
Rachel menemui Ricko setelah mengantar Farrell ke ruang perawatan, namun tidak menemukannya,Semua orang tengah membicarakan dirinya, membuat orang tidak nyaman berada di sampingnya.
Sementara Dinda selalu menghilang di saat genting seperti ini.
Ricko berada di ruang kepala sekolah, dan mendapat surat panggilan orang tua, Besok di wajibkan datang pukul 10 pagi, Zahra tidak bisa menjadi walinya saat ini, sementara Ricko tidak ingin melibatkan ayahnya dalam hal ini dan memutuskan untuk mengurusnya sendiri.
Namun secara diam-diam, Kepala sekolah menghubungi Wisnu selaku ketua yayasan dan juga merupakan Orang tua wali Ricko saat ini, dan menjelaskan semua yang terjadi, hal ini membuat ia mau tidak mau harus datang ke sekolah.
Ricko bertemu dengan Rachel di dalam kelas dan bertangkar hebat di depan semua teman sekelasnya.
"Kenapa kamu melakukan hal yang merugikan diri mu sendiri, ada apa dengan mu Rick kenapa kamu seperti ini, kamu bukan Ricko yang aku kenal dulu, kenapa sekarang kamu makin kasar dan tidak bisa mengendalikan emosi mu...?" tanya Rachel kepada Ricko yang duduk di kursinya.
"lagi lagi kau membelanya, padahal aku hanya berusa agar dia tidak menghina mu..!" jawab Ricko marah dengan nada tinggi.
"tapi bukan seperti ini juga caranya, inituh salah benar-benar salah, kamu liat bahkan beberapa wajahnya berdarah, dan tangannya bahhkan tidak bisa di gerakkan lagi" ujar Rachel membuat Ricko semakin marah
"Kamu tuh kenapa, semenjak dia muncul kamu tuh selalu membelanya, bukan aku yang berubah, tapi kamu sendiri yang mempunyai perasaan terhadapnya, sehingga membuat kamu berubah" ucap Ricko kepada Rachel yang berdiri di hadapannya
"kamu tuh ngaco ya, kamu benar benar sudah kehilangan akal..!" sambung Rachel pergi meninggalkan Ricko dan membawa tasnya
Menuju ruang kepala sekolah dan meminta ijin langsung agar di perbolehkan Pulang lebih awal, dengan akay dirinya harus menjaga bi'imah.
Ricko tidak mengejar Rachel, ia malah duduk di kursinya sambil memakai Handset dan memutar musik yang ada di hp miliknya.
Sementara Rachel di keroyok oleh beberapa teman sekolahnya setelah keluar dari ruangan kepala sekolah,Mencacinya habis habisan, dan melemparinya pakai sepatu, dia hanya berdiam diri tanpa perlawanan, terjebak di tengah tengah orang yang sedang mengelilinginya.
__ADS_1
Para wanita yang sangat mengidolakan Ricko tidak bisa tinggal diam saat idola mereka di perlakukan dengan cara tidak adil, sehingga mereka mengepung Rachel tanpa sepengetahuan Ricko.
"Rick, kamu cepat keluar, Rachel dalam masalah, anak anak sekarang merundungnya dan melemparinya pakai sepatu.
Tanpa basi basi Ricko berlari ke tempat kejadian, namun dengan rasa kekecewaan ia melihat Farrel yang sedang membubarkan orang orang di sana meski dalam ke adaan luka luka, sementara Rachel hanya berdiam diri dan menangis, tiba-tiba Rachel menatap ke depan dan melihat Ricko memandangi dirinya dengan tegak lurus.
Ricko berjalan ke arahnya, bukannya membantu Rachel, ia malah mengabaikan dan melewati Rachel begitu saja, kecanggungan di antara mereka di saksikan Farrell sendiri, dan merasa dirinya tidak seharusnya ikut campur dalam masalah ini, dan meninggalkan Rachel sendiri setelah membubarkan semuanya.
Rachel menangis dan langsung pergi ke rumah sakit, namun setengah perjalanan dari sekolah, tiba-tiba seseorang menculiknya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
Ricko mendapat telpon dari ayahnya, namun mengabaikannya, sementara Farrell merasa bersalah, karena kehadirannya membuat hubungan Ricko dan Rachel berantakan.
