CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 66 HATI YANG BERDETAK KENCANG


__ADS_3

"Wahhh Farrell sudah jauh berubah, sekarang dia makin sukses dan dia semakin tua semakin keren, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, andaikan dia menjadi milkk ku." ucapnya kepada Rachel berkhayal.


"lantas bagaimana dengan Bagas.!" Tanya Rachel membuat Rara tersadar dari khayalannya.


"apa yang kamu bicarakan,aku tidak mengerti apa maksud mu." jawab Rara pura-pura bodoh.


"Wahhh kamu sungguh terlalu, mana mungkin kamu tidak mengetahui perasaan orang lain yang jelas-jelas terlihat begitu jelas, bahkan anak kecil saja bisa mengetahui perasaan Bagas terhadap mu." ucap Rachel sembari berjalan.


"aissssssss aku tidak menyukainya." sambung Rara begitu kesal.


"aku tidak bertanya, weee" sahut Rachel Kemudian berlari setelah membuat Rara begitu kesal.


.


.


.


.


.


.


.


Beberapa menit kemudian.


Rachel dan Rara sampai ke kantor Bayu.


Namun mereka tidak bisa masuk karena tidak membuat janji terlebih dahulu. mereka berdua menunggu di lobi sampai Bayu datang.


Selain karyawan atau orang lain yang tidak berkepentingan tidak di perbolehkan masuk sembarangan. Sembari menunggu Bayu, Ricko dengan santai berdiri di lantai satu dengan segelas kopi hitam di tangannya sembari menatap kebawah, tidak sengaja melihat Rachel tengah berdiri dengan membawa beberapa kotak makanan di tangannya. Ricko terus memandangi dirinya tanpa berkedip dengan wajah Sedikit sombong dan beberapa pertanyaan yang membuat ia tidak bisa berhenti menatap Rachel. Sementara Rachel tengah memandangi sudut-sudut bangunan terlihat seperti mencari sesuatu, tiba saatnya Rachel tanpa sengaja matanya tertuju ke atas lalu melihat Ricko berdiri begitu gagah tepat berada dalam pandangannya, Mereka saling memandang satu sama lain tanpa mengedipkan mata seolah-olah mencerminkan hati mereka masing-masing.


Meskipun seseorang kehilangan kenangan terindah dalam ingatannya, namun hati tetaplah hati yang tak bisa hilang dari dirinya sendiri. Sesuatu yang hilang akan terasa meski kita tidak mengingatnya. Begitulah yang dirasakan Ricko saat ini.


Entah kenapa setiap melihat gadis yang bernama Rachel itu selalu ada dalam mimpinya, bahkan jauh sebelum Ricko bertemu dengan Rachel kemarin.

__ADS_1


"aku bisa gila kalau begini, jangan memandang ku seperti itu, aku semakin gila Ingin memeluk mu, siapa kamu berani-beraninya menipulasi mimpi ku, kamu tidak punya hak untuk membuat ku gelisah seperti ini" Gumam Ricko dari jauh sembari meremas cangkir kopi yang ada di genggamannya hingga retak.


"apa kalian menungu terlalu lama..?" tanya Bayu yang baru saja datang, Rachel langsung mengalihkan pandangannya dari Ricko.


"tentu saja tidak" jawab Rara sembari melirik-lirik Semua pria yang melewatinya.


Kemudian bayu membawa mereka masuk ke ruangannya dengan menggunakan kartu yang di berikan Perusahaan untuk setiap karyawan yang bekerja si perusahaan tersebut.


Rachel tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Ricko. Sedih tentu saya Rachel Sangat sedih, bukan hanya itu, Rachel juga merasa kecewa kepada orang yang tidak bisa mengenali dirinya meski itu suaminya sendiri. Memilih untuk diam itu merupakan hal yang terbaik baginya. Meskipun belum mengetahui kondisi Ricko saat ini, Rachel memilih untuk melupakan orang yang tidak mengenali dirinya itu. Melihat kondisi Ricko yang baik-baik saja, mungkin melupakan adalah satu-satunya cara agar bisa terbebas dari rasa sakit yang selama ini ia rasakan.


"Dia berpura-pura tidak mengenali ku, bahkan mengabaikan ku, tidak tersenyum pada ku, bahkan merasa jijik saat melihat ku." gumam Rachel denga seribu pikiran aneh dan tak masuk akal yang ada di dalam hati dan pikirannya.


