
Sesudah Operasinya selesai, sesuai yang di harapkan berjalan dengan lancar meski Bi'imah belum sadarkan diri, Sekarang menunjukkan jam 5 sore.
Dokter yang keluar dari ruangan operasi tersebut menyatakan bahwa operasinya berjalan dengan lancar, namun hasilnya belum bisa di Putuskan apakah bi'imah bisa mengingat dirinya beserta keluarganya, di karenakan benturan di kepalanya bisa mengakibatkan 50% mengalami amnesia.
"Apaaaaaa,,, amnesia...?" ucap rachel sok ketakutan saat mendengar ucapan dokter tersebut kemudian pergi dan membiarkan mereka menemui bik'imah setelah di pindahkan ke kamar lain.
"kalian bertiga istirahat aja dulu, terutama buat kamu Rick, kasian tante gk ada yang ngurusin, biar aku yang nemanin bik'imah disini..!" ujar Rachel kepada mereka bertiga sembari memegang tangan bik imah sedih
"Oke aku pulang dulu,nanti malam aku balik kesini lagi setelah membereskan semuanya di rumah..!" jawab Ricko mengelus kepala Rachel penuh dengan perhatian.
"apa kamu yakin akan baik-baik aja sendiri disini...!" tanya dinda merasa tidak tega harus membiarkan sahabatnya itu sendirian.
"Gk papa kok din, aku baik baik aja kok.! terimakasih ya buat kalian semua, udah nemenin aku disini dan makasih banyak atas bantuannya.!" ucap Rachel kepada ketiga sahabatnya
"Trus besok..!" tanya Bayu singkat
"Aku akan menginap disini sampai bibi sadar, aku akan berangkat kesekolah dari sini aja, kalian gk perlu merasa khawatir" Jawab Rachel santai.
Kemudian mereka bertiga pulang dan meninggalkan Rachel sendiri, Ricko yang mengemudi membuat mereka cepat sampai ke rumah Dinda, sementara Bayu pulang dengan naik bus ke kosannya, karena jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
Setelah sampai ke rumah Dinda, Ricko menceritakan semua yang terjadi di rumah sakit, dan menitipkan mamahnya di rumah Dinda.
"Tante aku mohon, boleh tidak untuk sementara waktu mamah tinggal disini dulu, dirumah gk ada yang jagain, aku harus nemani Rachel di rumah sakit, dan kami harus sekolah juga tan..!" Tanya Ricko kepada Sarah yang berdiri di di belakang kursi roda mamahnya.
"Tentu saja, kenapa tidak, kamu tidak perlu merasa khawatir, tante akan menjaga mamah mu dengan baik..!" jawab Sarah sedih.
Kemudian Ricko pulang ke rumah dan memasukan semua barang yang di perlukan Rachel ke dalam koper yang ada di atas tempat Tidur milik Rachel, beserta memasukkan semua kebutuhan mamahnya kedalam tas yang baru saja di ambilnya dari penyimpanan tas pribadi mereka.
Setelah selesai mengemasi barang barang yang akan di bawanya ke rumah dinda dan ke rumah sakit, Ricko pergi ke kamarnya dan berbaring sejenak menutup matanya.
__ADS_1
Merasa kelelahan dan akibat kurang tidur membuat kantong matanya hitam dan sedikit lesu, Berlahan mengambil ponsel dari sakunya, beberapa detik mengacak-acak ponselnya, dan sejenak berhenti ketika melihat nomor yang di berinya nama "Ayah" dengan rasa ragu dan gugup ia menekan Nomor tersebut lalu memanggilnya.
"Hallo...!" suara Wisnus yang terdengar di telinga Ricko membuat matanya berkaca-kaca, berlahan ia menjawab sapaan ayahnya di telepon.
"Ayah..!" suara Ricko yang lembut membuat wisnu seketika terdiam, Di karenakan kaget saat mendengar suara Putranya yang tidak pernah mendenggar Ricko mengucapkan kata tersebut kepda dirinya.
"hallo, ayah..ayah..ayah...!" ucap Ricko yang berfikir bahwa Wisnu telah menutup teleponnya.
"Ayah bisa mendengar suara mu" jawab Wisnu terharu.
