
Suasana di kelas membuat dinda tidak mut untuk masuk ke dalam, Namun karena keterpaksaan Akhirnya dinda memasuki ruang kelas dan duduk di kursi miliknya, sementara Rachel terus memandangi dinda saat masuk ke dalam, membuat dirinya merasa bingun dengan tingkah laku dinda yang tidak seperti biasanya.
Pelajaranpun berlangsung dengan tenang.
Beberapa jam kemudian, saat jam istirahat.
"Dinda kamu knpa...?" tanya Rachel kepada sahabatnya yang duduk di depan Ricko, sedangkan Ricko yang mulai asyik dengan permainan game di handphone tidak memperdulikan mereka berdua.
"gk pp kok" jawab dinda menghela nafasnya sambil menidurkan kepalanya ke atas meja yang menghiraukan Rachel
Karena meresa dirinya di cuekin oleh sahabatnya, Akhirnya Rachel pergi ke toilet.
Setelah berada di dalam toilet, tak senga ia mendengar perbincangan beberapa teman sekelasnya.
"kamu tadi melihat tidak ekspresi wajah Dinda, saat membaca surat cinta dari Ricko" kata si A kepada si B yang sedang mencuci tangannya.
"Liat sih, kayaknya dia cemburu...?" jawab temannya si B kepada si A, kemudaian mereka bergegas keluar.
Rachel yang masih terdiam di dalam toilet Akhirnya berdiri mencuci kedua tangannya, dan teringat saat Dinda terlihat sangat marah kepada dirinya, namun Rachel menjauhkan prasangka buruknya, Akhirnya kembali kedalam kelas.
Ricko yang asyik bermain game tidak menyadari saat Rachel menghampiri dirinya, Menarik kursi miliknya, duduk bersebelahan dengan Ricko sambil menidurkan kepalanya ke atas meja milik Ricko.
"aku akan menang, aku akan membunuh kalian semua hahahha" ujar Ricko berbicara kepada handphone yang ada di genggamannya, sementara Rachel yang mulai tertidur tak sengaja menjatuhkan tangannya kebagian intim Ricko yang membuat dirinya kaget dan bersuara keras sehingga menyebabkan HP miliknya jatuh ke lantai dan pecah.
"Astaga......?" Suara keras yang di lontarkan Ricko membuat Rachel tersontak kaget dan langsung berdiri.
"Knpaa,, ada apa...??" tanya Rachel kepada Ricko Yang amat kesal melihat dirinya, sementara Sahabatnya, Dinda terdiam memandangi kedua sejoli itu dengan wajah datar.
"aissss,,, sial,, " suara Ricko terdengar sembari mengambil HPNYA yang jatuh kelantai.
"Knpa, kok bisa pecah" tanya Rachel penasaran kepada kekasihnya, yang berdiri di sebelahnya.
Perdebatan di antara kedua sejoli inipun di mulai, dan di saksikan oleh sahabatnya sendiri yaitu dinda.
__ADS_1
"Kamu lihat tidak perbuatan mu yang ceroboh, membuat HP ku jatuh kelantai sehingga pecah" teriak Ricko keras memerahi Rachel di depan semua orang yang akhirnya membuat Rachel tidak bisa menahan air matanya, dirinya yang mudah menangis, tak dapat menahan rasa malu yang di lakukan oleh kekasihnya sendiri.
"Kamu tidak perlu memarahiku seperti ini, aku tidak tau kesalahan apa yang aku perbuat sehingga kamu mempermalukan diri ku seperti ini" bisik Rachel kepada Ricko yang berdiri di hadapannya, kemudaian keluar dari ruang kelas.
Rachel yang tidak bisa bersuara keras, membuat dirinya merasa bingung, di sisi lain sahabat yang tak bisa ia mengerti, sedangkan di sisi lain, kekasihnya yang tak bisa ia pahami.
"Rachel..... Rachel....." Ricko yang memanggil Rachel Akhirnya tak dipedulikannya lagi.
Duduk di kursi miliknya, marah kepada dirinya sendiri, merasa bersalah, Karena memperlakukan Rachel dengan tidak semestinya, membuat dirinya ingin mengejar Rachel, namun hal ini tiba-tiba di halangi oleh Dinda yang sedang duduk di hadapannya.
"Kamu tenang aja, nanti akan baik-baik aja kok" Sambung Dinda kepada sahabatnya yang hendak ingin berdiri mengejar kekasihnya.
