
Cuit.......cuit....cuit......
Suara burung terdengar di telinga Rachel pagi-pagi sekali ia terbangun dan mengikuti suara burung yang berasal dari belakang rumah yang sedang ia tempati,berjalan ke arah suara burung itu berasal, melewati bunga-bunga yang sedang bermekaran seolah olah kebahagian telah menantinya di kehidupan barunya.
setetes embun pagi telah membasahi sedikit gaun putihnya,bersandal jepit dengan rambut yang panjang terurai begitu indah,dan di sesuaikan poni depan yang menambah keimutannya yang membuat siapa saja kagum melihatnya, kulitnya yang putih dan bersih di tambah lagi kepolosannya yang seakan-akan mempunyai kebahagian yang amat bahagia.
di lewatinya bunga-bunga tersebut,dan sedikit demi sedikit melangkahkan kakinya kemudian ia berhenti,Rachel Melihat seorang anak yang sedang memainkan seekor Burung di balik padang rumput yang menghalangi pandangannya.
di hampirinya asal suara burung tersebut,ketika ia melangkahkan kakinya,anak itu mendengar suara kaki yang menginjak dedaunan kering,dan menatap ke arah Rachel,lalu ia meberi senyuman yang tipis kepada Rachel,hampir sampai,namun secara samar Rachel mendengar suara yang memanggil namanya.
"Rachel.....Rachel...."
Dengan jelas ia mendengar suara bi'imah yang begitu keras,kemudian Rachel berlari pulang tanpa menemui sang anak pemilik suara burung yang terdengar ditelinganya saat tidur.
"kamu dari mana nak"
Pertanyaan bi'imah yang begitu mengkhawatirkan,melihat baju Rachel yang sudah basah,tanpa menjawab pertanyaannya,bi'imah langsung membawa Rachel masuk kedalam.
__ADS_1
di lihatnya Seorang gadis seusianya duduk di meja makan dan menatapnya dengan diam menundukkan kepalanya kebawah.
"bunda dia siap..? " tanya Dinda
"Rachel,dia adalah Rachle,apa kamu mau berteman dengannya sayang...?" sahut bundanya,sembari mencubit hidung dengan penuh kasih sayang.
"Mau bun " suara keras dinda
Dinda langsung berlari ke arah Rachel,dan dinda mengulurkan tangannya sebagai tanda salam perkenalan.
"Hai namaku dinda"
"Mungkin karena baru, nanti dia pasti mau berteman dengan ku" berbicara sendiri dalam hatinya.
Kemudian bundanya datang tanpa berkata apapun,bi'imah langsung membawanya ke kamar dan mengganti bajunya.
Ketika sudah selesai,Bi'imah membawa Rachel ke meja makan untuk sarapan dan duduk berhadapan dengan dinda.
__ADS_1
Dinda terus menatapi Wajah Rachel, dinda berbicara sendiri dalam hatinya.
"mengapa wajahnya begitu cantik,imut,terlihat seperti orang yang tulus,apa dia lebih cantik dari ku,apa dia sungguh akan jadi teman ku,tapi raut wajahnya menunjukkan bahwa dia sangat sedih, ahh sudahlah"
kemudian dinda melanjutkan sarapan paginya dan menghiraukan perbincangannya sendiri antara dia dan hatinya.
"Dinda"
"iya bun"
"Mulai hari ini Rachel akan satu sekolah dengan mu"
"wah apa dia akan satu kelas dengan ku,apa kami akan berangkat bareng,horeee aku punya teman"
Terlihat jelas bahwa dinda sangat bahagia punya teman yang akan berangkat bareng dengannya setiap hari,dengan sifatnya yang ceriah membuat siapa saja ingin berteman dengannya, namun tidak dengan Rachel karena mempunyai kepribadian tersendiri yang pendiam dan ingin sendiri, di tambah lagi tragedi yang menimpa pada keluarganya membuat dirinya terpuruk dalam kesunyian.
Api yang berkobar di rumahnya membuat dirinya tidak bisa melupakan kejadian tersebut yang mengakibatkan kematian orang tuanya dan semua saudaranya.
__ADS_1
Hal ini berdampak buruk terhadapnya,yang takut akan kegelapan,dan ruangan yang sempit membuatnya tidak bisa bernapas dengan bebas.