yang sedang mengendarai mobilnya melihat Rachel berdiri sendirian di halte bis, kemudaian ia memarkirkan mobilnya lalu menyapa Rachel, biasanya Rachel pulang kerja jam 12 malam, namun hari ini entah kenapa ia pulang lebih awal.


"Rachel,sedang apa..?" tanya Farrell memarkirkan mobilnya.


"ehh kak Farrell, apa kabar..?" ucap Rachel


"Baik,kamu lagi ngapain tengah malam begini" tanya Farrell penasaran.

__ADS_1


"iyya nih kak, aku lagi nungguin Bis, dari tadi gk datang-datang"


Padahal Farrell tau sendiri kegiatan Rachel sehari-hari, namun ia haya Berpura-pura saja, seperti ada udang di balik batu.


"mau ku antar..!" ujar Farrel gugup


"Tidak usah kak" sambung Rachel merasa gk nyaman.


Namun Farrell bersi keras mengajak Rachel, dan akhirnya Rachel mau menerima bantuan yang di tawarkan Farrell, sepanjang perjalanan Farrell mencari alasan agar bisa lebih lama berdua dengannya.


"Chel bagaimana kalau kita mampir sebentar, aku lapar nih.!" ucap Farrel Berpura-pura.


Berhubung ia juga tidak ada kegiatan lain, akhirnya Rachel menuruti keinginan Farrell.


"Y udah terserah kaka aja" sambung Rachel datar.


"jangan panggil kaka dong, gak usah merasa canggung panggil aja Farrell biar lebih akrab" sahut Farrel tersenyum.


Kemudian mereka mampir ke restoran, Farrel sudah terbiasa datang ke restora tersebut, sangkin seringnya, semua staf sudah mengenalnya bahkan manager restoran itu sendiri mengenalnya dengan baik.


Meskipun ibunya tidak menikah dengan wisnu, Farrel sudah terbiasa dengan hidup mewah, bahkan semua keluarga dari ayahnya terbilang bergelimang harta, Selain kaya, Farrell juga mempunyai sifat seperti mendiang ayahnya, baik, ramah, sopan kepada siapapun, tidak memandang kaya atau miskin, selain itu Farrel juga sangat tampan, apalagi saat berjalan berdua bersama Rachel terlihat sangat cocok, meski Ricko lebih cocok darinya, tapi Farrel gak kalah kok tampannya.


"Ngomong-ngomong, Farrell kamu tinggal di daerah sini..!" tanya Rachel penasaran


"emangnya kenapa" tanya Farrell balik.


"kelihatannya kamu cukup akrab dengan semua orang di sin." ucap Rachel iseng.


"tiap hari aku mampir ke sini."sambung Farrel sembari melihat menu makanan yang ada di meja.


"owhhh" gumamnya


"kamu mau pesan apa" tanya Farrell melontarkan senyuman manis di pipinya, merasa sangat senang, ini kali pertamanya ia makan malam bersama seorang wanita.


"aku pesan chicken aja deh.!" jawab Rachel dengan cepat.


"Kamu terburu-buru..?" tanya Farrell tersenyum.


"oh tidak, masalahnya....?" sebelum Rachel melanjutkan kalimat yang ingin ia ucapkan, tiba-tiba perutnya bersuara.


"aichhh, sial" gumamnya dengan rasa malu sembari menggigit bibirnya.


Kemudian Farrell tersenyum saat mendengar Suara perut Rachel yang kelaparan, dengan segera memesan makanan.


Beberapa jam kemudian.


Mereka menyantap makanan yang baru saja datang dengan lahap tanpa basa-basi.


Farrel yang menyukai Rachel dari dulu sampai sekarang, hal itu tidak membuatnya merasa jijik ataupun membuatnya berhenti mengejar Rachel, ia tetap berusaha dengan keras agar bisa mendapatkan hatinya, meski yang dia lakukan itu semua sia-sia.


Setelah selesai makan malam, Farrell langsung mengantar Rachel pulang ke rumahnya.

__ADS_1


Jangan lupa like,sher,komen dan Votenya ya kak, agar aku lebih semangat lagi.


MAKASIH KAK UDAH MAMPIR 🙏


__ADS_2