CINTA KU AKHIR DERITA KU

CINTA KU AKHIR DERITA KU
Episode 56 AKU PERGI UNTUK KEMBALI


__ADS_3

Rasa bahagia tidak terlepas dari wajah Rachel, Saat bangun di pagi hari langsung melihat wajah kekasih yang sudah menjadi suami sahnya itu. setiap pagi memasak Telur dadar kesukaan Ricko beserta sambel pedas yang sengaja ia pesan di salah satu restoran dekat rumahnya. Semenjak menikah, Mereka telah menghabiskan waktu bersama. Rachel yang tidak pernah cuty selama bekerja, akhirnya ia memutuskan untuk mengambil cuty setelah masuk kerja sehari sesudah menikah. Rachel tidak perlu memikirkan biaya hidup selama cuti, bahkan tidak perlu mengambil tabungannya atau membongkar celengannya. Kini hidupnya serba mewah karena suaminya seperti Bank yang tak pernah kehabisan uang. Setiap hari belanja dan makan malam di restoran yang ada di pusat kota. Setiap selesai sarapan pagi, mereka langsung pergi jalan-jalan menghabiskan waktu bersama, Meski tak bisa membawa sang istri berbulan madu keluar negeri, namun hal itu tidak mengurangi kebahagian yang sedang mereka rasakan.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat.


Satu bulan telah berlalu semenjak mereka menikah, rasanya seperti baru kemarin saja.


Rachel memasukkan beberapa baju kedalam koper suaminya, sementara Ricko bersiap-siap untuk berangkat.


Rachel tidak berhenti menangis bahkan di saat Ricko masih di hadapannya.


"Berhentilah menangis, ini cuman beberapa hari saja, secepat mungkin aku akan datang menjemput mu" ujar Ricko mengelus kepala istrinya yang sedang merapikan baju ke dalam koper.


"aku tidak menangis, hanya saja air mata ku keluar saat aku menguap." ucap Rachel berusaha menyembunyikan wajahnya.


"aku akan transfer uang ke rekening mu, kamu tidak perlu bekerja keras selama aku tidak ada, diam saja di rumah, tunggu aku sampai datang menjemput mu, itu tidak akan lama." ujar Ricko membuat Rachel tidak bisa menahan emosinya lalu menangis.


"aku tidak butuh uang, aku hanya membutuhkan mu." sambung Rachel tidak berhenti menangis.


"ya sudah, berhentilah menangis" ujar Ricko memeluk Rachel.


"aku akan ikut mengantar mu kebandara." ucap Rachel sembari menghapus air matanya.


"Ricko, waktunya tidak banyak lagi, ayo kita berangkat sebelum kamu ketinggalan pesawat." ujar bayu yang baru saja datang menghampiri mereka.


"baiklah" sambung Ricko kepadanya.


"apa kamu yakin akan ikut kebandara" tanya Ricko perhatian kepada istrinya.


"aku yakin." jawab Rachel. Kemudian mereka keluar dengan segera memasuki mobil milik bayu.


Beberapa jam kemudian setelah mereka sampai di bandara. Rachel dan bayu hanya bisa mengantar sampai di luar saja. Ricko Langsung berpamitan kepada istri dan sahabatnya itu.


"jaga diri mu baik baik ya, aku janji secepat mungkin aku akan datang menjemput mu." ucap Rachel sembari mencium kening istrinya.


"bayu, aku titip Rachel yah.." ujarnya lagi kepada sahabatnya.

__ADS_1


Kemudian Ricko melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam. Sementara Rachel dan bayu segera pulang. di sepanjang perjalanan, Rachel terdiam tak bersuara, namun air matanya tetap saja mengalir di pipinya.


Setelah sampai di rumah, Rachel langsung masuk kedalam kamar tanpa berbicara sekatapun kepada bayu, Begitu juga sebaliknya. Melihat keadaan Rachel saat ini, bayu lebih memilih untuk diam.


Rachel rebahan di tempat tidur sembari memandangi langit-langit kamarnya dengan air mata yang tak henti mengalir. kemudaian ia berdiri dan memandangi seluruh bagian kamar. Merasa kehilangan, dan setiap sudut melihat Bayangan suaminya. Tempat Ricko berdiri, duduk, tiduran bahkan handuk yang dia pakai sehari-hari, mengingatkan dirinya kepada suaminya.