Dinda berusaha menenangkan hati Ricko, dan memberikannya sebotol minuman dingin yang baru saja ia beli dari kantin.
Rachel yang berlari entah kemana belum juga kembali setelah 30 menit lamanya, hal ini membuat Ricko merasa cemas dan ingin mencarinya, lagi-lagi Dinda berusaha keras untuk menghalanginya.
"Tenang aja, pasti sebentar lagi Rachel akan kembali " kata Dinda berusaha meyakinkan Ricko yang sedang duduk di hadapannya.
"iyya tenang aja..!" sambung Dinda lagi mengelus tangan Ricko.
Karena sudah terbiasa, Akhirnya Ricko mempercayai ucapan Dinda,dan memberikan dinda mengelus tangannya.
Tiba-tiba Rachel muncul dan melihat pemandangan yang tidak ia inginkan, kemudaian Dinda melepaskan tangannya dari tangan Ricko.
Rachel yang tak pernah membesar-besarkan masalah memilih untuk diam, dan tidak terlalu memperdulikan perlakuan dinda terhadap Ricko, karena Rachel mempercayai Dinda melebihi dirinya sendiri.
"Rachel,, maafin aku y..! aku tau aku salah..?" Ujar Ricko kepada Rachel yang sedang duduk dan menidurkan kepalanya menghadap dinding membelakangi Ricko.
Namun Rachel tetap diam dan menghela nafasnya dengan mata tertutup, Akhirnya Dinda dan yang lainnya keluar meninggalkan mereka berdua di dalam kelas.
Ricko memeluk tubuh Rachel yang ramping dari belakang, mengucapkan kata cinta berulang-ulang, mengelus kepalanya lalu mencium keningnya, berusaha untuk meminta maaf kepada kekasihnya.
Aroma tubuh Ricko yang membuat Rachel tidak bisa menahan diri untuk menatap wajah kekasihnya itu, Akhirnya memaafkan Ricko dengan sepenuh hati, karena berfikir hal ini biasa di alami oleh sepasangan kekasih lainnya.
__ADS_1
Memeluk tubuh Ricko yang gagah penuh dengan kelegaan, membuat dirinya takut kehilangan kekasihnya itu.
"maaf telah menjatuhkan HP milik mu" kata Rachel dengan rasa bersalah berada di dalam pelukan Ricko
"maafin aku juga ya sayang, terlalu kasar kepada mu,HP bisa di ganti namun tidak dengan dirimu" ujar Ricko menggoda Rachel lalu mencubit pipinya.
Akhirnya keadaanpun membaik seperti sedia kala.
Pertengkaran dalam sebuah hubungan itu masalah biasa, tergantung kita bagai mana mengatasinya, tidak selalu berjalan dengan mulus seperti apa yang kita inginkan, namun mencoba menyelesaikan kesalah pahaman, itu adalah jalan yang terbaik agar hubungan tetap berjalan sesuai dengan ap yang kita inginkan.
Dinda yang Meras kesal Akhirnya menyadari kesalahannya yang tidak cukup dewasa mengahadapi kedua sahabatnya itu.
Harusnya dirinya lebih mengerti dari pada orang lain, karena mereka berteman sudah 5 tahun lamanya.
Kini Dinda mengubur hatinya dalam-dalam kepada Ricko, karena tidak ingin kehilangan sahabatnya di karenakan perasaannya semata.
Kemudian ia kembali ke dalam kelas, dan mengajak kedua sahabatnya untuk makan siang.
"apa kalian, sudah baikan...?" tanya Dinda bercanda kepada sahabatnya yang sedang asyik menggoda satu sama lain.
"Apa kami terlihat seperti orang yang sedang bertengkar" tanya Ricko tiba-tiba berhenti mengoda Rachel dan duduk di atas meja yang ada di sampingnya.
"owwh....!! kalau begi youk kita makan siang" sambung Dinda menarik kedua tangan sahabatnya.
Akhirnya mereka bertiga kembali seperti sedia kala, Berjalan menuju kantin sekolah, membuat orang bengong saat melihat mereka berjalan bersama.
Tidak di herankan mereka bertiga dianggap sebagai idola di sekolah yang tidak ada satupun orang lain dapat menandinginya.
Namun lagi-lagi Rachel mencuri perhatian orang-orang di sekolah dengan kesederhanaan yang ia miliki.
jangan lupa like, sher, komen dan votenya y kk.
jangan lupa juga follow Instagram aku @kim_cahya terimakasih sudah mampir.
__ADS_1