"Ada apa dengannya." tanya Bayu kepada Rara melihat Rachel dari tadi hanya melamun sembari memakan beberapa makanan yang mereka bawa untuknya.


"Tau tuh." jawab Rara cuek bodoh amat.


"Rachel, ada apa dengan mu." tanya bayu memperlihatkan Rachel dari tadi hanya menatap dari jendela.


"bukan apa-apa." jawabnya lalu kembali duduk menyantap makan siang Meski sudah dingin.


"Hallo" ucapnnya di telepon Kepada Farrell yang tiba-tiba menghubunginya.


"Apa kamu ada waktu, aku ingin mengajak mu makan malam." tanya Farrel di telepon


"Tentu saja." Jawab Rachel singkat lalu menutup teleponnya.


"Apa dia Farrell yang satu sekolah dengan kita." tanya bayu tidak begitu penasaran.


"Tentu saja, dia sudah menjadi pengusaha sukses sekarang." Rara langsung menjawab pertanyaannya itu.


"Apa dia juga ada di sini..?" tanya Bayu lagi membuat Rachel pusing.


Kemudian Rara menjelaskan semuanya, sebelum ke sini mereka sempat bertemu.


"Di mana toiletnya." tanya Rachel yang sedang kebelet, lalu bayu menjelaskan secara rinci arah toilet wanita.


Kemudian Rachel langsung berlari tanpa menyadari ia berlari ke arah yang salah. seperti biasa saat masuk ke dalam toilet kita tak perlu mengetuk pintu, kita hanya perlu membukakannya saja, jika terkunci berarti ada orang di dalam, begitu juga sebaliknya. sedemikian rupa yang di lakukan Rachel. ia langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu, tak sengaja ia masuk ke dalam kantor Ricko. sementara Bryan dan Ricko yang sedang asyik membahas wanita kaget saat Rachel tiba-tiba datang seperti cacing yang kepanasan. tidak perlu basa-basi Rachel langsung bertanya kepada mereka Tanpa menyadari apa yang sedang ia lakukan.

__ADS_1


meskipun sedikit kaget saat melihat Ricko, namun Rachel tidak terlalu memperdulikannya, karena ia hanya perlu ke toilet saja.


"apa yang kalian lakukan disini." tanya Rachel Secara mendesak.


"kau......" Jawab Bryan terbata-bata, sebelum menjawab pertanyaan Rachel, Ricko langsung menghentikan Bryan yang ingin berbicara.


"Di mana toiletnya....?" Tanya Rachel sembari menggigit bibirnya.


"Di sana.!" jawab Ricko menunjukkan arah toilet yang ada di dalam ruangannya. Rachel langsung masuk ke dalam toilet tersebut, lalu membuang penyakit yang ia rasakan saat ini.


"apa yang kau lakukan." tanya Bryan Kepada Ricko tidak mengerti apa yang coba ia lakukan.


"Seperti yang kamu lihat, mungkin dia tidak sengaja masuk ke sini, biarkan saja dia." jawab Ricko Tersenyum mengingat ekspresi wajah Rachel.


"apa kamu mengenalnya..?" tanya Bryan membuat Ricko berhenti tersenyum.


"tentu saja." Jawab Ricko setelah beberapa detik Terdiam, Lalu Ricko menyuruh Bryan untuk keluar.


Setelah beberapa menit kemudian.


Rachel terheran-heran, toilet yang ia gunakan tidak seperti toilet pada umumnya.


bahkan ia melihat beberapa pembersih wajah, handuk bahkan celana dalam laki-laki.


barulah ia menyadari bahwa ia masuk ke ruangan yang salah.


Saat keluar, Rachel kaget melihat Ricko Tengah berdiri di depan pintu toilet.


Rachel menundukkan kepalanya kebawah sembari berjalan tanpa mengatakan apapun.


Ricko langsung menarik tangannya begitu cepat hingga terbanting ke tembok lalu bersandar. Ricko mulai mendekati wajahnya, memandangi kelopak matanya yang indah, bibirnya yang merah, hidungnya yang mancung, raut wajahnya yang mulai merah,


Wangi tubuh Ricko yang mulai tercium olehnya membuat jantungnya berdetak kencang.


Jangan lupa like, komen, dan votenya ya kak biar aku tambah semangat lagi.


Terimakasih kak sudah mampir 🙏

__ADS_1


__ADS_2