"dia akan kembali, untuk apa aku menangis, dia hanya sebentar di sana dan akan menjemput ku dalam waktu dekat." gumamnya menyemangati hatinya yang sedang kehilangan.


"permisi" ucap Rara yang kebetulan datang menemui Rachel, ditemani bagas selaku musuh bebuyutannya.


Bayu langsung membuka pintu dan mengajak mereka masuk.


"Rachel kok gak keliatan." tanya Rara sembari memberikan ayam goreng yang baru saja mereka beli saat di perjalanan.


"dia ada di kamar, biasa, dia lagi galau, hari ini Ricko berangkat keluar negeri." jawab Bayu sembari menawarkan mereka minuman.


"owhhh, dia pasti sedih" ujar Bagas kasihan.


"entar aku panggilin." ucap bayu segara menemui Rachel.


"Chel, teman mu datang tuh." ucap Bayu mengetuk pintu kamarnya, kemudian Rachel menghampiri mereka.


"apa kami tidak boleh datang ke sini." tanya Rara balik.


"apa kita sedekat itu." ucap Rachel membuat Rara sedikit kesal.


"sudah-sudah, kalian ini kayak anak kecil aja." ujar Bagas tegas.


"Chel, aku dengar Ricko sudah balik ya..?" tanya Rara lantam, kemudia bagas langsung mencubit Pahanya.


"awww..... kamu kenapa sih, sakit tau." ucap Rara Kepada bagas, dengan tiba-tiba ia menutup mulutnya agar berhenti melantur.


"apa kamu mau melihat video pernikahan kalian..?" tanya Rara benar-benar membuat Rachel terkejut.


"maksudnya" tanya Rachel balik dengan ekspresi wajah tegang.

__ADS_1


"diam-diam aku mengabadikan momen pernikahan kalian, aku pikir suatu saat ini akan di butuhkan."ucap Rara langsung memberikan HP-nya.


Rachel tertawa saat melihat video pernikahannya, karena ia hanya memiliki beberapa fhoto bersama suaminya, itupun ada si ponsel suaminya.


Ricko berjanji setelah sampai, ia akan memajang fhoto pernikahan mereka di rumah yang nantinya akan mereka tempati.


melihat hal itu membuat suasana hatinya menjadi tenang.


"sesekali kalian harus mengunjungi ku keluar negeri" ucap Rachel membual kepada para sahabatnya.


"wah jika kamu sudah tinggal di sana, kamu harus belajar berbahasa Inggris." ujar Bayu memberikan saran yang bermanfaat kepada Rachel.


"benarkah..?" tanya rachel tegang membuat mereka semua tertawa.


"kamu benar-benar beruntung mendapatkan pria kaya seperti Ricko" ucap Rara turut senang atas kebahagiaan Rachel.


"kamu tidak boleh melupakan kami disini okey" ucap Bagas tegas.


"Berbahagialah selalu" sambung Bayu membuat Rachel sedih dan terharu.


Bayu yang selalu mendukungnya dalam hal apapun, menemaninya kemanapun, membantunya dan merawatnya dengan baik membuat Rachel sedih harus meninggalkan sahabatnya itu. namun apa boleh buat ia harus ikut suaminya kemanapun.


Beberapa jam kemudian.


Suara ponsel Rachel berbunyi dan langsung mengangkatnya. Ricko yang sudah sampai langsung mengabarinya, membuat hatinya senang saat mendengar Suara Ricko.


Namun ia harus menutup teleponnya karena harus memesan Taksi agar cepat sampai di rumah.


Rara, bagas, dan bayu masih saja mengganggu Rachel seolah-olah ingin menghibur dirinya.


"Terimakasih ya untuk kalian semua." ucap Rachel dengan ikhlas, Merasa bersyukur mempunyai teman sebaik mereka.


"Bagaimana kalau malam ini kita berpesta." ujar Rara tegas membuat mereka menyetujui sarannya.


"baiklah kalau begitu" ucap Bayu dengan senang, Kemudian Rachel pergi untuk bersiap-siap, setelah itu mereka berempat pergi bersama ke rumah Rara untuk menghibur Rachel yang sedang kesepian.

__ADS_1


jangan lupa, like,sher,komen dan Votenya ya kak biar aku tambah semangat lagi.


terimakasih kak udah mampir. 🙏


__ADS_2