
Hidup ini terlalu singkat sehingga aku tidak mengetahui siapa musuh ku dan siapa sahabat ku, siapa orang yang benar-benar menyukai ku dan orang yang berpura-pura menyukai ku, harusnya aku tau dari dulu bahwa dia hanya bersandiwara, orang yang ku anggap sahabat melebihi saudara ku sendiri tersnyata adalah orang yang ingin menghancurkan hidup ku, orang yang ku anggap teman ternyata menusukku dari belakang, seandainya dari dulu dia tidak ingin berteman dengan ku, dia cukup mengatakannya saja maka aku tidak perlu menerimanya sebagai sahabt baik ku.
°
°
°
°
°
°
Rachel Sangat kecewa dan tidak pernah menyangka bahwa Dinda dapat melakukan hal sekeji itu kepada sahabatnya sendiri.
"Kenapa dia melakukan ini, kenapaaaaa" ucap Dinda menangis tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Sudahlah, kita akan bertanya langsung kepadanya" sambung Ricko menenangkan Rachel sembari menepuk-nepuk bahunya.
"Apa kamu yakin, akun itu milik Dinda" tanya Ricko kepada bayu yang tengah memperhatikan nomor tersebut berulang-ulang.
"Aku sudah periksa dengan benar,gak mungkin penglihatan ku salah, nomor yang tertera di sana itu sama dengan nomor dinda di ponsel ku,aku sudah periksa berulang kali, dan tetap saja hasilnya masih sama" jawab Bayu menunjukkan jarinya ke arah layar komputer (monitor).
"hahhh,, aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal seperti ini" gumam ricko merasa kesal saat mengetahui perbuatan Dinda yang telah ia percaya selama ini.
Beberapa menit kemudian, Bayu menghubungi Dinda dan menyuruhnya untuk datang ke rumahnya, sementara mereka bertiga duduk di sofa sambil menunggu dinda Datang.
Tangan Rachel gemetar, bahkan bibirnya sampai gemetar saat berbicara seperti orang gila, hatinya hancur berkeping-keping,masih tidak percaya dinda tega melakukan hal seperti itu kepadanya, Sementara Ricko melamun, entah apa yang harus ia katakan saat Dinda datang nanti, Bayu menyiapkan beberapa minuman di meja dan kembali duduk di kursi yang terpisah dari mereka berdua hingga suasana makin tenang.
°
°
°
°
__ADS_1
°
°
°
°
trakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Suara pintu rumah bayu yang di buka oleh Dinda dengan membawa beberapa makanan, Senyum bahagia yang terlihat jelas di wajahnya Seolah-olah tidak melakukan kesalahan apapun, bersikap santai ketika menemui sahabatnya.
"Wanita licik itu, ingin rasanya aku menampar wajahnya, bisa-bisanya dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apapun" gumam Rachel marah di dalam hatinya sembari menggumpalkan tangannya, namun di tahan oleh Ricko, seolah oleh ingin menenangkan kekasihnya.
"apa kalian sudah lama di sini" tanya Dinda kepada sahabatnya yang tengah menatapnya dengan Sangat tajam.
"tentu saja belum,heheheheheeh apa yang kamu bawa" sambung bayu berusaha membuat lelucon.
"Chel, aku dengar dari anak-anak, kamu di keluarin dari sekolah,apa itu benar..?" tanya Dinda sembari menikmati minuman yang ada di tangannya, membuat suasana jadi kaku, seakan-akan menantikan momen ini.
"Maksud kamu, seseorang bagaimana..?" tanya Dinda kembali dengan Gugup lalu meletakkan minumannya di atas meja.
"Din, aku ingin bertanya sesuatu kepada mu" ucap Ricko berusa menggalih yang ada di pikiran Dinda
"tentu saja, katakanlah" jawab Dinda datar
"apa yang kamu lakukan belakangan ini, mengapa kamu jarang sekali terlihat, bahkan saat Rachel di keroyok di sekolah,sampai ia di keluarin dari sekolah kamu tidak pernah terlihat sama sekali, apa sebenarnya yang telah kamu lakukan" tanya Ricko membuat Dinda gemetar dan wajahnya memerah karena rasa takut.