"Apa aku boleh meminta sesuatu kepada ayah, meski ini hal yang terakhir yang bisa aku minta..!" ucap Ricko benci tapi rindu
"katakanlah" Jawab wisnu datar
"Bisa tidak ayah datang kesini mengunjungi mamah, setidaknya beberapa hari saja, mamah sekarang dalam ke adaan tidak baik, hanya ayah yang mamah butuhkan saat ini.!" ujar Ricko berharap wisnu mau memenuhi keinginannya meski hanya sekali saja.
Tanpa mengatakan apapun lagi, Ricko langsung menutup telponnya dan menangis di atas tempat tidur, merasa lelah dengan perlakuan Wisnu yang tidak adil kepada mereka.
Sementara Farrel menyesal atas kelakuannya yang kurangajar kepada Rachel kemarin, mencari Rachel seharian di sekolah namun tidak menemukannya.
"Rey, apa kamu hari ini melihat Rachel.?" tanya Farrell kepada Rey yang sedang menonton Televisi di kamarnya.
"aku dengar bibinya di operasi, sepertinya dia ada di rumah sakit..!" jawab Rey singkat dan langsung menatap tajam Farrell
"kenapa kamu menatap ku seperti itu.?" tanya Farrell dengan ekspresi lucu
"kamu benar benar,,,,, haduhhh bahkan aku malu berteman dengan mu saat ini..!" ucap Rey kepada Farrell dan melemparkan bantal kepadanya.
"Kalau begitu kenapa masih ada di kamar ku, pergi dari sini.." teriak farrel mengajar Rey yang sedang berlari menghidari pukulannya.
__ADS_1
Sementara Ricko pergi kerumah sakit menemui Rachel setelah menemui ibunya.
"Rachel,, kamu makan dulu,, biar aku yang jagain bibi di sini..!" ujar Ricko kepad Rachel yang dari tadi tidak berhenti memandangi Bi'imah.
"Ricko, kok cepat sekali datangnya" ucap Rachel Dengan mata yang bengkak memandangi Ricko yang berdiri di sampingnya, seolah-olah ingin mengatakan sesuatu.
Kemudian Ricko memeluk Rachel serta menyemangati kekasihnya itu, Dalam kondisi seperti saat ini, mana mungkin Ricko mengungkit masalah yang terjadi kemarin.
Ke esokan harinya, Sampai saat ini Bi'imah belum juga sadarkan diri, Rachel pergi kesekolah bersama Ricko, sementara Rachel menitip bi'imah kepada suster yang bertugas hari ini.
Sesampai di sekolah, ternyata kejadian kemarin malam belum hilang dari perbincangan orang-orang di sekolah.
Membuat Rachel menjadi Buah bibir bagi orang-orang yang membencinya.
Kemudian Rachel dan Ricko menuju ruang kelas, sekitar jarak 2 meter Rachel Melihati Farrel yang tengah berdiri di depan pintu kelasnya.
Ricko tampak ingin memukul Farrell saat melihatnya, Ketika Ricko ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba Rachel menarik tangannya dan membawanya kedalam menghiraukan Farrell yang tengah berdiri menunggunya.
Farrel mengajar Rachel dan berusaha meminta maaf kepadanya, namun hal ini membuat Ricko semakin gila, menarik dasi di lehernya sehingga membuat kancing bajunya terlepas sehingga tidak bisa di tutup lagi, untungnya Ricko memakai kaos yang menutupi sedikit dadanya.
"Wahhh kamu sungguh berani menemuinya disini bahkan di hadapan ku..!" ucap Ricko marah menarik kerah baju Farrell sehingga membuatnya sedikit sesak
"Rachel maafin aku, aku tidak sengaja melakukan itu pada mu" ujar Farrell meyakinkan Rachel dan menghiraukan Ricko yang ingin menghajarnya.
Ricko yang semakin gila tidak bisa lagi menahan emosinya, kemudaian menjatuhkan Farrell kelantai dan melemparkan Kursi kepadanya tanpa Rasa takut yang mengakibatkan tangannya farrel terkilir dengan beberapa luka di bagian wajahnya.
Semua orang sok atas kelakuan Ricko yang amat mengerikan itu, bahkan Rachel kekasihnya menghiraukan dirinya saat itu dan membantu Farrell berdiri dan membawanya ke ruang pengobatan.
TERIMAKASIH YA KAK UDAH MAMPIR 🙏
__ADS_1