Kepala sekolah memanggil Farrell ke ruangannya, dan mendapat surat panggilan orang tua wali murid, besok di wajibkan datang tepat pukul 10 pagi.
Sementara Wisnus beserta anak istrinya dalam perjalanan menuju sekolah.
Sementara Rachel berada di sebuah penginapan dalam ke adaan telanjang dan tidak sadarkan diri,seluruh tubuhnya hanya di tutupi selimut, beserta pria yang tidur di sampingnya.
Seseorang yang ingin menjebaknya merekam video tersebut, yang seolah-olah mereka sedang berhubungan intim dan mengunggahnya ke media sosial.
Ketika Rachel Sadar, ia sudah tidak melihat ada orang lain lagi di sana selain dirinya.
Melihat tubuhnya berantakan, beserta rambutnya yang acak-acakan, seluruh pakaiannya yang tergeletak di sofa, sementara ia sok hampir tak bernafas saat melihat dirinya berada di kamar tersebut, seolah olah dirinya tidak bisa lari dari penderitaan, ia menangis histeris dan khawatir bagai mana kalau misalnya Ricko melihati dirinya dalam kondisi seperti ini, entah apa yang akan terjadi jika hal ini di ketahui oleh kekasihnya itu.
Beberapa jam kemudian ia kembali memakai bajunya, dan pergi kerumah sakit.
__ADS_1
Sementara Ricko sampai saat ini belum juga datang mengunjunginya, hari sudah malam, namun Bi'imah belum juga sadarkan diri, Rachel menemani bibinya sendiri, saat ini tidak ada yang datang mengunjungi mereka selain Sarah.
"Apa dia juga belum sadar chel..!" tanya sarah yang baru saja datang sendiri
"eh tante, belumm tan, bibi belum sadar,"jawab Rachel singkat
"maaf ya nak.! tante gk bisa lama lama disini" ucap sarah
"Gk pp kok tante.." sambung Rachel
Beberapa menit kemudian Rachel mengantar Sarah ke depan dan lalu pergi, Rachel melihat di sekelilingnya berharap Ricko datang menemuinya, namun kekecewaan di wajahnya tampak terlihat sangat jelas bahwa Ricko tidak datang menemuinya.
Namun siapa sangka, secara diam-diam Ricko melihati Rachel dari kejauhan dan memperhatikan dirinya, setelah Rachel masuk kedalam ia langsung Pulang.
Setelah sampai di rumah, Ricko melihat seorang lelaki yang begitu gagah berdiri di depan Rumahnya, dan melihat sosok ayahnya menunggu dirinya, dengan rasa senang dan bahagia ia tersenyum dan menghampiri wisnu, namun secara tiba-tiba berhenti, memandangi wanita yang di sebelahnya, wanita yang duduk di kursi Roda tersebut jelas ia mengetahui bahwa itu adalah mamahnya, namun tidak mengenal siapa ke 2 wanita yang berada di belakang Wisnu, wanita separuh baya dan satunya lagi wanita yang baru beranjak remaja.
"ini ibu sambung mu, dan ini adik mu" ucap Wisnu memperkenalkan keluarga barunya, jelas bahwa hal ini membuat ia shok, dengan sangat bangga Wisnu memperkenalkan wanita yang merampas kebahagian mamahnya dan membawanya ke rumah mereka.
"apa kau sudah gila, mana mungkin orang seperti mu bisa melakukan hal seperti ini,, astaga..." ucap Ricko marah besar dangan nada tinggi
"hewan saja tidak sanggup melakukan hal yang mengerikan seperti ini kepada anak dan istrinya, namun kenapa orang seperti mu bisa melakukan hal semacam ini" ucapnya lagi dengan sangat tidak sopan
"bagai mana kamu bisa mengatakan hal seperti itu kepada ayah mu sendiri, sunghuh memalukan" sahut ibu sambungnya yang membuat dirinya tidak mempunyai sopan santun
"bahkan ular saja tidak ingin satu atap dengan alar yang lain, bagai mana wanita perebut suami orang lain bisa melakukan hal serendah ini" sambung Ricko tegas membuat ayahnya marah besar.
__ADS_1
"Ricko tutup mulut mu.." ucap Wisnu kesal kepad putranya yang berdiri di hadapannya.
Makasih ya kk udah mampir 🙏🙏🙏 semoga suka