"Apa maksud mu.!" ujar Dinda gugup tidak bisa melihat wajah sahabatnya itu, merasa bahwa dirinya sedang di interogasi oleh sahabatnya sendiri.
"Apa ini akun milik mu" sambung Bayu memperlihatkan layar ponselnya yang terlihat adanya nomor dinda di akun tersebut.
"apa sebenarnya yang kalian maksud, aku tidak mengerti dengan ucapan kalian" tanya Dinda gugup dan gemetar saat berusa untuk mengelak pertanyaan dari sahabatnya.
"Kenapa kamu melakukan ini kepada Rachel Din..?" Tanya Ricko mulai kesal
"Apa sebenarnya yang kalian maksud, aku tidak mengerti sama sekali" Dinda berteriak dan menangis mencoba menutupi perbuatannya.
__ADS_1
Taaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Rachel menampar Dinda sangat keras hingga merah dan melampiaskan amarahnya yang dari tadi ia pendam.
"masih tidak mau ngaku hah, berani-beraninya kamu melakukan hal sekeji itu terhadap ku, kenapa kamu menjebak ku seperti itu hah, apa salah ku, sehingga kamu sanggup melakukan hal memalukan seperti itu" ucap Rachel dengan sangat tegas tidak ingin harga dirinya di injak-injak oleh siapapun,sekalipun itu dinda.
"Apa maksud mu, berani-beraninya kamu menampar ku, dasar wanita ******" Sambung Dinda menangis sembari memegang pipinya yang telah di tampar Rachel
"kami sudah tau, bahwa kamulah orang yang menjebak Rachel dan menyebarkan video itu di media sosial, agar orang-orang membencinya" ujar Ricko marah
"di sini Nomor mu telah terkonfirmasi sebagai pemilik akun tersebut dengan nama palsu, kali ini kamu tidak bisa mengelak hah" sambung bayu datar kepada Dinda yang tengah berdiri di hadapan mereka
"kalian sudah gila" ucap Dinda melangkahkan kakinya keluar
"kenapa melakukan ini pada ku, apa kamu tidak menganggap ku sebagai sahabat mu" ujar Rachel sedih sehingga menghentikan Dinda untuk pergi
"Sahabat kata mu, hah aku tidak pernah menganggap mu seperti itu, melihati mu saja aku jijik, benar aku yang mengunggah Video itu, aku melihat mu di keroyok oleh orang-orang, bahkan hari ini aku menyaksikan para lelaki di sekolah merendahkan diri mu, hal ini membuat aku senang, di tambah lagi di keluarin dari sekolah, aku ingin merayakannya, aku juga sengaja tidak datang ke pemakaman bibi mu, karna aku senang melihat mu menderita" ucap Dinda mengakui perbuatannya yang membuat mereka tau watak aslinya sambari melipat kedua tangannya.
"kamu benar-benar tidak punya hati" gumam Ricko
"Tapi untuk apa kamu melakukan sejauh ini," tanya Rachel penasaran
"untuk apa kata mu, kamu merampas apa yang seharusnya menjadi milik ku, aku melakukan semua ini, agar Ricko kembali pada ku, aku menyukainya jauh sebelum kamu ada disini, tapi sejek kehadiran mu membuat hidup ku hancur, merusak semua nilai ku, bahkan memisahkan ku dari orang-orang" jawab Dinda menangis namun tidak menyesali perbuatannya.
Hal ini membuat mereka sok, ternyata selama ini Dinda menyukai Ricko, bahkan Bayu hampir pingsan saat mendengar ucapan Dinda yang begitu kekanak-kanakan.
Dinda merasa iri dengan kesempurnaan yang di miliki Rachel, padahal tidak ada yang sempurna di dunia ini melainkan tuhan.
Bagaimana ya nasib persahabatan mereka..?apakah akan tetap berlanjut, atau berhenti
sampai di sini saja......?
lantas tindakan apa yang akan di lakukan Ricko setelah mengetahui dirinya terlibat cinta segitiga di antara wanita-wanita cantik seperti mereka berdua.....?
jangan lupa like,sher, komen, dan votenya y kk, agar aku tambah semangat lagi kak.
Terimakasih sudah mampir ya kak 🙏
__ADS_1